Sedimentary Rock Formation


Sedimentary rocks hold important secrets about Earth’s geological and evolutionary history and contain most of the fossil fuel deposits.

What are Sedimentary Rocks?

They are types of rocks, created from deposition of layers upon layers of sediments over time. These types of rocks are formed on the Earth’s surface, as well as underwater. Wherever sedimentation goes on, rocks are formed over time. The sediments that compose these rocks may be of organic, chemical, or mineral origin.

Although, these rocks constitute only 5% of the total crust volume, they extensively cover most continental surfaces. They form a thin cover over the whole crust, holding important geological history, locked within them. Most of the natural energy resources like coal and fossil fuels are contained within the layers of this rock type. Drinking water is extracted and minerals are also mined from these rocks, which are created by millions of years of sedimentation.


Types

Depending on the nature of sediments that create them, these rocks can be classified into three prime types:

Clastic: These are composed of broken down fragments of minerals and remnants of weathered rocks. One example of this type is sandstone. They are mostly made up of quartz, amphiboles, feldspar, clay minerals, and other minerals derived from weathering of igneous and metamorphic rocks.

Biochemical: The deposition of the biological remains of various organisms can create certain types of sedimentary rocks. Some examples are limestone (from the deposition of calcium carbonate, containing remains of corals, foraminifera, and mollusks), stromatolites (formed from deposition of microorganism biofilms of blue green algae), oil shale, and coal shale.

Chemical Precipitate: Sediments formed from deposition of chemical reaction precipitates of mineral solutions are called chemical sedimentary rocks. Their formation occurs when water dissolves many minerals and deposits them on evaporation. Examples of this type are gypsum, barite, rock salt, and sylvite.


The Formation Process Explained

For millions of years, the process of deposition and formation of these rocks has been operational in changing the geological structure of Earth and enriching it. Let us now see how they form.

 

Weathering

The formation process begins with weathering of existent rock , that is exposed to the elements of nature. Wind and water are the chisels and hammers that carve and sculpt the face of the Earth through the process of weathering. The igneous and metamorphic rocks are subjected to constant weathering by wind and water.

These two elements of nature wear out rocks over a period of millions of years, creating sediments and soil from weathered rocks. Other than this, sedimentation material is generated from the remnants of dying organisms.

Transport of Sediments and Deposition

These sediments, generated through weathering are transported by the wind, rivers, glaciers, and seas (in suspended form) to other places in the course of flow. They are finally deposited, layer over layer, by these elements, in some other place.

 

Sedimentary Rock Formation

Gravity, topographical structure, and fluid forces decide the resting place of these sediments. Many layers of mineral, as well as organic and chemical deposits accumulate together for years. Layers of different deposits called bedding features are created from them. Crystal formation may also occur in these conditions.

 

Lithification (Compaction and Cementation)

Over a period of time, as more and more layers are deposited, the process of lithification begins. Two sub-processes that are a part of lithification are compaction and cementation. Compaction is the compression of the sediments under overlying weight of sediments. Cementation is the process of filling in the gaps in sediments, with minerals that gel them together. Crystal formation may occur here too. With these two processes at work, what was a loose layer of deposits, hardens and solidifies to become rock. This is the conclusive stage.

Each layer of these rocks has an imprint or snapshot of Earth as it was at that moment of time. They are libraries of history.

 



3 Nasihat Jibril

3 Nasihat Jibril Kepada Rasulullah

Dari Sahl bin Sa’d berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

“Jibril mendatangiku lalu berkata: “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.”

Kemudian dia berkata:” Wahai Muhammad! Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.”

(HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath no 4278, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921 Hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 2/483)

Nasihat Pertama

عِشْ مَا شِــئْتَ فَإِنَّـكَ مَـيِّتٌ

“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati.”

Sebaik-baiknya nasihat adalah kematian, dari nasihat di atas dapat kita ketahui kematian merupakan hal yang pasti dan tidak mungkin makhluk dapat terhindar darinya. Jalan hidup merupakan suatu pilihan, menjadi buruk atau baik itu pilihan, menjadi pendosa atau bertakwa itu juga pilihan, menjadi hina atau mulia itu juga merupakan suatu pilihan. Apapun dan bagaimana pun jalan hidup yang kau pilih, ingatlah satu hal kau akan mati, dan tentunya mati bukanlah akhir, mati adalah awal, awal dimana kita menjalani dunia baru yang tentu sangat berbeda dari kehidupan dunia.

Nasihat Kedua

وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ

“Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya.”

Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia diberikan hati untuk saling berkasih sayang baik kepada sesama manusia maupun kepada makhluk lainnya. Namun sebesar apapun cintamu pada makhluk tapi ingatlah kamu akan tetap berpisah. Baik cinta manusia kepada manusia, cinta manusia kepada makhluk lainnya, cinta kakak kepada adik, cinta murid kepada guru, cinta wanita kepada lelaki, bahkan cinta orang tua kepada anak. Semua itu akan berpisah pada waktunya, hanya satu cinta abadi yakni cinta kepada Allah SWT.

Nasihat Ketiga

وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِه

“Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.”

Sekecil apapun kebaikanmu Allah akan membalsanya, sekerdil apapun keburukanmu Allah pun melihatnya. Setiap kebaikan ataupun keburukan amal kita, semua akan dipertanggung jawabkan, Allah akan membalasnya baik secara langsung ataupun tidak langsung. Oleh karenanya perlu diingat bahwasanya tidak ada perbuatan yang sia-sia dimuka bumi ini. Semua akan ada perhitungan atas apa yang kita lakukan. Dengan demikian seyogyanya kita merefleksikan diri ketika kita ingin melakukan suatu hal.

Sirius

Mengenal Sirius, Bintang Ganda yang Disebut di Dalam Al-Qur'an


Sirius adalah satu-satunya bintang yang disebut namanya secara langsung dan spesifik di dalam Al-Qur'an.

Bahwa di dalam Al-Qur'an, bintang Sirius disebutkan secara spesifik dengan nama Syi'raa.

Penyebutan bintang Syi'raa ini terdapat dalam surah ke 53 An-Najm ayat 49.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ

Wa annahuu huwa robbusy-syi'roo

"Dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi`raa" (QS. An-Najm 53: Ayat 49).

Konteks ayat ini terkait dengan perbuatan orang-orang jahiliyyah yang menjadikan bintang ini sebagai sesembahan.

Sehingga ayat tersebut menyajikan penegasan, bahwa bintang hanyalah makhluk yang dimiliki Allah SWT, bukan sesembahan.

Dalam keilmuan astronominya, Bintang Sirius telah diketahui dan diamati sejak masa prasejarah.

Sirius merupakan bintang paling terang di seluruh langit malam.

Nama Sirius berasal dari bahasa Yunani, Seirios yang bermakna "berkilauan".

Bintang ini terletak di konstelasi Canis Mayor.

Sirius juga merupakan salah satu bintang yang dianggap penting bagi peradaban Mesir Kuno dan Jazirah Arab pada umumnya, karena menandai banjir tahunan di sungai Nil.

Bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an surat An-Najm (Bintang), sebagai asy-syira (Syi-raa) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Latin, Aschere sebagai nama alternatif dari Sirius.

Bintang Sirius adalah sistem bintang ganda sejauh 8,6 tahun cahaya yang terdiri atas sebuah bintang raksasa (Sirius A) yang terang dan bintang kerdil yang lebih redup (Sirius B). Sirius A diketahui berukuran 180 persen lebih besar dari Matahari, dengan suhu permukaan 10.173 derajat Celcius. Sementara itu, ukuran Sirius B hanya 70 persen ukuran Matahari, sehingga tergolong bintang kerdil putih. Suhu permukaan Sirius B 15.273 derajat Celcius.

https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/20/180100123/mengenal-sirius-satu-satunya-bintang-yang-disebut-dalam-al-quran


https://nationalgeographic.grid.id/read/132662802/mengenal-sirius-bintang-ganda-yang-disebut-di-surat-an-najm-al-quran?page=all

syirik

*Jauhi Perbuatan Syirik*

Dukun, orang pintar, ataupun seseorang yang mengatasnamakan kyai, ajengan, ustadz, syeikh tapi mengada-adakan amalan ritual di luar syariat dan tidak pernah dicontohkan Nabi maka hukumnya bathil dan tertolak.

Haram hukumnya membenarkan apalagi meniru ritual mereka.

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”. (HR. Muslim).

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Quran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad).

Perbuatan syirik kepada Allah termasuk dosa besar dan tidak akan diampuni oleh Allah kecuali pelakunya bertaubat.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)

“Sesungguhnya orang yang berbuat syirik terhadap Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72)

Orang yang mati dalam keadaan belum bertaubat dari kesyirikan. Maka mereka akan diadzab di neraka. Adapun orang yang sudah bertaubat dari kesyirikan, Allah Ta’ala ampuni dosanya.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar: 53)

Wallahu a'lam.

17 Cara Menghilangkan Lemak di Perut Secara Alami

Lemak perut atau dapat disebut lemak visceral adalah jenis lemak yang berpotensi berbahaya yang mengelilingi organ di perut. Lemak visceral dapat melepaskan hormon yang bisa menyebabkan penyakit diabetes tipe 2, gangguan jantung, stroke, kanker, dan masalah kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, lemak perut kadang-kadang disebut juga sebagai "lemak aktif" karena peran aktifnya dalam memproduksi berbagai hormon.

