Unsur Kimia dalam Penciptaan Manusia menurut Al Qur’an

Al Qur’an menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam unsur/tahapan.

Pertama : Di surat Ar Rahman ayat 14: “Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)”. Yang dimaksudkan dengan kata “Shal-shal” di ayat ini ialah : Tanah kering atau setengah kering yakni “Zat pembakar” atau Oksigen.

Kedua : Di ayat itu disebutkan juga kata “Fakhkhar”, yang maksudnya ialah “Zat Arang” atau Carbonium.

Ketiga : Di surat Al Hijr, ayat 28: “dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)” . Kata “Hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogenium.

Keempat : Di surat As Sajadah ayat 7: “Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada tanah”. Yang dimaksud dengan kata “Thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogenium.

Kelima : Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari pada Tanah Liat”. Yang dimaksud dengan kata “Lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum.

Keenam : Di Surat Ali Imran ayat 59: “ Dia (Allah) menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya “jadilah engkau, lalu berbentuk manusia”. Yang dimaksud dengan kata “Turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.

Ketujuh : Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)”

Dari tujuh ayat Al Qur’an ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata Turab (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara Fakhkhar yakni Carbonium (zat arang) dengan “shal-shal” yakni Oksigenium (zat pembakar) dan Hamaa-in yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air).

Jelasnya adalah persenyawaan antara:

1 . Fakhkhar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14.

2 . Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14.

3 . Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28

4 . Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7.

Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan mangaan, yang disebut “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut “Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59.

Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat Kalium”, yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus.

Dengan berlangsungnya “Proteinisasi” , menjelmakan “proses penggantian” yang disebut “Substitusi” . Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” atau Causa Formatis.

Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya.

Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika.

Ayat-ayat Al Qur’an tersebut sangat jelas menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia.

Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.

Sebagai contoh ayat di bawah:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]

Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.

Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Langit yang mengembang (Expanding Universe)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Gunung yang Bergerak

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika , Australia , Antartika dan India . Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India . Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia , ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia , tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Diselamatkannya Jasad Fir’aun

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]

Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur’an yang ada dan ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih banyak silahkan baca buku referensi di bawah.

Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.

”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:

”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]

Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

Relativitas dalam Al Qur'an

Alam semesta raya ini selalu diselimuti misteri. Kitab suci Alquran yang diturunkan kepada umat manusia merupakan kuncinya. Allah SWT telah menjanjikan bahwa Alquran merupakan petunjuk hidup bagi orang-orang yang bertakqwa. Untuk membuka selimut misteri alam semesta itu, Sang Khalik memerintahkan agar manusia berpikir.

Inilah beberapa ayat Alquran yang membuktikan teori relativitas itu:

".... Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.” (QS: Al-Hajj:47).

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Qs: As-Sajdah:5).

"Yang datang dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS:70:3-4).

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya. Padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An-Naml:88).

"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (QS: 23:122-114)


Karena kebenaran Alquran itu, konon diakhir hayatnya Einstein mengakui kebenaran Alquran. “Alquran bukanlah buku seperti aljabar atau geometri. Namun, Alquran adalah kumpulan aturan yang menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Jalan yang tak dapat ditolak para filosof besar,” ungkap Einstein. Wallahualam...

Heri Ruslan
Sumber:
Harun Yaya
Mukjizat Al Qur’an

Delapan Kebohongan


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita akan arti dari sebuah pengorbanan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.

Ketika aku mulai tumbuh, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke pasar membeli kain untuk dihias menjadi taplak meja, dan hasilnya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di tengah malam, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih melanjutkan pekerjaannya. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus bekerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.

Kehidupan keluargapun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.

Setelah aku dan kakakku tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya cukup uang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama. Akhirnya aku pun bekerja dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibu tinggal di rumahku. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Hikmah yang bisa kita ambil : di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Mengapa Allah SWT Tidak Mengabulkan Doa Kita?

Ibrahim bin Adham ditanya tentang firman Allah Ta'ala,
"Berdoalah kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian " (Qs.40:60)

Mereka mengatakan, "Kami telah berdoa kepadaNya, namun belum juga dikabulkan." Lalu beliau menjawab, "Karena hati mu telah mati dengan sebab 10 perkara yaitu :

