Kezholiman Terbesar

Kekufuran dan kesyirikan adalah bentuk kezholiman kepada Allah, maka ia tak layak diberi ucapan "selamat"

"Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezholiman yang besar."
(QS. Lukman : 13)

Sungguh, telah kufur orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu (Isa) Al-Masih putra Maryam."
Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu."
(QS. Al-Maidah: 72)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai 'Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang (pengikutmu), 'Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?'

('Isa) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."
(QS. Al-Ma'idah : 116)

4 FASE BAGI ORANG ZHOLIM

*EMPAT FASE YANG AKAN DILALUI ORANG ZHOLIM*

Banyak orang mengira bahwa hukuman Allah kepada orang zhalim itu harus cepat, langsung setelah kezhaliman.

‏وهذا خطأ ..
‏فالظالم يمر بأربع مراحل لا بد من فهمها جيدا

Ini suatu kekeliruan
Orang zhalim itu melewati 4 fase, ini yang harus dipahami dengan baik oleh kita

المرحلة الأولى :الإمهال والإملاء

‏{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}
‏وفيها يمهل الله الظالم لعله يتوب أو يرجع عما فعل.

Fase Pertama : Al-ImHâl wa Al-Imlâ'
(Pembiaran dan Penangguhan)

‏وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِين(الأعراف : ١٨٣)

"Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku amat tangguh dan terencana, kuat, dan tidak ada yang menandinginya." (Al-A'rôf : 183)

المرحلة الثانية : الاستدراج

Fase Ke-2 : _Al-Istidrôj
(Menarik sedikit demi sedikit kepada kehancuran, dengan memberikan banyak kenikmatan, kesuksesan, kemenangan dan melalaikan mereka untuk mensyukurinya)

 ‏{سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ - الأعراف : ١٨٢}

"..akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui." (Al-A'rôf : 182) 

‏وليس معناة أن تضيق الدنيا عليه، 
لا بل تفتح عليه الدنيا وترتفع الدرجة وتبسط عليه اللذات ويعطيه الله ما يطلب ويرجو بل وفوق ما طلب .
‏لأن الدرج يدل على الإرتفاع
‏والدرك يدل على النزول.

Bukan artinya dunia jadi sempit bagi si zholim.  Akan tetapi, dunia dibukakan baginya, kedudukannya naik, diluaskan baginya segala kelezatan dunia, diberikan keberhasilan, kemenangan. Allah beri dia apa yang dia inginkan dan harapkan, bahkan Allah kasih lebih dari yang dia inginkan. Karena kata 'ad darj' (الدرج) menunjukkan suatu hal yang tinggi/diatas. Sedangkan kata _'ad-dark'_(الدرك) menunjukkan suatu hal yang rendah/dibawah
المرحلة الثالثة : التزيين

Fase ke-3 : _At-Tazyîn (syetan menjadikan indah perbuatan buruk mereka)

 ‏{وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ - العنكبوت : ٣٨}

"...syetan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka."
(Al-'Ankabût : 38)

‏وفيها يموت قلب الظالم فيرى ما يراه حسنا ، بل هو الواجب فعله لم يعد في قلبه حياة ، ليلومه على ما يفعل
Di fase ini, hati si zholim mati. Ia melihat segala tindak tanduknya adalah baik, bahkan ia melihat hal yang dipandangnya itu wajib dilakukan. Kehidupan di hatinya telah mati.

المرحلة الرابعة : الأخذ

Fase ke-4 : Al-Akhdz(Siksa dari Allah)

 ‏{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ - هود: 102}

"Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri² yang berbuat zhalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat". (QS Hûd : 102)

‏وفيها تتنزل العقوبة من الله تعالى على ... الظالم وتكون العقوبة شديدة جدا

Di fase inilah adzab dari Allah turun secara berangsur-angsur kepada si zholim, dan adzabnya amat perih.

احفظوا ‏هذه المراحل جيدا
 { فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا }

Ingat baik² fase² ini !

"Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan adzab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka". (QS Maryam : 84)

Semoga bermanfaat.

Keshalihan Suami Bukan Jaminan Bagi Istri

Keshalihan Suami Bukan Jaminan Bagi Istri

Jika saja kedudukan suami di sisi Allah adalah jaminan baiknya juga kedudukan istri.

Jika saja kedudukan istri otomatis mengikuti kedudukan suami, maka istri Nabi Nuh dan Istri Nabi Luth adalah yang paling berbahagia. Mereka berdua berpaling dari jalan Allah, tetapi ikut masuk surga bersama suami mereka.

Kasihanlah Asiyah, istri Fir'aun. Berjuang dengan keimanannya, tetapi ikut masuk neraka bersama Fir'aun.

Wahai para istri,
Surga dan nerakamu adalah usahamu sendiri, beramal dan bertakwa dengan ilmu. Suamimu hanyalah kawan pendamping. Saling menasehati dan menguatkan agar tetap di jalan Allah. Meskipun perjalanan itu jauh.

Wahai para Istri,
Jangan sekali-kali kedudukan dan kesholihan suamimu membuatmu sombong lagi lalai. Tetap menuntut ilmu dan beramal karena masing-masing memetik amalnya sendiri.

Jangan Menjudge Seseorang Karena Ras

China sebagai ras, tak ada bedanya dengan ras di Indonesia. Sama2 manusia. Yang membedakan hanya beberapa karakter fisiknya.

Tak seorangpun punya hak meminta dari ras mana dia terlahir. Bisa saja ras China, Jawa, Sunda dan sebagainya. Semua menjadi takdir dari yang Maha Kuasa. Manusia tak punya wewenang sama sekali menentukannya.

Kebencian seseorang tidak selayaknya ditujukan kepada ras tertentu. Menjudge seseorang karena ras adalah perbuatan yang tak elok. Menilai seseorang seharusnya dari apa yang diperbuatnya, bukan dari ras mana dia berasal.

Polarisasi yang terjadi saat ini sangat rentan membuat generalisasi terhadap ras tertentu terutama saudara kita yang berdarah China.

Padahal kalau kita mau jujur, tidak semua dari mereka mempunyai sifat yang buruk. Sebagai contoh, ada koh Hanny seorang Tionghoa yang mengabdikan dirinya untuk pengembangan SDM para muallaf, ada Kwik Kian Gie, ahli ekonomi yang pernah menjadi menteri, ada Lieus Sungkharisma seorang aktivis yang kritis terhadap penguasa, ada Soe Hok Gie aktivis mahasiswa di jamannya.

Masih banyak lagi dari mereka yang tak kita kenal satu persatu.

Tuduhan bahwa etnik China identik dengan orang jahat tentu menyakitkan mereka. Padahal mereka tak pernah berharap untuk lahir dari ras ini.

Lebih bijak dalam menjudge seseorang. Hargai setiap perbedaan. Hukumi seseorang dari perbuatan pribadinya, bukan dari etniknya. Sebagaimana kita tak mau etniknya dihina orang dari etnik lain. 

Seseorang dari ras manapun punya peluang yang sama untuk menjadi baik. Dan sebaik2nya manusia di mata Allah adalah yang paling bertaqwa.
Inna aqromakum indallahi atqokum.

Wallahu a'lam.