Peningkatan ukuran lingkar pinggang yang nyata dapat menunjukkan adanya penumpukan atau penambahan lemak visceral. Lemak ini diketahui sangat responsif terhadap apa yang dimakan seseorang. Berikut ini adalah beragam tips atau cara yang bisa dilakukan untuk membantu menghilangkan lemak perut: 

1. Fokus pada makanan rendah kalori
Salah satu cara paling efektif untuk menghilangkan lemak tubuh adalah makan lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh. Pola makan ini dapat menyebabkan hilangnya lemak di seluruh tubuh, termasuk perut. Makan lebih sedikit kalori daripada yang dihabiskan tubuh akan menciptakan defisit kalori. Hal ini dapat membantu membakar lemak visceral. Selain itu, makanan rendah kalori sering kali lebih bergizi daripada makanan berkalori tinggi. Makanlah makanan yang rendah kalori dan tinggi nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan makanan gandum. 

2. Hindari minuman manis
Mengonsumsi gula berlebih tampaknya menjadi pendorong utama kenaikan berat badan terutama di area perut. Asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar lemak visceral dengan meningkatkan resistensi insulin dan memicu peradangan di seluruh tubuh. Padahal, sangat mudah bagi kita untuk bisa mengonsumsi gula tingkat tinggi dalam minuman tanpa disadari. Coba periksa kandungan gula minuman seperti pada soda dan teh manis atau kopi. 

3. Makan lebih sedikit karbohidrat olahan 
Karbohidrat sederhana atau olahan, rendah nilai gizinya tetapi berkalori tinggi. Karbohidrat ini ada dalam roti putih, biji-bijian olahan, serta makanan dan minuman manis. Jadi, sebagai cara menghilangkan lemak di perut, coba ganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks ada pada buah-buahan, sayuran, dan makanan biji-bijian. 

4. Makan lebih banyak buah dan sayur
Buah-buahan dan sayuran dapat menyediakan karbohidrat kompleks, yang merupakan alternatif sehat dan rendah kalori daripada karbohidrat sederhana. Buah dan sayuran juga menambah serat pada makanan. Penelitian menunjukkan bahwa serat dapat mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2, yakni suatu kondisi yang terkait dengan penumpukan lemak visceral dan kelebihan berat badan, serta membantu mengatur gula darah. 

5. Pilih protein tanpa lemak
Sumber protein tanpa lemak termasuk kacang-kacangan, polong-polongan, dan daging tanpa lemak. Menambahkan makanan ini ke dalam menu makanan sehar-hari dapat membantu mendorong perasaan kenyang setelah makan dan mengurangi keinginan untuk mengemil makanan manis. Pada saat yang sama, konsumsi protein tanpa lemak dapat membantu mengurangi atau menghilangkan konsumsi daging berlema.

6. Pilih lemak sehat 
Beberapa lemak makanan diperlukan dalam makanan yang sehat. Lemak jenuh dan lemak trans dapat membahayakan jantung, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Senyawa ini juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan terkait erat dengan perkembangan lemak visceral. Mengonsumsi lemak sehat dapat membantu mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan dan memiliki berbagai manfaat. Makanan sehat berlemak tinggi meliputi: Alpukat, Biji chia, Telur, Ikan berlemak, Kacang-kacangan dan selai kacang, Minyak zaitun 

7. Kembangkan olahraga
Olahraga dapat menyebabkan penurunan berat badan di seluruh tubuh, termasuk di sekitar perut. Rasanya tidak mungkin olahraga dapat mengurangi lemak di area tertentu saja. Ini berarti bahwa olahraga yang ditargetkan, seperti crunches dan sit-up tidak serta merta membakar lemak perut lebih baik daripada latihan lainnya. Namun, latihan ini dapat memperkuat dan mengencangkan otot perut, membuatnya tampak lebih tegas. 

8. Tingkatkan aktivitas secara keseluruhan 
Meningkatkan tingkat aktivitas sepanjang hari dapat membantu membakar kalori. Bergerak lebih banyak juga dapat memperkuat otot dan meningkatkan mood. Tips untuk meningkatkan tingkat aktivitas harian yang baik dicoba, yakni: Melakukan gerakan peregangan secara teratur saat duduk dalam waktu lama. Naik tangga, bukan lift. Berjalan atau bersepeda alih-alih mengemudi atau naik angkutan umum. Parkir jauh dari tujuan. Menggunakan meja berdiri.

9. Cobalah latihan kardio 
Olahraga kardiovaskular atau kardio dapat membuat jantung terpompa. Olahraga ini juga dapat membakar kalori, membantu mengurangi lemak tubuh dan mengencangkan otot. Beberapa olahraga kardio yang bisa dilakukan, meliputi: berjalan, berlari, menggunakan sepeda statik, berenang 

10. Coba olahraga interval intensitas tinggi
Olahraga interval intensitas tinggi adalah olahraga yang menggabungkan olahraga intens dengan periode aktivitas kurang intens untuk membakar kalori. Misalnya, olahraga interval intensitas tinggi melibatkan siklus berjalan kaki selama 3 menit, kemudian berlari cepat selama 30 detik secara berulang-ulang. High intensity interval training (HIIT) atau olahraga interval intensitas tinggi dapat mengurangi lemak tubuh lebih efektif daripada jenis olahraga lainnya. Karena dilakukan secara singkat, olahraga interval intensitas tinggi juga bisa menjadi cara yang baik untuk memudahkan rutinitas olahraga. 

11. Cobalah latihan kekuatan
Latihan kekuatan dapat menurunkan berat badan karena berfokus pada pembentukan massa otot, dan otot membakar lebih banyak kalori. Latihan kekuatan juga dapat meningkatkan kesehatan tulang dan sendi. Ini karena otot yang lebih kuat lebih mampu menopang tubuh, yang mengurangi ketegangan pada tulang dan persendian. Seseorang dengan keadaan sehat dapat melakukan latihan kekuatan 2 kali daam seminggu.

12. Kurangi tingkat stres
Stres bisa membuat perut seseorang bertambah gemuk dengan memicu kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol, yang juga dikenal sebagai hormon stres. Tingkat kortisol yang tinggi meningkatkan nafsu makan dan mendorong penyimpanan lemak perut. Terlebih lagi, wanita yang sudah memiliki pinggang besar cenderung menghasilkan lebih banyak kortisol sebagai respons terhadap stres. Peningkatan kortisol semakin menambah lemak di sekitar bagian tengah. Untuk membantu mengurangi lemak perut, lakukan aktivitas menyenangkan yang menghilangkan stres. Berlatih yoga atau meditasi bisa menjadi metode yang efektif.

13. Dapatkan banyak tidur nyenyak
Tidur penting untuk banyak aspek kesehatan, termasuk berat badan. Orang yang tidak cukup tidur cenderung mengalami kenaikan berat badan, termasuk lemak perut. Mereka yang tidur kurang dari 5 jam per malam secara signifikan lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan daripada mereka yang tidur 7 jam atau lebih per malam. Kondisi yang dikenal sebagai sleep apnea, di mana pernapasan berhenti sebentar-sebentar di malam hari juga dikaitkan dengan kelebihan lemak visceral. Selain tidur minimal 7 jam per malam, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup berkualitas.

14. Tambahkan cuka apel ke dalam makanan
Minum cuka apel memiliki manfaat kesehatan yang mengesankan, termasuk menurunkan kadar gula darah. Cuka apel mengandung asam asetat yang terbukti mengurangi penyimpanan lemak perut dalam beberapa penelitian pada hewan. Pria yang didiagnosis obesitas, yang mengonsumsi 1 sendok makan (15 ml) cuka sari apel per hari selama 2 minggu kehilangan setengah inci (1,4 cm) untuk ukuran lingkar pinggang. Mengonsumsi 1–2 sendok makan (15–30 ml) cuka sari apel per hari aman bagi kebanyakan orang dan dapat menyebabkan penurunan lemak ringan. Namun, pastikan untuk mengencerkannya dengan air, karena cuka yang tidak diencerkan dapat mengikis enamel pada gigi.

15. Makan makanan probiotik
Probiotik adalah bakteri yang dapat ditemukan di beberapa makanan dan suplemen. Bakteri ini memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu meningkatkan kesehatan usus dan meningkatkan fungsi kekebalan. Berbagai jenis bakteri berperan dalam pengaturan berat badan dan memiliki keseimbangan yang tepat dapat membantu menurunkan berat badan, termasuk menghilangkan lemak perut. Jenis bakteri yang terbukti dapat mengurangi lemak perut termasuk anggota keluarga Lactobacillus, seperti Lactobacillus fermentum, Lactobacillus amylovorus dan terutama Lactobacillus gasseri. 

16. Cobalah puasa intermiten
Puasa intermiten belakangan ini menjadi sangat populer sebagai metode penurunan berat badan. Puasa intermiten adalah pola makan yang berputar antara periode makan dan periode puasa. Salah satu metode populer melibatkan puasa 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Yang lain terdiri dari puasa setiap hari selama 16 jam dan makan semua makanan dalam periode 8 jam. Seseorang dapat mengalami penurunan lemak perut sebesar 4–7 persen dalam 6-24 minggu.

17. Minum teh hijau 
Teh hijau adalah minuman yang sangat menyehatkan. Minuman ini mengandung kafein dan antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG), yang meningkatkan metabolisme. EGCG adalah katekin dapat membantu seseorang menghilangkan lemak perut. Efeknya diperkuat ketika konsumsi teh hijau dikombinasikan dengan olahraga. 

Ingatlah, tidak ada solusi ajaib untuk menghilangkan lemak di perut. Penurunan berat badan selalu membutuhkan usaha, komitmen, dan ketekunan.

Utamakan Adab Sebelum Ilmu

Utamakan Adab Sebelum Ilmu

Adab menurut bahasa adalah kesopanan, tingkah laku yang baik, kehalusan budi dan tata susila.

Adab juga berarti pengajaran dan pendidikan yang baik sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Allah telah mendidikku dengan adab yang baik dan jadilah pendidikan adabku istimewa.”

