America Shutdown, Akankah Jadi “The New Sick Man of West”?



PEKAN ini dunia dikejutkan dengan kabar tentang negara adikuasa yakni Amerika Serikat yang melakukan shutdown pada pukul 00.01 Selasa (1 Oktober 2013) waktu setempat, yakni penutupan terhadap beberapa kantor pemerintahan yang berfungsi sebagai kantor pelayanan publik. Imbasnya tidak hanya terganggunya pelayanan kepada masyarakat publik, namun juga berdampak terjadi nya PHK secara massal, bahkan dilaporkan 800 ribu lebih para pegawai negeri sipil atau PNS dirumahkan.

Hal ini terjadi bermula ketika pengajuan anggaran pendapatan dan belanja negara 2013-2014 (APBN) tidak disetujui Parlemen. Tanpa persetujuan ini, berarti kontrak pembayaran dengan pekerja yang digaji pemerintah dengan sistem jam, dianggap tidak legal.

Saat ini, Partai Republik menjadi penguasa di Parlemen. Tanpa persetujuan Parlemen, konstitusi Amerika tidak membenarkan Presiden Barack Obama memutuskan sepihak. Akibatnya kemudian menyebabkan terjadinya shutdown pada beberapa instansi pemerintahan

Shutdown ini adalah yang terakhir terjadi pada negara Amerika Serikat, terakhir terjadi pada tahun 1996 selama 21 hari. Saat itu terjadi perseteruan anggaran antara Presiden Bill Clinton dari Partai Demokrat dan Kongres dari Partai Republik. Sedangkan shutdwon sendiri sebelumnya pernah terjadi sebanyak 17 kali di Negara Amerika.

Presiden AS yang pernah mengalami ditutupnya pemerintahan antara lain Gerald R. Ford, Jimmy Carter, Ronald Reagan, George Bush Sr., dan Bill Clinton. Jika dilihat dari pembahasannya, akar masalahnya masih seputar isu kesehatan.

Presiden Barack Obama menjadi pemimpin AS yang mengalami tutupnya pemerintahan ke-18 kali dalam sejarah Paman Sam. Masalah pada anggaran AS diributkan setelah pemerintahan Obama mengajukan Obamacare, yaitu kesetaraan kesehatan untuk warga AS.

Isu masalah kesehatan ini juga yang jadi pemicu di banyak goverment shutdown sebelumnya. Presiden Ford dan Carter terkena shutdown setelah Partai Demokrat dan Republik berdebat soal Medicaid.

Namun tidak hanya masalah kesehatan saja, penutupan juga terjadi gara-gara pembahasan dana pertahanan dan keamanan (hankam) pada era Bush dan Reagan. Ada juga dana subsidi lapangan kerja pada era Reagan.

Sementara pada era Clinton, shutdown terjadi gara-gara Partai Republik menolak usulan Demokrat soal dana Medicare, pendidikan, lingkungan dan kesehatan pada pembahasan anggaran AS 1996.

America, The New Sick Man?

Istilah ini bermula dari sejarah negara Turki, dimana Turki disebut atau digelari dengan sebutan “Sick man of Europe” (Lelaki yang Sakit dari Eropa) yakni sebuah istilah yang menggambarkan situasi memburuknya Kekhilafahan Usmani yang diutarakan oleh Nicholas I dari Rusia pada tahun 1853. Dimana saat itu kekhilafahan Turki Utsmani memiliki utang sebesar 132 juta poundsterling emas kepada beberapa negara asing yang mencaplok beberapa wilayah kekhilafahan Turki Utsmani sehingga wilayah yang tadinya sampai ke Palestina, kemudian menyusut hingga hanya berkuasa di wilayah Turki saja. Nicholas I dari Rusia menggambarkan Khilafah Usmani sebagai “orang yang sakit (the sick man) – yang sakit parah, seorang dengan penyakit parah yang sulit disembuhkan. Hingga akhirnya pada tanggal 03 maret 1924 kekhilafan Islam Tukri Utsmani dibubarkan.