1. Kamu telah mengenal Allah, tetapi kamu tidak mau menunaikan hak-hakNya.
2. Kamu telah membaca kitab Allah, tetapi kamu tidak mengamalkannya.
3. Kamu mengatakann bermusuhan dengan setan, tetapi kenyataannya kamu setia dengannya.
4. Kamu mengaku cinta Rasulullah, tetapi kamu meninggalkan sunnah-sunnahnya.
5. Kamu mengaku cinta surga, namun kamu tidak melakukan amalan-amalan ahli surga.
6. Kamu mengaku takut neraka, tetapi kamu tidak mau meninggalkan perbuatan dosa.
7. Kamu mengatakan bahwa kematian itu adalah benar adanya, tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk kematian itu.
8. Kamu sibuk mencari aib orang lain, sedang aibmu sendiri tidak kamu perhatikan.
9. Kamu telah makan dari rizkiNya, namun kamu tidak pernah bersyukur kepadaNya.
10. Kamu sering mengubur orang mati, tetapi kamu tidak pernah mengambil pelajaran darinya."

Rasulullah dan Buah Limau

Suatu Hari Rasulullah didatangi oleh seorang kafir. Ketika itu beliau bersama beberapa orang sahabat. Orang itu membawa beberapa biji buah jeruk limau sebagai hadiah untuk Rasulullah. Begitu ranumnya buah pemberian itu para sahabat terlihat tertarik untuk mencobanya. Rasulullah menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah satu demi satu dengan senyuman.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak sebijipun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hingga habis semua limau itu. Kemudian orang itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari beliau. Sahabat-sahabat heran dengan sikap Rasulullah itu. Lalu mereka bertanya.

Dengan senyuman Rasulullah menjelaskan "Tahukah kalian, sebenarnya buah limau itu terlalu masam saat aku memakannya. Sekiranya kalian turut makan bersama, aku khawatir ada di antara kalian marah karena memakan buah pemberian yang rasanya sangat masam. Tentunya itu akan menyinggung perasaan orang tadi. Oleh karena itu aku habiskan semuanya".

Begitulah akhlak Rasullullah SAW. Beliau tidak akan meremehkan pemberian seseorang sekalipun benda yang tidak baik, dan dari orang yang bukan Islam pula.

"Selemah-lemah manusia ialah orang yang tidak dapat mencari sahabat... Dan orang yg lebih lemah dari itu ialah orang yg menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari dan berburuk sangka pula kepadanya"(Sayidina Ali)

Yakinlah Di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan yang Begitu Dekat

Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5)


Ayat ini pun diulang setelah itu,

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6)


Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil:

Pertama: Di balik satu kesulitan, ada dua kemudahan

Kata “al ‘usr (kesulitan)” yang diulang dalam surat Alam Nasyroh hanyalah satu. Al ‘usr dalam ayat pertama sebenarnya sama dengan al ‘usr dalam ayat berikutnya karena keduanya menggunakan isim ma’rifah (seperti kata yang diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Jika isim ma’rifah diulang, maka kata yang kedua sama dengan kata yang pertama, terserah apakah isim ma’rifah tersebut menggunakan alif lam jinsi ataukah alif lam ‘ahdiyah.” Intinya, al ‘usr (kesulitan) pada ayat pertama sama dengan al ‘usr (kesulitan) pada ayat kedua.

Sedangkan kata “yusro (kemudahan)” dalam surat Alam Nasyroh itu ada dua. Yusro (kemudahan) pertama berbeda dengan yusro (kemudahan) kedua karena keduanya menggunakan isim nakiroh (seperti kata yang tidak diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Secara umum, jika isim nakiroh itu diulang, maka kata yang kedua berbeda dengan kata yang pertama.” Dengan demikian, kemudahan itu ada dua karena berulang. Ini berarti ada satu kesulitan dan ada dua kemudahan.

Dari sini, para ulama pun seringkali mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Asal perkataan ini dari hadits yang lemah, namun maknanya benar. Jadi, di balik satu kesulitan ada dua kemudahan.

Note: Mungkin sebagian orang yang belum pernah mempelajari bahasa Arab kurang paham dengan istilah di atas. Namun itulah keunggulan orang yang paham bahasa Arab, dalam memahami ayat akan berbeda dengan orang yang tidak memahaminya. Oleh karena itu, setiap muslim hendaklah membekali diri dengan ilmu alat ini. Di antara manfaatnya, seseorang akan memahami Al Qur’an lebih mudah dan pemahamannya pun begitu berbeda dengan orang yang tidak paham bahasa Arab. Semoga Allah memberi kemudahan.

Kedua: Akhir berbagai kesulitan adalah kemudahan

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.” Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu (after a storm comes a calm), yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.”

Ketiga: Di balik kesulitan, ada kemudahan yang begitu dekat

Dalam ayat di atas, digunakan kata ma’a, yang asalnya bermakna “bersama”. Artinya, “kemudahan akan selalu menyertai kesulitan”. Oleh karena itu, para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit, pen), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.” Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun.