Islam tak hanya menekan pentingnya ilmu. Akhlak mulia juga sangat penting, bahkan lebih penting lagi.

Sabda Rasulullah menegaskan hal itu, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”

Begitu pentingnya adab dalam diri seseorang sehingga ulama berkata “belajar satu bab adab lebih baik daripada engkau belajar 70 bab ilmu.”

Imam Malik pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata,
“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”

Adab merupakan pondasi agama. Orang yang beradab akan dicintai masyarakat, sebaliknya orang yang tidak memiliki adab hidupnya tidak diberkahi Allah dan ilmunya juga tidak bermanfaat.

Saat ini kita berada pada suatu zaman degradasi moral, banyak manusia hanya mengutamakan memperbanyak ilmu, hafalan dan membaca saja namun meremehkan adab atau sopan santun.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’
[artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Yahudi Menolak Kerasulan Isa Alaihissalam


Al Masih, atau yang dibasuh, merupakan gelar agung yang hanya diperuntukkan untuk Nabi Isa alaihissalam.

Apa latar belakang pemberian gelar Al Masih kepada putra Maryam itu? Dalam Islam gelar Al Masih diabadikan dalam surat Ali Imran ayat 45:

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

“Idz qaalal-malaaikatu ya Maryamu innallaha yubasyiruki bikalimatin minhu-smuhu al-Masih Isa ibnu Maryama wajihan fi ad-dunya wal-akhirati wa minal-muqarrabina.”

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih 'Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan kata Al Masih sebagai gelar dari Isa anak Maryam adalah kalimat Ibrani yang di-Arabkan.

Asal katanya ialah Masyika, yang asal artinya ialah yang dibasuh dengan minyak. Namun kemudian diberikan menjadi gelar kemuliaan bagi raja yang sudah dinobatkan. Sebab tiap-tiap raja yang dinobatkan pada masa itu (dikukuhkan sebagai raja), terlebih dahulu diperciki badannya dengan minyak oleh Kahin (orang alim).

Menurut kepercayaan Bani Israil, setelah raja-raja mereka yang besar seperti Daud dan Sulaiman mangkat, satu kali akan datang lagi Al Masih Raja Besar mereka yang kemudian akan mendirikan kerajaan kembali. Setelah beberapa lama kemudian, Nabi Isa anak Maryam AS, diutus sebagai nabi. Beliau diberikan gelar Al Masih yang berarti raja.

Buya Hamka menjelaskan bahwa pemberian gelar Al Masih kepada Nabi Isa AS oleh Allah SWT adalah sebagai kedudukan seorang ‘raja’ yang memperbaiki jiwa yang telah rusak.

Namun demikian, orang-orang Yahudi menolaknya sebab akan mengancam kedudukan mereka yang telah kokoh dalam masyarakat. Sehingga Nabi Isa AS mereka fitnah kepada penguasa Kerajaan Romawi yang menguasai Yerusalem saat itu, dan mereka berkonspirasi agar Nabi Isa AS dibunuh saja.

Oleh sebab itu, kata Buya Hamka, hingga saat inipun orang Yahudi masih menunggu kedatangan Masyikha yang lain. Sebab menurut mereka, dia belum juga datang. Sedang menurut orang-orang Nasrani, Nabi Isa itu adalah raja, keturunan Daud yang menjanjikan Kerajaan Allah yang di surga.

Sedangkan nama Nabi Isa pun asalnya merupakan bahasa Ibrani yang di-Arabkan. Asal Ibraninya adalah Yasyu. Adapun bahasa Ibrani dan Arab adalah serumpun dari bahasa Semiet dalam bahasa Yunani disebut Yezuz (Yesus).

Dalam kehidupan Nabi Isa, beliau dikenal sebagai Nabi yang shaleh, tawadhu, dan tunduk kepada Allah SWT. Nabi Isa adalah Nabi yang terkenal di antara nabi-nabi dan rasul-rasul Allah SWT.

Dan agama Islam, menurut Buya Hamka, membantah sekeras-kerasnya tuduhan orang Yahudi bahwa Isa Al Masih bukanlah anak suci. Nabi Isa jelas anak yang suci, yang istimewa, dan mulia karena terlahir dari rahim wanita suci yang pernah Allah ciptakan.

Malaikat Jibril datang untuk mengabarkan kepada Maryam bahwa ia akan dianugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang suci, hal ini termaktub dalam QS Maryam/19:19, Allah SWT berfirman:
Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."

Nabi yang terlahir dengan proses istimewa tersebut dalam Islam tidaklah dianggap sebagai anak Allah SWT. Nabi Isa adalah manusia biasa ciptaan Allah yang diutus untuk memperbaiki jiwa-jiwa yang rusak. 

Wallahu a'lam.

KENAPA DOA TAK DIKABULKAN

KENAPA DOA TAK DIKABULKAN

Di antara penghalang terkabulnya doa adalah meninggalkan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yaitu menegakkan yang benar dan melarang yang salah (amar ma'ruf nahi munkar). Amar ma'ruf nahi munkar dilakukan sesuai kemampuan, yaitu dengan tangan (kekuasaan) jika dia adalah penguasa/punya jabatan, dengan lisan atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada, dikatakan bahwa ini adalah selemah-lemahnya iman seorang mukmin.

"dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik (ma'ruf) dan laranglah mereka dari perbuatan yang munkar." (QS. Luqman : 17)

“Demi Dzat yang jiwaku di Tangan-Nya, hendaknya kalian benar-benar melakukan amar ma’ruf nahi munkar, atau Allah akan menimpakan kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa, tetapi doa kalian tidak dikabulkan.”
(HR. Ahmad dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu)

Jika di dalam suatu masyarakat sudah tak ada lagi semangat untuk beramar ma'ruf nahi munkar, mereka hidup masa bodoh, tak lagi perduli mana yang benar mana yang salah, tak ada lagi saling menasehati dalam kebenaran, tak ada lagi penolakan terhadap perbuatan munkar, maka Allah akan timpakan kepada mereka siksa-Nya, dan jika mereka berdoa, maka Allah tak akan mengabulkannya.

Wallahu a'lam.

TIGA JENIS MENGANTUK KETIKA MEMBACA AL QUR'AN

TIGA JENIS MENGANTUK KETIKA MEMBACA AL QUR'AN:

1. Ketika membaca Al Qur'an terasa mengantuk, dipakai membaca yang lain tetap mengantuk, dialihkan kepada aktifitas apapun yang lain tetap mengantuk juga. Maka ini adalah mengantuk karena memang kurang tidur. Mengantuk kondisi ini solusinya adalah tidur dulu secukupnya. 

2. Ketika membaca Al Qur'an terasa mengantuk, untuk membaca apa saja yang lain juga mengantuk. Tapi kalau dialihkan kepada aktifitas yang lain selain aktifitas membaca, tidak terasa mengantuk. Mengantuk jenis ini biasanya masalah di kesehatan matanya. Solusinya adalah mengobati matanya.

3. Ketika membaca Al Qur'an mengantuk. Tapi ketika membaca yang lain (baca FB, WA, novel, komik, berita, dll) termasuk aktifitas2 yang lain, tidak ngantuk. Hanya mengantuknya pas baca Al Qur'an saja. Mengantuk jenis ini kemungkinan besar yang bermasalah atau yang sakit adalah hatinya. Solusinya adalah bersihkan hati, kuatkan iman, perbaiki pemahaman, dan berbanyak istighfar.

Sufyan bin 'Uyainah meriwayatkan bahwa Utsman Bin Affan ra. berkata :
"Seandainya hati kalian bersih niscaya kalian tidak pernah (merasa) cukup dari (membaca) firman Rabb kalian." (HR. Ahmad)

Arham bin Ahmad Yasin

TELAT SEGALANYA AKIBAT TERBIASA TELAT SHOLAT

*TELAT SEGALANYA GARA-GARA TERBIASA TELAT SHOLAT*

Kata “telat” kerap identik dengan sesuatu yang negatif. Sebab memiliki dampak buruk yang beragam.

Telat makan mengakibatkan munculnya penyakit maag. Telat tidur mengakibatkan rusaknya mood. Telat menikah mengakibatkan sulit memperoleh keturunan. Telat masuk kerja mengakibatkan gaji dipotong.

Namun dibanding berbagai keterlambatan di atas, ternyata ada satu jenis telat yang jauh lebih berbahaya. Yakni telat shalat.

Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَأَى فِى أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا فَقَالَ لَهُمْ: «تَقَدَّمُوا، فَائْتَمُّوا بِى، وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ، لاَ يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ »

Rasulullah ﷺ memperhatikan ada sebagian sahabatnya yang telat dari shaf awal. Maka beliaupun bersabda,
“Majulah dan isilah shaf depan. Bermakmumlah di belakangku. Jamaah di shaf berikutnya mengikuti shaf depannya. Orang yang terbiasa telat shalat, pasti akan dihukum oleh Allah menjadi telat (dalam segala urusannya)”.
[HR. Muslim]

Tahapan Keterlambatan Shalat

Syetan secara bertahap menyesatkan manusia. Mungkin awalnya sekedar tidak mendapatkan shaf pertama. Berikutnya akan ketinggalan takbiratul ihram imam. Di tahap berikutnya akan masbuk, alias ketinggalan raka’at shalat. Lama kelamaan tidak berangkat ke masjid.

Ujung-ujungnya bisa hingga level meninggalkan shalat.
Na’udzubillah min dzalik.

Dampak Buruk Telat Shalat

Banyak orang mengeluh mengapa urusannya serba susah?
Telat rizkinya.
Telat dikabulkan doanya.
Telat pahamnya terhadap ilmu.
Telat sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Bisa jadi berbagai kesulitan di atas adalah efek negatif dari kebiasaan dia telat shalat.

