Kemenangan Harus Diupayakan


Kemenangan Harus Diupayakan

Oleh: DR. Muhammad Arifin Badri

Nabi Musa 'Alaihissalam tetap diperintahkan berusaha, walau usahanya menurut nalar manusia dan kebiasaan, tiada artinya, yaitu memukulkan tongkat ke lautan.

Allahu Akbar! Tatkala sisa usaha yang bisa ia lakukan diiringi dengan kesempurnaan tawakkal, maka menghasilkan buah yang luar biasa, di luar nalar manusia.

Maryam 'Alaihassalam, yang sedang lapar, dan dalam kondisi lemah karena baru saja melahirkan, diperintahkan untuk berusaha mendapatkan makanan, yaitu menggoyangkan batang pohon kurma.

Hasilnya sungguh luar biasa, walau dengan sisa tenaganya yang lemah, buah kurma masak yang segar berjatuhan di hadapan Maryam.

Padahal Allah Ta'ala berkuasa untuk membelah lautan dan menjatuhkan buah kurma tanpa perlu memerintahkan mereka berdua untuk menjalani usaha yang sangat kecil nilainya.

Demikian pula dengan Rasulullah ketika berhijrah, sejatinya Allah kuasa menyelamatkan beliau tanpa harus bersembunyi di dalam gua yang sempit dan kecil.

Namun itulah Sunnatullah, beliau harus memberi keteladanan bahwa tawakkal bukan berarti berpangku tangan, namun tetap menjalankan usaha bahkan sisa usaha yang masih bisa dilakukan, dan selanjutnya percayakan hasilnya kepada Allah Ta'ala Yang Maha Kuasa.