Allah Ta’ala berfirman,

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”

Oleh karena itu, masihkah ada keraguan dengan janji Allah dan Rasul-Nya ini?

Rahasia Mengapa di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan yang Begitu Dekat

Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).”


Inilah rahasia yang sebagian kita mungkin belum mengetahuinya. Jadi intinya, tawakkal lah yang menjadi sebab terbesar seseorang keluar dari kesulitan dan kesempitan.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuan-Mu. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu bertawakkal dan bergantung pada-Mu. Amin Ya Mujibas Saa-ilin.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Kata-Kata Hikmah - Muhammad Abduh Tuasikal

Neoliberalisme Telah Mati

Krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat menjadi bukti sakaratul maut sistem pasar bebas. Neoliberalisme telah mati!

Neoliberalisme yang selama ini diagung-agungkan telah runtuh. Salah satu pilar penyangga liberalisme ekonomi adalah pasar bebas. Biarkan si "invicible hand"mengatur segalanya berdasar hukum "supply and demand".

Berikan kebebasan total arus kapital, barang dan jasa. Kredo pasar bebas adalah pasar yang tidak diatur dan diintervensi adalah cara terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hanya melalui pasar bebas pertumbuhan ekonomi bisa dicapai.

Ekonom-ekonom pembela pasar bebas sangat percaya bahwa "The best government is the least government". Ekonom tersebut, yang Indonesia dikenal sebagai Mafia Berkeley, sering berguyon bahwa pertumbuhan ekonomi paling cepat di malam hari, ketika pemerintah sedang tidur.

Ternyata pasar bebas itu kini tidak berlaku lagi di negeri yang menjadi pusaran dinamonya. Justeru pertumbuhan ekonomi jadi anjlog dengan pasar yang kelewat bebas. Justeru pemerintahan George W Bush yang tidak bisa tidur, sibuk melakukan intervensi dan berusaha membelenggu si "invisible hand".

Bush menghadapi dilema gawat menghadapi krisis keuangan terberat setelah depresi tahun 1930-an. Pemerintahannya memutuskan untuk melakukan campur tangan. Atas persetujuan Kongres AS, Bush menggelontorkan dana talangan lebih dari satu triliun dolar guna menyelamatkan Lehman Brothers dan perusahaan-perusahaan raksasa Wall Street lain yang diambang kebangkrutan.

"Kita harus bertindak," kata Bush di depan Kongres. Ia tidak percaya lagi bahwa tangan-tangan ajaib bisa mengoreksi sendiri krisis keuangan yang melanda AS dan berimbas pada seluruh tata ekonomi internasional.

Ketidakpercayaan atas liberalisasi ekonomi sebetulnya sudah dikumandangkan para ahli dan politisi di Amerika sendiri. Majalah Newsweek edisi 7 Januari 2008 memuat tulisan kolumnis Robert J Samuelson yang berjudul "Selamat Tinggal pada Perdagangan Bebas".

Samuelson menjelaskan bahwa munculnya liberalisasi bersamaan dengan krisis tahun 1929. Waktu itu ada kepercayaan bahwa proteksionisme memperparah depresi AS. Faktor munculnya liberasisasi juga didorong oleh situasi Perang Dingin.

Ada keyakinan bahwa komunisme dapat dilawan dengan saling mensejahterakan negara-negara Barat melalui perdagangan bebas. Pada titik tertentu memang benar adanya. Ketika komunisme runtuh dan sosialisme ambruk dengan bubarnya Uni Soviet, Barat merayakan kemenangan dan "kebenaran" sistim liberalisme atas komunisme/sosialisme.

Francis Fukuyama bahkan berani mengatakan dengan tumbangnya komunisme waktu itu, maka sejarah telah mati. Fukuyama menulis buku "The End of History" untuk menamai era baru pasca Perang Dingin. Sebuah era dunia baru dimana demokrasi dan liberalisasi ekonomi yang akan menjadi nilai dasarnya. Sebuah era baru yang akan membuat dunia lebih damai dan lebih sejahtera di bawah naungan kapitalisme.

Sejak saat dimana Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara adidaya, baik di bidang politik dan ekonomi, maka tidak ada halangan lagi untuk menyebarluaskan demokrasi dan liberalisasi. AS terobsesi untuk untuk menjadikan seluruh negara di dunia menjadi negara demokrasi, karena "sesama negara demokrasi tidak saling memerangi".