Berbagai dampak buruk di atas belum ada apa-apanya. Masih ada keterlambatan yang lebih mengerikan.
Yakni telat masuk surga!
Sebab harus mendekam dahulu di neraka dalam waktu yang lama.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: "لاَ يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ عَنِ الصَّفِّ الأَوَّلِ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ فِي النَّارِ"

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,
“Orang yang terbiasa telat dari shaf pertama, dia akan ditelatkan untuk keluar dari neraka.”
(HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah. Menurut al-Albaniy hadits ini sahih, kecuali kata “neraka”).

Biasakan Bersegera

Seorang muslim seharusnya menjadikan ibadah shalat sebagai prioritas hariannya. Selalu berusaha menjalankannya di awal waktu. Jika memungkinkan berangkatlah ke masjid sebelum adzan dikumandangkan. Bila belum bisa, begitu terdengar panggilan muadzin, tinggalkan seluruh aktivitas duniawi. Buatlah target untuk tidak ketinggalan takbiratul ihram imam.

Semoga seluruh urusan duniawi dan ukhrawi kita dilancarkan Allah Ta’ala.

Kezholiman Terbesar

Kekufuran dan kesyirikan adalah bentuk kezholiman kepada Allah, maka ia tak layak diberi ucapan "selamat"

"Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezholiman yang besar."
(QS. Lukman : 13)

Sungguh, telah kufur orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu (Isa) Al-Masih putra Maryam."
Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu."
(QS. Al-Maidah: 72)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai 'Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang (pengikutmu), 'Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?'

('Isa) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."
(QS. Al-Ma'idah : 116)

4 FASE BAGI ORANG ZHOLIM

*EMPAT FASE YANG AKAN DILALUI ORANG ZHOLIM*

Banyak orang mengira bahwa hukuman Allah kepada orang zhalim itu harus cepat, langsung setelah kezhaliman.

‏وهذا خطأ ..
‏فالظالم يمر بأربع مراحل لا بد من فهمها جيدا

Ini suatu kekeliruan
Orang zhalim itu melewati 4 fase, ini yang harus dipahami dengan baik oleh kita

المرحلة الأولى :الإمهال والإملاء

‏{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}
‏وفيها يمهل الله الظالم لعله يتوب أو يرجع عما فعل.

Fase Pertama : Al-ImHâl wa Al-Imlâ'
(Pembiaran dan Penangguhan)

‏وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِين(الأعراف : ١٨٣)

"Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku amat tangguh dan terencana, kuat, dan tidak ada yang menandinginya." (Al-A'rôf : 183)

المرحلة الثانية : الاستدراج

Fase Ke-2 : _Al-Istidrôj
(Menarik sedikit demi sedikit kepada kehancuran, dengan memberikan banyak kenikmatan, kesuksesan, kemenangan dan melalaikan mereka untuk mensyukurinya)

 ‏{سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ - الأعراف : ١٨٢}

"..akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui." (Al-A'rôf : 182) 

‏وليس معناة أن تضيق الدنيا عليه، 
لا بل تفتح عليه الدنيا وترتفع الدرجة وتبسط عليه اللذات ويعطيه الله ما يطلب ويرجو بل وفوق ما طلب .
‏لأن الدرج يدل على الإرتفاع
‏والدرك يدل على النزول.

Bukan artinya dunia jadi sempit bagi si zholim.  Akan tetapi, dunia dibukakan baginya, kedudukannya naik, diluaskan baginya segala kelezatan dunia, diberikan keberhasilan, kemenangan. Allah beri dia apa yang dia inginkan dan harapkan, bahkan Allah kasih lebih dari yang dia inginkan. Karena kata 'ad darj' (الدرج) menunjukkan suatu hal yang tinggi/diatas. Sedangkan kata _'ad-dark'_(الدرك) menunjukkan suatu hal yang rendah/dibawah
المرحلة الثالثة : التزيين

Fase ke-3 : _At-Tazyîn (syetan menjadikan indah perbuatan buruk mereka)

 ‏{وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ - العنكبوت : ٣٨}

"...syetan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka."
(Al-'Ankabût : 38)

‏وفيها يموت قلب الظالم فيرى ما يراه حسنا ، بل هو الواجب فعله لم يعد في قلبه حياة ، ليلومه على ما يفعل
Di fase ini, hati si zholim mati. Ia melihat segala tindak tanduknya adalah baik, bahkan ia melihat hal yang dipandangnya itu wajib dilakukan. Kehidupan di hatinya telah mati.

المرحلة الرابعة : الأخذ

Fase ke-4 : Al-Akhdz(Siksa dari Allah)

 ‏{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ - هود: 102}

"Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri² yang berbuat zhalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat". (QS Hûd : 102)

‏وفيها تتنزل العقوبة من الله تعالى على ... الظالم وتكون العقوبة شديدة جدا

Di fase inilah adzab dari Allah turun secara berangsur-angsur kepada si zholim, dan adzabnya amat perih.

احفظوا ‏هذه المراحل جيدا
 { فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا }

Ingat baik² fase² ini !

"Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan adzab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka". (QS Maryam : 84)

Semoga bermanfaat.

Keshalihan Suami Bukan Jaminan Bagi Istri

Keshalihan Suami Bukan Jaminan Bagi Istri

Jika saja kedudukan suami di sisi Allah adalah jaminan baiknya juga kedudukan istri.

Jika saja kedudukan istri otomatis mengikuti kedudukan suami, maka istri Nabi Nuh dan Istri Nabi Luth adalah yang paling berbahagia. Mereka berdua berpaling dari jalan Allah, tetapi ikut masuk surga bersama suami mereka.

Kasihanlah Asiyah, istri Fir'aun. Berjuang dengan keimanannya, tetapi ikut masuk neraka bersama Fir'aun.

Wahai para istri,
Surga dan nerakamu adalah usahamu sendiri, beramal dan bertakwa dengan ilmu. Suamimu hanyalah kawan pendamping. Saling menasehati dan menguatkan agar tetap di jalan Allah. Meskipun perjalanan itu jauh.

Wahai para Istri,
Jangan sekali-kali kedudukan dan kesholihan suamimu membuatmu sombong lagi lalai. Tetap menuntut ilmu dan beramal karena masing-masing memetik amalnya sendiri.

Jangan Menjudge Seseorang Karena Ras

China sebagai ras, tak ada bedanya dengan ras di Indonesia. Sama2 manusia. Yang membedakan hanya beberapa karakter fisiknya.

Tak seorangpun punya hak meminta dari ras mana dia terlahir. Bisa saja ras China, Jawa, Sunda dan sebagainya. Semua menjadi takdir dari yang Maha Kuasa. Manusia tak punya wewenang sama sekali menentukannya.

Kebencian seseorang tidak selayaknya ditujukan kepada ras tertentu. Menjudge seseorang karena ras adalah perbuatan yang tak elok. Menilai seseorang seharusnya dari apa yang diperbuatnya, bukan dari ras mana dia berasal.

Polarisasi yang terjadi saat ini sangat rentan membuat generalisasi terhadap ras tertentu terutama saudara kita yang berdarah China.

Padahal kalau kita mau jujur, tidak semua dari mereka mempunyai sifat yang buruk. Sebagai contoh, ada koh Hanny seorang Tionghoa yang mengabdikan dirinya untuk pengembangan SDM para muallaf, ada Kwik Kian Gie, ahli ekonomi yang pernah menjadi menteri, ada Lieus Sungkharisma seorang aktivis yang kritis terhadap penguasa, ada Soe Hok Gie aktivis mahasiswa di jamannya.

Masih banyak lagi dari mereka yang tak kita kenal satu persatu.

Tuduhan bahwa etnik China identik dengan orang jahat tentu menyakitkan mereka. Padahal mereka tak pernah berharap untuk lahir dari ras ini.

Lebih bijak dalam menjudge seseorang. Hargai setiap perbedaan. Hukumi seseorang dari perbuatan pribadinya, bukan dari etniknya. Sebagaimana kita tak mau etniknya dihina orang dari etnik lain. 

Seseorang dari ras manapun punya peluang yang sama untuk menjadi baik. Dan sebaik2nya manusia di mata Allah adalah yang paling bertaqwa.
Inna aqromakum indallahi atqokum.

Wallahu a'lam.

I’tikaf di Masjid Bukan Syarat Mendapatkan Lailatul Qadar

*I’tikaf di Masjid Bukan Syarat Mendapatkan Lailatul Qadar*

Tentu semua muslim telah tahu keutamaan malam lailatul qadar yang luar biasa. Hanya satu malam tetapi sama nilainya dengan beribadah 1000 bulan. Seribu bulan ini jika dikonversi ke tahun sekitar 83 tahun. Umur manusia saja belum tentu sampai 83 tahun, maka sungguh sangat beruntung mereka yang mendapatkan malam lailatul qadar dan diisi penuh dengan ibadah.

Allah berfirman mengenai keutamaan malam lailatul qadar.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” [Al-Qadar : 1-5]

Malam tersebut sangat diberkahi, Allah berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” [Ad-Dukhan : 3-6]

Sebagian kaum muslimin mungkin bertanya-tanya, apakah ia bisa mendapatkan malam lailatul qadar sedangkan ia tidak i’tikaf di masjid. Tidak semua manusia bisa i’tikaf di masjid pada malam hari. Bisa jadi ia mendapatkan udzur semisal harus bekerja menjaga rumah sakit yang 24 jam atau petugas keamanan yang berjaga 24 jam. Bisa juga orang tersebut memang sedang butuh dengan safar di jalan atau wanita yang sedang haid atau para istri yang sibuk mengurus anak dan bayi di rumah.

