syirik

*Jauhi Perbuatan Syirik*

Dukun, orang pintar, ataupun seseorang yang mengatasnamakan kyai, ajengan, ustadz, syeikh tapi mengada-adakan amalan ritual di luar syariat dan tidak pernah dicontohkan Nabi maka hukumnya bathil dan tertolak.

Haram hukumnya membenarkan apalagi meniru ritual mereka.

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”. (HR. Muslim).

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Quran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad).

Perbuatan syirik kepada Allah termasuk dosa besar dan tidak akan diampuni oleh Allah kecuali pelakunya bertaubat.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)

“Sesungguhnya orang yang berbuat syirik terhadap Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72)

Orang yang mati dalam keadaan belum bertaubat dari kesyirikan. Maka mereka akan diadzab di neraka. Adapun orang yang sudah bertaubat dari kesyirikan, Allah Ta’ala ampuni dosanya.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar: 53)

Wallahu a'lam.