Negara yang dikatakan masih belum demokratis seperti Irak, Iran dan Korea Utara, perlu dibebaskan. Bilamana perlu, demokrasi ditegakkan di bawah todongan senjata. Diktatur seperti Saddam Hussein mesti digulingkan. Tentara AS harus dikerahkan. Invasi kemudian dilakukan.

Negara-negara yang belum menerapkan perdagangan bebas harus ditekan dan didikucilkan. Hambatan-hambatan terhadap tarif harus dihilangkan. Ruang bebas terhadap perdagangan internasional dan investasi seperti AFTA, NAFTA, atau kawasan free trade area harus dibuka selebar-lebarnya.

Lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF dijadikan alat untuk meliberalisasi ekonomi negara-negara yang membutuhkan bantuan keuangan. Negara-negara yang menolak bergabung dengan WTO atau enggan dipulihkan ekonominya oleh IMF, diberikan sanksi. Bilamana perlu diembargo.

Garisnya sangat jelas. Ikut demokrasi dan liberalisasi atau rasakan akibatnya. Diplomasi "wortel dan pentungan" sudah biasa dilakukan AS. Itulah dunia yang didambakan dalam konsep "American Dream" yang ternyata hanya utopia. Demokrasi dan liberalisasi ekonomi ternyata tidak seindah yang dimimpikan. Ketika Great Depression (1929) dan Perang Dingin tidak relevan lagi, maka liberalisasi kehilangan mesin pendorongnya. Itu sudah diramalkan sendiri oleh para ahli ekonomi AS, macam Samuelson atau Joseph Stiglitz.

Ekonomi dunia yang "booming" ternyata juga membuat paham liberalisme melemah. China yang dianggap sebagai negara yang proteksionis dan tidak liberal, ternyata bisa tumbuh ekonominya secara mencengangkan. Prof. Kishore Mahbubani dari Singapura meramalkan ekonomi China akan melewati AS dalam tempo kurang dari sepuluh tahun lagi.

"Kita menyaksikan perekonomian Amerika Serikat yang menurun dan Asia yang menanjak, terutama China dan India," katanya.

Selain ekonom, politisi AS juga mulai mengkhianati liberalisasi. Hillary Clinton dalam setiap kampanye menyatakan teori-teori yang melandasi perdagangan bebas tidak berlaku lagi dalam era globalisasi. Jika terpilih sebagai presiden, seperti dikutip Financial Times edisi 3 Desember 2007, Hillary menyatakan akan meninjau kembali perjanjian perdagangan NAFTA, walaupun yang menandatanganinya tahun 1993 adalah suaminya sendiri.

Pengkhianatan terbesar terhadap liberalisasi ekonomi dilakukan oleh pemerintah Bush. Alih-alih membiarkan mekanisme pasar di Wall Street mengoreksi diri sendiri, Bush memberi dana talangan tanpa banyak persyaratan semacam ketika Bank Indonesia menggelontorkan BLBI. Tak ada batas waktu kapan dikembalikan dan batas maksimum dana yang dikucurkan. Tak ada pula keharusan perusahaan merestrukturisasi diri.

Amerika Serikat telah menyimpang dari pakemnya sendiri. Jika AS saja sudah tidak percaya terhadap kredonya sendiri, apalagi yang lain. Mungkin sudah saatnya dunia, seperti dikumandangkan oleh Samuelson, untuk mengucapkan "Selamat Tinggal Perdagangan Bebas".

Oleh Akhmad Kusaeni
(ANTARA News)

Sejarah Uang Dalam Islam

Untuk bisa lebih memahami dan mencari solusi penerapan sistem moneter Islam, kita harus kembali lagi ke konteks sejarah perkembangan uang dalam dunia Islam – bagaimana sebenarnya Rasulullah SAW, generasi shabat dan generasi sesudahnya menggunakan uang.

Pada zaman Rasulullah SAW dikenal dua jenis uang yaitu uang yang berupa komoditi logam dan koin yang berasal dari kekaisaran Roma (Byzantine). Dua jenis uang logam yang digunakan adalah emas (Dinar) dan perak (Dirham). Logam tembaga juga digunakan secara terbatas dan tidak sepenuhnya dihukumi sebagai uang, disebut fals atau jamaknya fulus.

Tercatat bahwa Dirham dicetak pertama kali oleh Kekalifahan Umar bin Khattab pada sekitar abad 18 H, meskipun demikian koin logam emas dan perak dari Byzantine tetap juga diterima oleh masyarakat Islam. Dinar dicetak pertama kali pada zaman Kekalifahan Mu’awiya bin Abu Sufyan (41-60H), meskipun juga koin emas dan perak dari Byzantine tetap dipakai sampai sekitar thaun 75H-76 H pada zaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan – ketika yang terakhir ini melakukan reformasi finansialnya dan mulai saat itu hanya Dinar dan Dirham yang dicetak sendiri oleh Kekhalifan Islam yang berlaku.