Jawabannya adalah mereka bisa mendapatkan malam lailtul qadar, karena i’tikaf di masjid bukanlah syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar dengan keutamaannya.

*Lailatul qadar terkait dengan waktu, bukan dengan tempat.*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan.” (HR. An-Nasai no. 2106, shahih)

Mereka yang tidak i’tikaf seperti musafir, wanita nifas dan haid serta orang yang udzur, bisa mendapatkan malam lailatul qadar jika mereka mengisi dengan beribadah kepada Allah dengan ikhlas pada malam tersebut.

Juwaibir berkata kepada Ad-Dhahaak,

أرأيت النفساء و الحائض و المسافر و النائم لهم في ليلة القدر نصيب ؟ قال : نعم كل من تقبل الله عمله سيعطيه نصيبه من ليلة القدر

“Bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang nifas dan haid, musafir dan orang yang tidur, apakah mereka bisa mendapatkan malam lailatul qadar?”

Ad-Dhahaak menjawab: “Iya, semua orang yang Allah terima amal mereka akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (Al-Lathaif Al-Ma’arif hal. 341)

Semoga kita termasuk orang yang bisa mendapatkan keberuntungan dengan malam lailatul qadar dan mengisinya dengan ibadah yang diterima oleh Allah dan diampuni dosa-dosa kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

*Wallahu a'lam*

KENAPA PAHALA TAHAJJUD, SHOLAT DAN SHAUMKU TAK DICATAT OLEH MALAIKAT

KENAPA PAHALA TAHAJJUD, SHOLAT DAN SHAUMKU TAK DICATAT OLEH MALAIKAT

Pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang rajin sekali tahajjud. Bertahun-tahun dia tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud.

Pada suatu malam ketika hendak mengambil wudhu' untuk tahajjud, Abu dikejutkan oleh kehadiran satu makhluk yang duduk di tepi telaga.

Abu bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah engkau?”

Sambil tersenyum, makhluk itu berkata, “Aku Malaikat utusan Allah."

Abu Bin Hasyim terkejut sekaligus bangga karena telah didatangi oleh malaikat yang mulia.

Abu lalu bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan di sini?”

Malaikat itu menjawab, “Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah.”

Melihat Malaikat itu memegang sebuah kitab tebal, Abu lalu bertanya : “Wahai Malaikat, buku apakah yang engkau bawa?”

Malaikat menjawab; “Di dalamnya terdapat kumpulan nama hamba-hamba pencinta Allah.”

Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dalam hati namanya ada di situ.

Maka ditanyalah kepada Malaikat. “Wahai Malaikat, adakah namaku di situ?”

Abu menyangka namanya ada di dalam buku itu, karena amalan ibadahnya yang tidak putus-putus, selalu mengerjakan sholat tahajjud setiap malam, berdo’a dan juga bermunajat kepada Allah SWT di sepertiga malam, setiap hari.

“Baiklah, biar aku lihat,” kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. Dan, ternyata Malaikat itu tidak menemukan nama Abu bin Hasyim didalamnya.

Tidak percaya, Abu meminta Malaikat mencari sekali lagi.

“Betul, namamu tidak ada di dalam buku ini!” kata Malaikat.

Abu bin Hasyim pun gementar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat. Dia menangis sekuatnya.

“Rugi sekali diriku yang selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajjud dan munajat, tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pencinta Allah,” ratapnya.

Melihat itu, Malaikat berkata, “Wahai Abu bin Hasyim! Bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam ketika yang lain tidur, engkau mengambil air wudhu' dan menahan kedinginan ketika orang lain terlelap dalam kehangatan buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allah menulis namamu.”

“Apakah gerangan yang menjadi penyebabnya?” tanya Abu bin Hasyim.

“Engkau memang bermunajat kepada Allah, tapi engkau pamerkan dengan rasa bangga kemana-mana.

Engkau asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Sedang di kanan kirimu ada orang sakit, ada orang lapar, ada orang sedang sedih, tidak engkau tengok tidak engkau ziarahi.
Mereka itu mungkin ibumu, mungkin saudara kandungmu, mungkin sahabatmu, malah mungkin juga cuma saudara seagama denganmu, atau mungkin cuma sekadar mereka menjadi tetanggamu.
Tidak engkau peduli pada mereka, kenapa?

Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pencinta Allah kalau engkau sendiri tidak pernah mencintai hamba-hamba yang diciptakan Allah?” kata Malaikat itu.

Abu bin Hasyim seperti​ disambar petir di siang hari.

“Dia tersadar hubungan ibadah manusia tidaklah hanya kepada Allah semata (hablumminAllah), tetapi juga kepada sesama manusia (hablumminannas) dan juga kepada alam”

Jangan bangga dengan banyaknya sholat, puasa, zikir karena semua itu belum tentu membuat Allah senang.

Lalu apa yang membuat Allah senang?

Nabi Musa: "Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang?"

Allah SWT: "Sholatmu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan mungkar. Zikirmu itu hanya untukmu sendiri, buat hatimu menjadi tenang. Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri."

Nabi Musa: "Lalu apa yang membuat-Mu senang, Ya Allah?"

Allah SWT: "Sedekah, Infaq, Zakat serta perbuatan baikmu kepada sesama.

Ketika hamba-Ku yang sedang kesulitan merasa bahagia karena sedekahmu, Itulah yang membuat AKU senang."

(Dikutip dari Kitab Mukasyafatul Qulub Karya Imam Al Ghazali)

MASJID DITUTUP, KOK PASAR MASIH DIBUKA?

Ada yang bilang begini :

“Keluar rumah berani. Ke pasar berani. Ke ruang publik berani. Giliran ke masjid takut corona?”

“Tidak berjama’ah ke masjid, tapi masih keluar buat bekerja. Situ waras?!”

“Ke ATM berani, ke pasar berani, ke warung berani. Giliran ke masjid ga berani takut corona katanya. Antum waras?”

Mari coba kita pelajari dan luruskan.

Komentar-komentar di atas, didasari oleh analogi (qiyas) antara masjid dan pasar. Apakah analogi tersebut sudah tepat?

Tepat tidaknya, silahkan pembaca simpulkan sendiri setelah membaca catatan-catatan berikut:

Pertama, menganalogikan pasar dengan Masjid, adalah bentuk perendahan kepada kemuliaan Masjid.

Kami teringat sebuah syair yang sangat menyinggung tentang hal ini,

وكيف يقال البدر أضوا من السها *** وكيف يقال الدر خير من الحصا
ألم ترى أن السيف يزري بقدره *** إذا قيل هذا السيف أمضى من العصا

Bagaimana bisa dikatakan purnama lebih terang dari bintang kecil. Dan kerikil permata lebih berharga dari kerikil.
Bukankah martabat pedang akan berkurang, saat dikatakan pedang lebih tajam dari kayu?!

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah. Sementara pasar adalah tempat yang paling dibenci oleh Allah. Bagaimana bisa kedua hal ini dibandingkan?!

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid – masjid. Adapun tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasar. (HR. Muslim)

Bagaimana bisa dibandingkan, tempat turunnya rahmat Allah dan para malaikat, dengan tempat berkumpulnya maksiat dan kefasikan (kecuali yang dirahmati Allah)?!

Ini alasan pertama bahwa analogi masjid dengan pasar dalam kasus corona, tidak nyambung atau apple to apple.

Kedua, masjid ada pengganti, sementara pasar tidak.

Melaksanakan sholat, bisa dimanapun asalkan tempatnya suci. Nabi shalallahu alaihi wa sallam yang mengatakan,

جعلت لي الأرض مسجدا وطهورا

“Seluruh bumi telah dijadikan tempat sujud (masjid) untukku, dan sarana bersuci.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sementara pasar tidak sefleksibel tempat sholat. Pasar tidak bisa digantikan. Masyarakat butuh makanan pokok, kebutuhan sehari-hari, obat-obatan dll. Mereka tak bisa menemukan itu di rumah, di sawah, di hutan, di gunung, di gua, di tengah gurun pasir. Itu semua hanya bisa didapatkan di pasar.

Sehingga meski masjid ditutup karena alasan pencegahan corona, ibadah sholat tetap bisa dilaksanakan di rumah. Adapun jika pasar, toko, mall semua ditutup, kebutuhan makan dan kesehatan masyarakat tidak bisa terpenuhi. Padahal menjaga nyawa juga kewajiban.

Oleh karenanya para ulama hanya menghimbau menutup masjid, bukan pasar. Karena kewajiban melaksanakan sholat di masjid dapat tergantikan, masih bisa ditunaikan di tempat selain masjid. Sementara kewajiban memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, tak dapat tergantikan, hanya bisa didapat di pasar, tak bisa digantikan.

Ketiga, perkumpulan masa di masjid, sifatnya berulang setiap hari, sementara di pasar, tidak.

Di masjid kita berkumpul dengan jama’ah lainnya setiap hari, bahkan sehari lima kali. Sementara orang belanja ke pasar tidak setiap hari, cukup sepekan sekali atau dua pekan sekali atau sebulan sekali.

Keempat, physical distancing sangat susah dilakukan di masjid, sementara di pasar lebih mudah.

WHO merekomendasikan menjaga jarak fisik sekurangnya satu meter, dalam rangka pencegahan virus Corona. Karena jangkauan drobplet yang menjadi media penyebaran virus Corona, adalah sekitar satu meter.

Di masjid kita dituntut untuk merapatkan shaf, atau setidaknya berdekatan. Kemudian karpet, sajadah masjid atau lantai tempat sujud, berhubungan langsung dengan mulut dan hidung, yang menjadi sumber penyebaran dan penularan virus Corona.