Bagaimana dengan negara Amerika? Kalau kita mengikuti perkembangan negara Paman Sam ini, tentu kita sudah melihat adanya tanda-tanda ke arah sana. Hutang nasional Negara ini mencapai 10 triliyun US dollar, hutang konsumen akibat nafsu besar import mencapai 11,4 trilyun US dollar, hutang perusahaan Amerika 18,4 trilyun US dollar hampir 75% dari ekonomi dunia. Paman Sam juga menghadapi defisit perdagangan yang terus membengkak.

Masih ingat Lehman Brothers? bank investasi besar Wall Street, Lehman Brothers akhirnya tak kuat membendung masalah kredit macetnya. Bank berusia 158 tahun itu akhirnya mengajukan kebangkrutan guna melindungi aset dan memaksimalkan nilai perusahaan. Bahkan setelah 5 tahun sejak kebangkrutannya pun Bank tersebut masih belum mampu melunasi hutang-hutangnya.

Kita juga tentu masih ingat, bagaimana beberapa penasehat ekonomi Presiden Barack Obama yang mengundurkan diri seperti Larry Summers dan Austan Goolsbee. Termasuk direktur anggaran Peter Orszag yang juga mengundurkan diri pada tahun 2010, kemudian disusul ketua Dewan Penasehat Ekonomi, Christina Romer.

Amerika pun sekarang tidak bisa lagi bergaya laksana “One Man Show” akibat krisis yang menimpanya, negara ini harus siap untuk melihat dan menerima negara-negara lain untuk tampil di pentas dunia. Padahal kalau kita perhatikan di masa pemerintahan Presiden G.W Bush, AS seolah tidak membiarkan negara manapun termasuk Eropa dan Rusia untuk menjadi pesaingnya. Saat ini mau tidak mau , AS harus lebih mentoleransi kekuatan-kekuatan lain. AS secara terbuka meminta negara-negara lain seperti Rusia ,China, negara Petrodollar Arab, lebih banyak menanamkan investasinya di IMF dan Bank Dunia. Negara ini juga merelakan berdirinya pangkalan militer yang pertama Perancis di Abu Dhabi Uni Emirat Arab . Peresmian basis militer yang diber nama “Kamp Perdamaian” dilakukan oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.

Negara Bagian AS yang Bangkrut

Berikut daftar 5 negara bagian AS yang mengalami kebangkrutan di beberapa kota di dalamnya.

1. Detroit, Michigan
Jumlah utang : US$ 18 miliar
Pengajuan status kepailitan : 18 Juli 2013
Penyebab kebangkrutan : Defisit anggaran sejak 2008, penurunan jumlah penduduk, tingginya biaya kesehatan, lonjakan utang dana pensiun, rusaknya sebagian infrastruktur kota, dan terlalu banyak pinjaman.

2. Jefferson County, Alabama
Jumlah utang : US$ 4 miliar
Pengajuan status kepailitan : 10 November 2011
Penyebab kebangkrutan : Masalah sistem pembuangan limbah kota

3. Orange County, California
Jumlah utang : US$ 2 miliar
Pengajuan status kepailitan : 6 Desember 1994
Penyebab kebangkrutan : Penerapan strategi investasi berisiko

4. Stockton, California
Jumlah utang : US$ 1 miliar
Pengajuan status kepailitan : 27 Juni 2012
Penyebab kebangkrutan : Krisis kredit perumahan berkepanjangan

5. San Bernardino County, California (2012)
Jumlah utang : US$ 500 juta
Pengajuan status kepailitan : 3 Agustus 2012
Penyebab kebangkrutan : Tingginya defisit anggaran, angka pengangguran yang tinggi dan masalah tunggakan kredit perumahan.

Dengan melihat gejala-gejala tersebut, apakah benar nantinya Amerika akan menjadi The New Sick Man of West (Laki-laki Sakit dari barat)? Kita lihat saja.

No comments:

Post a Comment