Pada awalnya koin emas yang dicetak di masa-masa tersebut mempunyai kwalitas cetakan yang kurang baik dan berat masing-masing koin yang tidak standar, oleh karenanya penggunaan uang logam ini awalnya lebih mengandalkan pada timbangan berat daripada menghitung jumlah koinnya. Awalnya penggunaan berdasarkan hitungan jumlah koin (bukan berat) hanya dilakukan terhadap koin perak Dirham dan fulus dari tembaga – karena keduanya memiliki nilai yang relatif rendah dibandingkan koin emas Dinar. Disinilah awal dikenalnya fungsi uang sebagai numeraire yang diperkenalkan oleh Islam.

Uang emas(Dinar) dan uang perak (Dirham) baru digunakan berdasarkan jumlah koinnya (bukan timbangannya) sebagaimana kita kenal secara konvensioanl seperti sekarang ini tercatat di dunia Islam baru sekitar abad ke 4 Hijriyah . Dalam kejayaan Islam umumnya kedua jenis uang emas dan perak digunakan bersama meskipun juga dipengaruhi ketersedeiaan bahan dan budaya setempat. Di zaman Salahuddin Al Ayyubi uang emas banyak dipakai di Persia dan spanyol, sedangkan perak (Dirham) banyak dipakai di Afrika Utara dan Semenanjung Arab.

Selain Dinar, Dirham dan Fulus (uang tembaga), di sejarah Kekhalifahan Islam juga dikenal adanya uang Maghshus yaitu uang yang dibuat dari campuran logam mulia (emas atau perak ) dengan logam lain seperti tembaga, perunggu dan lain sebagainya .

Dalam sejarah awal Islam apabila fulus digunakan, maka penggunaannya biasanya terbatas pada konteks lokal yang tidak terlalu luas dimana para pelaku bisa saling mengenal dan saling percaya. Fulus dari tembaga untuk perdagangan jarak jauh baru dicetak oleh pemerintahan Mamluk awal abad 9 H. Pada pemerintahan Mamluk tersebut ditetapkan bahwa nilai Dirham dari Tembaga (sebenarnya fulus) sama dengan Dirham dari perak (uang yang sesungguhnya); tetapi penetapan ini tidak di terima di masyarakat terbukti dari harga fulus Dirham yang dari tembaga jatuh. Pengalaman ini menunjukkan bahwa nilai uang yang sesungguhnya (dalam arti daya beli atau nilai tukarnya) tidak bisa ditentukan berdasarkan keputusan pemerintah, nilai uang akan tergantung dua hal yaitu apabila tidak berdasarkan nilai intrinsik-nya maka akan berdasarkan kepercayaan pasar yang menggunakannya.

Karena fulus yang dicetak rencananya untuk perdagangan jarak jauh tidak diterima dengan baik oleh pasar, maka pada masa tersebut mulai dilahirkan pula apa yang disebut sebagai suftaja atau al suftajah – semacam apa yang kita kenal sekarang dengan letter of credit. Suftaja ini dikeluarkan oleh tempat penukaran uang (Sharf) di tempat asal, untuk ditukar dengan uang koin Dinar atau Dirham di tempat penukaran uang di kota tujuan. Suftaja memiliki banyak kemiripan dengan uang kertas yang kita kenal yaitu mudah dibawa dalam perjalanan jauh dan berperan sebagai surat janji (promissory note) untuk bisa ditukar kembali dengan uang sesungguhnya. Suftaja juga banyak dipakai di Kekhalifahan Usmaniah antara abad 17 – 19 karena luasnya wilayah kekhalifahan sehingga diperlukan efektifitas pembayaran pembayaran perdangan jarak jauh .

Usaha memaksakan uang tanpa nilai intrinsik (uang kertas) pada dunia Islam sebenarnya juga pernah dilakukan oleh kekaisaran Mongols pada tahun 1294, namun gagal total hanya dalam dua bulan karena masyarakat Islam menolaknya. Sekali lagi hal ini membuktikan bahwa uang yang tidak di dukung dengan nilai intrinsik dan juga tidak didukung oleh kepercayaan masyarakat penggunanya pasti gagal.