Ini menyebabkan penyebaran corona lebih cepat di masjid. Adapun di pasar, physical distancing lebih mudah diupayakan. Karena ruangnya yang lebih bebas dan luas.

Kemudian berikut ini kami tambahkan bantahan terhadap nyinyiran di atas, yang kami kutip dari penjelasan Ustadz kami Yulian Purnama -hafidzohullah- yang beliau tulis di laman Facebook beliau :

Kelima, ini hanya produk akal-akalan, beragama tidak pakai akal-akalan seperti ini. Namun dengan timbangan dalil dan kaidah-kaidah syar’iyyah. Makanya kata Ibnul Qayyim, “kebanyakan kesesatan manusia disebabkan karena analogi akal yang rusak”.

Keenam, yang mengatakan seperti ini atau yang nge-share, jika menyebabkan orang-orang terkena wabah hingga meninggal, maka ia menanggung dosa membunuh orang lain.

Ketujuh, orang yang mengatakan ini, kalau ingin konsisten menggunakan kaidah di atas, berarti ketika ada orang positif terkena covid-19 atau terduga, maka tidak boleh dilarang ke masjid dan jama’ah masjid tidak boleh menghindar. Yang penting berani dan tawakal! Apakah bisa konsisten menerapkan kaidahnya?

Kedepan, Islam menjaga nyawa manusia. Maka tidak ada dalam syariat Islam, ajaran yang membahayakan nyawa manusia. Maka shalat jama’ah ketika membahayakan nyawa manusia boleh untuk tidak diadakan. Ini bagian dari syariat Islam. Dan ini bukan kompetisi berani-beranian, ini masalah menjaga nyawa manusia.

Kesembilan, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan shalat di rumah ketika ada hujan dan juga memerintahkan orang yang makan bawang, untuk pulang, juga beliau pernah menjamak shalat padahal tidak ada hujan dan tidak ada ketakutan.

Semuanya dalam rangka mendahulukan menghindari mafsadah daripada mencari maslahah. Apakah kita akan nyinyir kepada beliau, “sama hujan koq takut, sama bau bawang koq takut, tidak ada hujan koq takut?”. Allahul musta’an.

Kesepuluh, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk lari dari wabah sebagaimana lari dari singa, dan memerintahkan jangan masuk ke daerah wabah, dan memerintahkan diam di rumah ketika terjadi wabah. Apakah juga akan nyinyir kepada beliau, “sama wabah koq takut?”.

Kesebelas, kaum Muslimin ketika di Makkah shalat dengan sembunyi-sembunyi. Bahkan sampai ada yang shalat di kandang kambing. Karena jika terang-terangan shalat, apalagi di depan Ka’bah, maka akan diganggu oleh kaum Quraisy dan akan terancam nyawa mereka. Apakah kita juga akan nyinyir, “ke pasar berani, shalat ke masjid koq takut sama orang kafir?”. Dan imbauan shalat di rumah di masa wabah ini juga alasannya sama, untuk menjaga nyawa.

Keduabelas, perbandingan yang dilakukan tidak apple-to-apple. Disebut juga qiyas fasid (analogi yang rusak). Karena ke masjid untuk shalat jama’ah atau shalat jum’at ini merupakan bentuk kumpul-kumpul, yang ini bisa jadi sebab penyebaran wabah. Sedangkan ke ATM, ke warung, ke minimarket, ini bukan kumpul-kumpul. Maka perbandingannya keliru.

Ketigabelas, orang yang beraktifitas ke luar rumah di masa wabah ini bermacam-macam. Ada yang memang boleh keluar karena ada kebutuhan dan ada yang seharusnya tidak boleh keluar. Namun intinya, kita tidak bisa memaksa semua orang untuk tetap di rumah. Dan tidak bisa menutup semua tempat-tempat agar tidak didatangi orang. 

Andaikan ada yang bisa, mungkin itulah pemerintah. Adapun kita, tidak bisa. Maka ingat kaidah “sesuatu yang tidak bisa diraih semuanya, jangan tinggalkan semuanya”. Dengan kata lain, usahakan yang mampu kita usahakan. Masjid, masih bisa kita usahakan untuk di tutup.

Maka ini kita usahakan untuk meminimalisir penyebaran wabah. Adapun tempat-tempat lain seperti pasar, kantor, pabrik, kafe, restoran, maka kita orang biasa tidak bisa menutupnya. Kecuali kalau kaidahnya, “sesuatu yang tidak bisa diraih semuanya, ya sudah tinggalkan semuanya”. Ngga bisa tutup semua tempat, maka buka saja semuanya.

Keempat belas, tidak shalat di masjid bukan berarti tidak shalat dan tidak ibadah. Tetap shalat dan beribadah di rumah. Jadi ibadahnya tidak berkurang sama sekali. Maka tidak benar jika seolah menganggap orang yang tidak ke masjid di masa wabah ini sebagai orang yang kurang ibadahnya. Walhamdulillah, Allah jadikan bumi seluruhnya bisa jadi tempat ibadah, tidak terbatas di masjid.

Semoga Allah ta’ala memberi taufik.

Wallahua’lam bis showab.

Referensi :
– Matsarot Al-Gholat fil Istidlal ‘Ala Ighlaaqi Al-Masajid Li ajli Corona, karya Syekh Dr. Muhammad Al-Mula Al-Jufairi.

Hamalatul Quran Yogyakarta, 17 Sya’ban 1441 H
Ditulis oleh : Ust.Ahmad Anshori

Bahaya Ghazwul Fikri

Perang salib dalam arti peperangan fisik sudah berakhir. Namun, satu hal yang harus disadari oleh kaum muslimin, peperangan yang bersifat non fisik sejatinya masih terus berlangsung hingga saat ini. Peperangan inilah yang kemudian disebut dengan istilah al-ghazwul fikri.

Secara bahasa, ghazwul fikri terdiri dari dua kata yaitu ghazwah dan fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan fikr berarti pemikiran. Jadi, secara bahasa ghazwul fikri diartikan sebagai invansi pemikiran.

Sebagian orang menyebut ghazwul fikr dengan istilah perang ideologi, perang budaya, perang urat syaraf, dan perang peradaban. Intinya, ia adalah peperangan dengan format yang berbeda, yaitu penyerangan yang senjatanya berupa pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda, dialog dan perdebatan.

Konon, orang yang pertama kali menyadari pentingnya metode baru dalam menaklukkan Islam adalah Raja Louis IX. Setelah ditawan oleh pasukan muslim di Al-Manshuriyah Mesir pada perang salib ke VII tahun 1254 M, di dalam memoarnya ia menulis: “Setelah melalui perjalanan panjang, segalanya menjadi jelas bagi kita. Kehancuran kaum muslimin dengan jalan konvensional (perang fisik) adalah mustahil. Karena mereka memiliki metode yang jelas dan tegas diatas konsep jihad fii sabilillah. Dengan metode ini, mereka tidak pernah mengalami kekalahan militer.” 

Ia melanjutkan: “Barat harus menempuh jalan lain (bukan militer). Yaitu jalan ideologi dengan mencabut akar ajaran itu dan mengosongkannya dari kekuatan, kenekatan dan keberanian. Caranya tidak lain adalah dengan menghancurkan konsep-konsep dasar Islam dengan berbagai penafsiran dan keragu-raguan.”

Dalam artikel berjudul: “Serial Perang Salib Modern #3: Perang Salib, Benarkah?” disebutkan bahwa Raja Louis IX berkata: ”Tidak mungkin meraih kemenangan atas umat Islam melalui peperangan. Kita hanya akan bisa mengalahkan mereka, dengan cara sebagai berikut: 
(a) menimbulkan perpecahan di kalangan pemimpin umat Islam. Jika sudah terjadi, perluaslah ruangnya sehingga perselisihan ini menjadi faktor yang melemahkan umat Islam.
(b) Tidak memberi peluang berkuasanya seorang penguasa yang shalih di negeri-negeri Islam dan Arab.
(c) merusak pemerintahan di negara-negara Islam dengan suap, kerusakan dan wanita sehingga fondasi bangunan terpisah dengan puncak bangunan.
(d) mencegah munculnya tentara yang meyakini hak atas tanah airnya, rela berkorban demi membela prinsip tanah airnya.
(e) mencegah terbentuknya persatuan bangsa Arab di kawasan Arab. 
(f) Membuat sebuah negara Barat di tengah kawasan Arab, mulai dari Ghaza di sebelah selatan, sampai Antokia di sebelah utara, kemudian ke arah timur, terus memanjang sampai ke Barat.

Sebelum menyimpulkan pengertian ghazwul fikri, perlu diketahui empat kata kunci dan target dari ghazwul fikri ini.

Ifsadul akhlak (merusak akhlak), yaitu memporak-porandakan etika dan moral kaum muslimin sehingga tidak lagi berakhlak sesuai etika dan moral ajaran Islam. Kaum muslimin diserbu dengan budaya permissivisme (paham serba boleh), hedonisme (paham memburu kelezatan materi), gemar bersenang-senang, melepaskan insting tanpa kendali, berlebih-lebihan dalam memuaskan kesenangan perut, mencabut nilai-nilai kesopanan, kesantunan, dan rasa malu dari kalangan pria maupun wanita.

Tahthimul fikrah (menghancurkan pemikiran), yaitu mengacaukan pemahaman kaum muslimin dengan memunculkan berbagai macam isme-isme yang asing dan bertentangan dengan ajaran Islam, seperti: atheisme, materialisme, komunisme, liberalisme, dan lain-lain.

Idzabatus syakhshiyyah (melarutkan kepribadiaan), yaitu menggoyahkan sikap hidup kaum muslimin sehingga enggan beramar ma’ruf nahi munkar dan bahkan bersikap mujamalah (basa-basi), toleran atau ikut-ikutan kepada orang-orang yang menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam. Misalnya dengan dalih HAM, tidak sedikit kaum muslimin ikut-ikutan mentolerir, bahkan melegalkan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Contoh: lesbian, gay, biseksual, dan transgander (LGBT).

Ar-Riddah (murtad), yaitu melepaskan kewajiban agama, mengingkarinya, bahkan keluar dari agama.

Target dari ghazwul fikri ini adalah berubahnya pribadi-pribadi muslim sehingga menjadi orang-orang yang memberikan al-wala-u lil kafirin (loyalitas, kesetiaan, dan kecintaan kepada orang-orang yang ingkar kepada Allah Ta’ala).

Menurut Ali Abdul Halim Mahmud seorang doktor dari Al Azhar Mesir, ghazwul fikri merupakan suatu upaya untuk menjadikan:

Bangsa yang lemah atau sedang berkembang, tunduk kepada negara penyerbu.

Semua negara, negara Islam khususnya, agar selalu menjadi pengekor setia negara-negara maju, sehingga terjadi ketergantungan di segala bidang.

Semua bangsa, bangsa Islam khususnya, mengadopsi ideologi dan pemikiran kafir secara membabi buta dan serampangan, berpaling dari manhaj Islam, Al Quran dan Sunnah.

Bangsa-bangsa mengambil sistem pendidikan dan pengajaran negara-negara penyerbu.

Umat Islam terputus hubungannya dengan sejarah masa lalu, sirah nabinya dan salafus saleh.

Bangsa-bangsa atau negara-negara yang diserbu menggunakan bahasa penyerbu.

Ghazwul fikri adalah upaya melembagakan moral, tradisi, dan adat-istiadat bangsa penyerbu di negara yang diserbunya.

Sejak awal, Islam telah memperingatkan kaum muslimin agar waspada terhadap orang-orang kafir dan munafik yang selalu berupaya menyesatkan mereka,

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah.” (QS. An-Nisa, 4: 89)

*****

Dapat disimpulkan pengertian ghazwul fikri adalah serangan pemikiran, ide, budaya, dan propaganda yang dilancarkan suatu bangsa/peradaban kepada bangsa/peradaban lain sehingga mengalami kelemahan mental dan dapat dikuasai untuk kepentingan mereka.

Wallahu A’lam.

Beda Orang Cerdas dan Bodoh, Cek 5 Sikap Berikut

Beda Orang Cerdas dan Bodoh, Cek 5 Sikap Berikut

Dunia penuh bermacam manusia dengan tingkat intelegensia masing-masing. Hampir semua orang merasa dirinya cerdas walaupun sulit mengukur kecerdasan diri sendiri.


Intelegensia sangat penting dalam kehidupan, khususnya dalam karier profesional. Kecerdasan bisa menjadi aset terbaik demi karier. Persoalannya adalah banyak orang yang merasa pintar tetapi sebenarnya tidak begitu. Menurut Independent.co.uk, berikut lima perbedaaan fundamental antara orang cerdas dan orang bodoh.

1. Orang bodoh menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri
Kebiasaan menyalahkan orang lain adalah perilaku tidak profesional yang tidak akan pernah dilakukan orang cerdas. Orang yang secara konsisten menutupi kesalahannya dengan menyalahkan orang lain menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya dia.

2. Orang bodoh merasa paling benar sepanjang waktu
Dalam sebuah konflik, orang yang cerdas lebih mampu berempati pada orang lain dan mengerti argumentasi mereka. Orang cerdas mampu mengintegrasikan pendapat orang lain dengan pikirannya tanpa meremehkan pandangan orang lain.

Sebaliknya orang bodoh selalu merasa perlu untuk berargumentasi dengan orang lain untuk memastikan bahwa dirinya yang paling benar. Bias kognitif yang dialami orang bodoh membuatnya tidak mampu untuk melihat kemampuan sendiri sehingga selalu merasa dirinya superior.

3. Orang bodoh bereaksi terhadap konflik dengan kemarahan
Si cerdas juga bisa marah, tetapi marah yang bijaksana. Berbeda dengan orang bodoh yang bereaksi berlebihan dalam segala hal yang tidak menyenangkan hatinya.

4. Orang bodoh mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain
Orang cerdas cenderung mampu berempati dengan keadaan orang lain. Tetapi, orang bodoh selalu mementingkan dirinya sendiri. Dia cenderung tidak mampu untuk melihat kebutuhan dan perasaan orang lain dengan karena egonya.

5. Orang bodoh merasa lebih baik dari siapa pun
Orang cerdas cenderung mampu memotivasi atau menolong orang lain. Hal ini dilakukan karena mereka percaya diri akan kemampuan sendiri tanpa takut dikalahkan orang lain. Sedangkan orang bodoh akan melakukan segala cara agar dirinya terlihat lebih baik dari orang lain. Mereka percaya bahwa dirinya jauh lebih baik dari semua orang.

Kisah Copet

COPET TSM

1. Ada copet di KRL berjumlah 5 orang Pembagian perannya sudah diatur :

*Yang pertama* bertugas mencopet

*yang kedua*  bertugas menerima hasil copetan

*yang ketiga*  bertugas membully korban

*yang keempat* bertugas memprovokasi

*yang kelima* bertugas menjadi juru damai.

2. Saat kecopetan, si korban sudah berhasil memegang tangan orang yg mengambil HP di saku celananya. Tapi HP sdh dialihkan ke teman copet yang kedua.

3. Korban berdebat dengan copet. Tapi copet bilang "mana buktinya"

4. Copet ketiga bilang setengah berbisik, sok akrab, "Hati hati lho, kamu jangan asal tuduh ya"

5. Copet keempat menimpali dan bilang,"Jangan ngotot kalau tidak ada bukti, nanti malah kamu yang diteriakin maling"

6. Copet kelima bilang,"Sudah sudah jangan ribut di KRL. Ikhlasin saja, mungkin belum rejeki kamu. Nanti beli aja lagi yang lebih bagus"

7. Si korban menyerah. Dia pikir semua berjalan normal. Dia gak tahu siapa mereka. Padahal mereka berlima bersekongkol.

Berteman Dengan Orang Shalih

Manusia itu laksana sekawanan burung, sebagaimana peribahasa "birds of a feather flock together" manusia memiliki naluri untuk berkumpul dengan sejenisnya. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang shalih, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shalih.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” [At-Taubah/9:119]

Seorang Muslim hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan orang yang shalih sebagai kawan-kawannya.

Jangan merasa rendah bergaul dengan orang-orang yang taat, walaupun mereka kekurangan secara duniawi, namun mereka memiliki derajat di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Allah Azza wa Jalla berfirman:

"Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” [Al-Kahfi/18: 28]

Di dalam ayat ini terdapat perintah untuk berkawan dengan orang-orang baik, menundukkan jiwa untuk berkawan dan bergaul dengan mereka, walaupun mereka adalah orang-orang miskin, karena sesungguhnya berkawan dengan mereka terdapat faedah-faedah yang tidak terbatas.

Namun hal ini bukan berarti kita tidak boleh mengenal semua orang. Mengenal semua orang dibolehkan, namun kita jangan menjadikan kawan dekat kecuali orang-orang yang shalih. Kita harus memilih kawan-kawan yang baik untuk keselamatan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat. [HR. Abu Dawud]

Berkawan dengan orang-orang shalih akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan amal-amal yang shalih. Sedangkan berkawan dengan orang-orang yang buruk akan menghalangi semua itu. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ﴿٢٧﴾ يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾ لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya (yakni: sangat menyesal), seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. [Al-Furqan/25: 27-29]

Sebaliknya Allah melarang orang beriman menjadikan orang kafir sebagai kawan akrab, dan ancaman kehilangan pertolonganNya bagi orang yang melanggar larangan ini.

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri akan (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Qs: Ali Imran: 28).

Inilah ajaran agama kita, ajaran mulia dari Allah Azza wa Jalla, dan dari Rasul yang utama, untuk keselamatan kita bersama.

Wallahu a'lam.

The World’s Five Most Important Oil Fields

The world still relies overwhelmingly on conventional oil production from existing fields, many of which are in decline. The Middle East has dominated the world of oil for half a century and as the list below shows, it remains king. Here are the top five most important oil fields in the world.

1.  Ghawar (Saudi Arabia) The legendary Ghawar field has been churning out oil since the early 1950s, allowing Saudi Arabia to claim the mantle as the world’s largest oil producer and the only country with sufficient spare capacity to act as a swing producer. Holding an estimated 70 billion barrels of remaining reserves, Ghawar alone has more oil reserves than all but seven other countries, according to the Energy Information Administration. Some oil analysts believe that Ghawar passed its peak perhaps a decade ago, but Saudi Arabia’s infamous lack of transparency keeps everyone guessing. Nevertheless, it remains the world’s largest oil field, both in terms of reserves and production. It continues to produce 5 million barrels per day (bpd).

2.  Burgan (Kuwait) Just behind Ghawar is another massive oil field located in the Middle East. The Burgan field was originally discovered in 1938, but production didn’t begin until a decade later. The field holds an estimated 66 to 72 billion barrels of reserves, which accounts for more than half of Kuwait’s total, and it produces between 1.1 and 1.3 million bpd.

3.  Safaniya (Saudi Arabia) The Safaniya field is the world’s largest offshore oil field. Located in the Persian Gulf, the Safaniya field is thought to hold more than 50 billion barrels of oil. It is Saudi Arabia’s second largest producing field behind Ghawar, churning out 1.5 million bpd. Like Saudi Arabia’s other fields, Safaniya is very mature as it has been producing for nearly 60 years, but Saudi Aramco is working hard to extend its operating life.