Berabad-abad berikutnya tepatnya mulai abad ke 19 uang kertas mulai diperkenalkan lagi ke dunia Islam (tentu juga dunia di luar Islam) melalui dua tahap. Tahap pertama masih didukung penuh dengan cadangan emas yang dikenal dengan Gold Standard atau Gold Exchange Standard. Tahap kedua adalah uang kertas atau uang fiat yang kita kenal sampai sekarang yang tidak didukung dengan cadangan emas. Uang kertas terakhir ini sebenarnya mengandung ketidak pastian yang sangat tinggi terhadap nilainya (gharar) seperti yang sudah terbukti di Indonesia melalui dua kejadian yaitu Sanering Rupiah 1965 dan Krisis Moneter 1997-1998. Peningkatan risiko ini disebabkan pertama karena uang kertas atau uang fiat yang tidak memiliki nilai intrinsik, dan kedua karena perdagangan internasional sudah semakin luas sehingga keterikatan sosial antar pelaku pasar sudah semakin renggang – sedikit saja kepercayaan pasar menurun terhadap suatu mata uang – maka hancurlah mata uang tersebut. Kepastian nilai mata uang kertas hanya bisa terjadi apabila uang kertas tersebut sepenuhnya mempunyai penyeimbang (counterbalance) yang jumlahnya sama dengan uang yang beredar, yaitu yang disebut 100 gold reserve system, atau di back up oleh kekayaan riil lain (misalnya minyak) yang nilainya setara dengan uang yang beredar tersebut.

Rencana Allah atas Penciptaan Emas dan Perak

Ulama besar Imam Ghazali (1058 M—1111 M) dalam bukunya yang legendaris Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahwa Allah menciptakan emas dan perak agar keduanya menjadi ‘Hakim’ yang adil dalam memberikan nilai atau harga, dengan emas dan perak pula manusia bisa memperoleh barang-barang yang dibutuhkannya.

Yang dimaksud oleh Imam Ghazali dengan emas dan perak dalam bukunya tersebut adalah Dinar yaitu uang yang dibuat dari emas 22 karat dengan berat 4.25 gram, dan Dirham yaitu uang yang dibuat dari perak murni seberat 2.975 gram. Standar berat mata uang Dinar dan Dirham ini mengikuti Hadits Rasulullah SAW, “Timbangan adalah Timbangan Penduduk Makkah...” (HR. Abu Daud dan Nasa’i), kemudian dikuatkan kembali dalam bentuk hubungaan berat antara Dinar dan Dirham oleh Khalifah Umar bin Khattab sekitar 400 tahun sebelum Imam Ghazali menulis buku tersebut.

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini. Di lain pihak apa-apa yang ada sebelum Islam, kemudian dilarang oleh Islam melalui Al Qur’an, atau Al Hadits maka hal tersebut tidak boleh diiikuti oleh Umat Islam. Contoh yang terakhir ini adalah berjudi, berzina, minuman keras, riba dsb.

Di Al Qur’an ketika Allah menceritakan tentang pemuda Ashabul Kahfi, juga menyebut mata uang yang dipakai oleh pemuda tersebut adalah mata uang perak (QS 18:19) – yang dikenal kemudian sebagai Dirham – yang menurut para ilmuwan terjadi sekitar pertengahan abad ke 3 Masehi atau kurang lebih 3 abad sebelum Islam.

Pertanyaannya adalah apakah Dinar dan Dirham yang dipakai sejak pra-Islam, kemudian terus dipakai dimasa Rasulullah S.A.W, dicetak pertama kali di dunia Islam (Dirham) pada zaman Umar bin Khattab dan kemudian dipakai oleh seluruh umat Islam sampai runtuhnya kekhalifahan Usmaniah di Turki tahun 1924, bisa pula kita pakai dalam kehidupan sehari-hari umat Islam di jaman modern sekarang ini ?. Jawabannya adalah pasti bisa !, kaidahnya adalah sebagai agama akhir zaman - tidak ada satupun ajaran Islam yang out of date. Tinggal tantangannya ada pada diri kita sendiri yang hidup di zaman ini untuk dapat mengimplementasikan solusi yang mengikuti ajaran Islam ini dengan menyeluruh atau kaffah – dan kita kembalikan kepada inti ajaran Al Qur’an dan al Hadits untuk segala permasalahan yang kita hadapi.

Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar dan Dirham dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits

Sebuah pertanyaan : apakah ada uang atau unit of account di zaman ini yang tidak terpengaruh oleh inflasi? jawabnya ada yaitu mata uang yang memiliki nilai intrinsik yang sama dengan nilai nominalnya yaitu mata uang yang berupa emas dan perak atau dalam khasanah Islam disebut sebagai Dinar dan Dirham.

Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah apa benar emas dan perak atau Dinar dan Dirham tidak terpengaruh oleh inflasi atau daya belinya memang tetap sepanjang zaman? untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan uraian yang agak panjang sebagi berikut :

Beberapa bukti sejarah yang sangat bisa diandalkan karena diungkapkan dalam al-Qur’an dan Hadits dapat kita pakai untuk menguatkan teori bahwa harga emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang tetap, sedangkan mata uang lain yang tidak memiliki nilai intrinsik terus mengalami penurunan daya beli (terjadi inflasi).

Dalam Al-Qur'an yang agung, Allah berfirman :

"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ”Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita tinggal (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun". (Al-Kahfi : 19)

Di ayat tersebut diatas diungkapkan bahwa mereka meminta salah satu rekannya untuk membeli makanan di kota dengan uang peraknya. Tidak dijelaskan jumlahnya, tetapi yang jelas uang perak. Kalau kita asumsikan para pemuda tersebut membawa 2-3 keping uang perak saja, maka ini konversinya ke nilai Rupiah sekarang akan berkisar Rp 100,000. Dengan uang perak yang sama sekarang (1 Dirham sekarang sekitar Rp 33,900) kita dapat membeli makanan untuk beberapa orang. Jadi setelah lebih kurang 18 abad, daya beli uang perak relatif sama. Coba bandingkan dengan Rupiah, tahun 70-an akhir sebagai anak SMA yang kos bisa makan satu bulan dengan uang Rp 10,000,-. Apakah sekarang ada anak kos yang bisa makan satu bulan dengan uang hanya Rp 10,000 ? jawabannya tentu tidak. Jadi hanya dalam tempo kurang dari 30 tahun saja uang kertas kita sudah amat sangat jauh perbedaan nilai atau kemampuan daya belinya.

Mengenai daya beli uang emas Dinar dapat kita lihat dari Hadits berikut :

”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah, SAW adalah satu Dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat adil, tentu beliau tidak akan menyuruh ‘Urwah membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebihan. Fakta kedua adalah ketika ‘Urwah menjual salah satu kambing yang dibelinya, ia pun menjual dengan harga satu Dinar.

Memang sebelumnya ‘Urwah berhasil membeli dua kambing dengan harga satu Dinar, ini karena kepandaian beliau berdagang sehingga ia dalam hadits tersebut didoakan secara khusus oleh Rasulullah, SAW. Diriwayat lain ada yang mengungkapkan harga kambing sampai 2 Dinar, hal ini mungkin-mungkin saja karena di pasar kambing manapun selalu ada kambing yang kecil, sedang dan besar. Nah kalau kita anggap harga kambing yang sedang adalah satu Dinar, yang kecil setengah Dinar dan yang besar dua Dinar pada zaman Rasulullah SAW maka sekarangpun dengan ½ sampai 2 Dinar (1 Dinar pada saat ini artikel = Rp 1,171,725) kita bisa membeli kambing dimanapun di seluruh dunia – artinya setelah lebih dari 14 abad daya beli Dinar tetap.

Coba bandingkan dengan Rupiah kita. Pada waktu awal 70-an harga kambing saat itu berkisar Rp 8,000. Nah sekarang setelah 35 tahun apakah kita bisa membeli kambing yang terkecil sekalipunpun dengan Rp 8,000? tentu tidak. Bahkan ayam-pun tidak bisa dibeli dengan harga Rp 8,000 ! Wallahu A'lam bi showab.

Delapan Hal Yang Harus Diketahui Tentang Emas

Ketika kita bicara tentang Dinar Islam, ini selalu berarti emas. Oleh karenanya segala sesuatu yang terjadi dalam pasar emas, juga berlaku bagi Dinar.

1) Emas adalah komoditi yang spesial dan unik : Emas digali dari perut bumi dan terakumulasi di permukaan bumi. Emas tidak dikonsumsi, jadi jumlahnya terus bertambah. Meskipun demikian emas selalu menjadi barang langka karena seluruh emas yang ada di permukaan bumi saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 150,000 ton – 160,000 ton saja.

2) Suply emas dunia terbatas pada yang berada di permukaan bumi : Karena tidak dikonsumsi, maka total supply emas di seluruh dunia sama dengan jumlah seluruh emas di permukaan bumi. Kenaikan setiap tahun supply ini berkisar antara 1.5% - 1.7%.

3) Emas adalah uang sepanjang zaman : Emas selalu menjadi uang dalam sejarah manusia – diakui ataupun tidak. Fakta pemerintahan-pemerintahan di dunia mengendalikan nilai uang kertasnya dengan mempengaruhi supply emas di pasar adalah sebuah pengakuan bahwa emas lah yang sebenarnya uang itu.