4.  Rumaila (Iraq) Iraq’s largest oil field is the Rumaila, which holds an estimated 17.8 billion barrels of oil. Located in southern Iraq, Rumaila was highly sought after when the Iraqi government put blocks up for bid in 2009. BP and the China National Petroleum Corporation (CNPC) are working together to develop the giant field along with Iraq’s state-owned South Oil Company. The field now produces around 1.5 million bpd, but its operators have plans to boost that production to 2.85 million bpd over the next couple of years.

5.  West Qurna-2 (Iraq) Also located in southern Iraq, the West Qurna-2 field is Iraq’s second largest, holding nearly 13 billion barrels of oil reserves. The West Qurna field was divided in two and auctioned off to international oil companies. Russia’s Lukoil took control of West Qurna-2 and successfully began production earlier this year at an initial 120,000 bpd. Lukoil plans on lifting production to 1.2 million bpd by the end of 2017. The neighboring West Qurna-1 field – operated by a partnership of ExxonMobil, BP, Eni SpA, and PetroChina – holds 8.6 billion barrels of oil reserves. They hope to increase production from 300,000 bpd to more than 2.3 million bpd over the next half-decade.

It’s clear that the Middle East is still the center of the universe when it comes to oil. Despite their age, these supergiants remain the oil fields of tomorrow. And as the tight oil revolution in the U.S. plays out, these fields will remain, and the world will continue to depend heavily on the fortunes of a few countries in the Middle East

By Nick Cunningham of Oilprice.com

11 Tanda Orang dengan EQ Lemah

Ini 11 Tanda Orang dengan EQ Lemah, Salah Satunya Mudah Tersinggung!

Intisari-Online.com—Tidak seperti intellectual quotient (IQ), sebenarnya emotional quotient (EQ) lebih mudah untuk ditempa.

Sebab EQ berbicara soal pilihan hidup dan disiplin.

EQ juga tidak diukur dengan standar angka, namun akan terlihat dari cara hidup setiap hari.

Bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah EQ kita lemah atau kuat?

Berikut ciri-ciri dan tanda orang dengan EQ lemah seperti yang dilansir di Huffingtonpost.com:

1. Gampang stres

Saat ada situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi.

Ia membiarkan dirinya dikuasai berbagai emosi yang tidak perlu. Sehingga pikiran dan perasaannya kacau.

Sebaliknya, orang yang memiliki EQ yang kuat cenderung mampu mengendalikan stres dan mengelola mood. Sehingga ia jauh dari stres.

2. Tidak tegas pada diri sendiri

Orang yang memiliki EQ yang baik mampu menyeimbangkan sikap, perilaku, dan pikirannya. Ia memiliki batasan-batasan tertentu pada dirinya.

Sehingga hal-hal yang membuat kualitas hidupnya memburuk akan dibuangnya. Istilahnya ia tegas terhadap dirinya sendiri.

Sedangkan orang yang lemah EQ biasanya menjalani hidup semaunya, tanpa prinsip dan batasan.

3. Tidak mengenal emosinya sendiri

Semua manusia pasti memiliki emosi, namun tidak semua orang mengenal emosi yang dialaminya.

Penelitian membuktikan hanya 36% orang bisa mengenal dan mengendalikan emosinya.

Sebaliknya orang yang lemah EQ biasanya tidak mampu mengenal emosinya sendiri.

Sehingga ia gampang jatuh dalam kesalahpahaman, konflik, dan emosi-emosi beracun lainnya. Ia cenderung merasa buruk, sensitif, frustasi, dan cemas. 

4. Mudah berasumsi dan sangat mempercayai asumsinya sendiri

Orang yang lemah EQ biasanya cepat untuk berasumsi dan beropini. Tanpa mencari bukti, ia selalu mempercayai asumsinya.

Bahkan ketika sudah ditemukan fakta dan kebenarannya pun, kalau itu bertentangan dengan asumsinya, ia akan menolaknya.

5. Menyimpan dendam

Emosi negatif seperti menyimpan dendam dan keinginan untuk membalas dendam biasanya timbul pada orang yang lemah EQ.

Hal ini merupakan salah satu respons karena tidak mampu mengendalikan stres.

6. Sering jatuh dalam kesalahan yang sama

Orang dengan EQ lemah sulit melupakan kesalahan orang lain maupun kesalahan diri sendiri.

Ia sering jatuh pada kesalahan yang sama tanpa upaya untuk memperbaiki kesalahan itu.

Padahal membiarkan diri terus berada dalam kesalahan yang sama bisa menghancurkan kualitas hidup.

7. Sering salah paham pada orang lain

Salah satu tanda EQ lemah adalah sulit untuk memahami intensi orang lain. Ia sering salah paham akan perkataan maupun perilaku orang lain.

Rasanya sulit baginya untuk berpikir dengan pikiran dan perasaan yang lebih terbuka untuk memahami maksud dan tujuan orang lain kepadanya.

8. Tidak mengenali dirinya sendiri

Semua orang, untuk mengendalikan diri perlu mengenali emosi dan sifatnya. Misalnya hal-hal apa yang membuatnya marah, senang, sedih, dan emosi lainnya.

Nah, orang yang lemah EQ biasanya tidak bisa memahami itu. Itulah sebabnya ia bersikap seperti orang yang tidak memiliki pendirian.

9. Tanpa ekspresi, malah tidak bisa marah

EQ yang baik tidak hanya soal sikap yang manis dan baik, namun juga kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jika sedih, menangis.

Kalau senang, ya tertawa. Orang yang lemah EQ tidak mengetahui hal ini. Bahkan ada orang yang tidak bisa menunjukkan kemarahan pada dirinya.

Padahal menyimpan amarah itu tidak sehat.

10.  Menyalahkan orang lain akan apa yang dirasakannya

Emosi manusia itu timbul dari dalam diri, bukan dari luar. Namun orang yang lemah EQ tidak memahami konsep ini.

Untuk hal-hal yang dirasakannya, ia malah menyalahkan orang lain. Ia merasa bahwa orang lain harus bertanggung jawab atas apa yang dirasakannya sendiri.

11. Gampang tersinggung

Orang yang lemah EQ gampang tersinggung karena ia sendiri kurang percaya diri dan pikirannya tertutup.

Bahkan kadang, orang bercanda saja dianggap serius. Akhirnya ia tersinggung hingga menyimpan dendam.

(Tika Anggreni Purba)



Kemenangan Harus Diupayakan


Kemenangan Harus Diupayakan

Oleh: DR. Muhammad Arifin Badri

Nabi Musa 'Alaihissalam tetap diperintahkan berusaha, walau usahanya menurut nalar manusia dan kebiasaan, tiada artinya, yaitu memukulkan tongkat ke lautan.

Allahu Akbar! Tatkala sisa usaha yang bisa ia lakukan diiringi dengan kesempurnaan tawakkal, maka menghasilkan buah yang luar biasa, di luar nalar manusia.

Maryam 'Alaihassalam, yang sedang lapar, dan dalam kondisi lemah karena baru saja melahirkan, diperintahkan untuk berusaha mendapatkan makanan, yaitu menggoyangkan batang pohon kurma.

Hasilnya sungguh luar biasa, walau dengan sisa tenaganya yang lemah, buah kurma masak yang segar berjatuhan di hadapan Maryam.

Padahal Allah Ta'ala berkuasa untuk membelah lautan dan menjatuhkan buah kurma tanpa perlu memerintahkan mereka berdua untuk menjalani usaha yang sangat kecil nilainya.

Demikian pula dengan Rasulullah ketika berhijrah, sejatinya Allah kuasa menyelamatkan beliau tanpa harus bersembunyi di dalam gua yang sempit dan kecil.

Namun itulah Sunnatullah, beliau harus memberi keteladanan bahwa tawakkal bukan berarti berpangku tangan, namun tetap menjalankan usaha bahkan sisa usaha yang masih bisa dilakukan, dan selanjutnya percayakan hasilnya kepada Allah Ta'ala Yang Maha Kuasa.

Orang Kafir akan Kekal di Neraka

Orang Kafir akan Kekal di Neraka

Sebaik apapun orang kafir, dan mati dalam keadaan tetap kafir, maka dia akan kekal di Neraka. Yang menetapkan demikian adalah Allah dan RasulNya.

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أهل النار

“Tidaklah seseorang dari umat ini baik dari kalangan Yahudi maupun Nasrani yang mendengar ajaranku kemudian mati dalam keadaan tidak beriman kepada ajaran yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka” (HR. Muslim).

Beliau pernah melihat lembaran Taurat di tangan Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, lalu beliau bersabda:

أمتهوكون يا ابن الخطاب؟ لقد جئتكم بها بيضاء نقية، لو كان موسى حيا واتبعتموه وتركتموني ضللتم

“Apakah engkau termasuk orang yang bingung wahai Ibnul Khathab? Sungguh aku datang kepada kalian dengan membawa ajaran yang putih bersih. andaikan Musa hidup saat ini, lalu kalian mengikuti syariat Nabi Musa dan meninggalkan syariatku, maka kalian akan tersesat.”

dalam riwayat lain:

لو كان موسى حياً ما وسعه إلا اتباعي

“andaikan Musa hidup saat ini, tidak ada kelonggaran baginya kecuali mengikuti syariatku.”

Maka Umar bin Khathab pun mengatakan:

رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد نبياً

“Aku telah ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku” (HR. An Nasa-i, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami', no. 5308).

Maka waspada terhadap paham pluralisme yang berkeyakinan bahwa semua agama sama, yang membahayakan akidah kaum Muslimin.