4) Emas adalah alternatif dari US$ dan mata uang kertas lainnya : Seluruh mata uang kertas turun nilainya dari waktu ke waktu karena uang baru selalu bisa dicetak kapan saja dan berapa saja pemerintah mau. Emaslah yang memiliki daya beli yang nyata – bukan US$ , Rupiah atau mata uang kertas lainnya.

5) Daya beli Emas stabil sepanjang zaman : Untuk ini saya sudah menulis di setidaknya dua artikel sebelumnya. Satu tulisan berdasarkan statistik modern dan satu lagi berdasarkan keimanan pada Al-Qur'an dan Al-Hadits.

6) Nilai emas ditentukan oleh pasar : Meskipun pemerintahan-pemerintahan di dunia berusaha mempengaruhi harga emas dunia, kemampuan mereka terbatas dan makin lama- makin habis pengaruhnya. Lihat tulisan saya kemarin tentang cadangan emas di bank- bank sentral seluruh dunia yang terus menurun karena digunakan untuk usaha mempengaruhi harga emas dunia.

7) Emas selalu dalam kondisi ‘Bull Market’ : Tahun 1994 harga 1 Dinar adalah Rp 111,000; tahun 2008, 1 Dinar berharga Rp 1,150,000. Artinya emas harganya naik 10 kali lipat dalam 14 tahun terakhir. Apa yang menghalangi harga emas untuk naik 10 kali lipat lagi dalam 14 tahun kedepan? Tidak ada. Artinya bisa saja harga 1 Dinar akan mencapai Rp 11.5 juta pada saat anak kita yang baru lahir sekarang – masuk SMA di tahun 2022 . Tapi ingat , dalam jangka pendek harga emas selalu bergejolak naik-turun seperti yang terjadi hari-hari ini.

8) Beli emas dalam bentuk fisik (berupa koin atau batangan) dan jangan membeli emas hanya dalam bentu sertifikat : jangan terlalu mengandalkan sistem perdagangan modern yang menggantungkan pada surat berharga, surat hutang dan sejenisnya – meskipun di back-up dengan emas. Penggunaan emas secara fisik jauh lebih aman untuk keperluan investasi dan proteksi nilai.

Nasihat untuk Istri Nasihat untuk Suami

UNTUK ISTRI

Untuk semua wanita yang bergelar istri maupun yang bakal menjadi istri.....
mari kita hayati apa yang terbetik dalam syair dibawah ini:

Pernikahan ataupun Perkawinan, Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahimu, Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf,
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh.

Pernikahan ataupun Perkawinan, Mengajarkan kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Engkau penghuninya,
Suami adalah Nahkoda kapal, Engkau navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Engkau adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Engkau nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi racun, Engkaulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan ataupun Perkawinan, Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha, Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Engkau akan tersentak dari alpa,
Engkau bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga.
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara
Engkau, cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi solehah. Amin.

UNTUK SUAMI

Jangankan lelaki biasa , Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita.
Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah.
Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya.
Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.
Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki,
Tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tidak mungkin mampu, hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.
Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh DIA.
Didiklah mereka dengan panduan dariNya.

Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin serakah,
Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita,

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah.
Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.

Akal setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu hati separuh kaca,
Kuatkan dengan iman perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak.
Suburkanlah, karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan.

Akan terhibur dan bahagialah hati mereka,
walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara.
Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan.
Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan.
Karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah negarawan, karyawan, jutawan dan “wan-wan” lain
Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.
Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan daripada perempuan yang dirusakkan oleh lelaki, sebodoh-bodohnya perempuan pun bisa menundukkan sepandai-pandainya elaki.

Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Allah.
Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki.
Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary
Bahkan anakpun akan kehilangan ibu,
suami kehilangan isteri dan ayah akan kehilangan puteri.
Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara.

Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.
Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan, tetapi binalah kepimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah.
Jinakkan diri dengan Allah, niscaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

Jangan mengharap istri seperti Fatimah, jikalau pribadi belum lagi seperti Sayyidina Ali.

Tiga Tipe Perempuan: Yang Mana Tipe Anda?

Islam tentu sangat memperhatikan kaum perempuan, dimana hal tersebut tidak berlaku dalam ajaran-ajaran sebelum kedatangan Islam. Posisi perempuan begitu penting (dipentingkan) sehingga sering terdengar suatu ungkapan bahwa tegaknya suatu negara (kelompok) sangat tergantung dengan perilaku perempuan dalam kelompok tersebut. Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan, meski tidak bisa dipungkiri bahwa peran perempuan sangat berdekatan dengan kesuksesan dan juga kegagalan!

Dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan tidak dibedakan peranannya dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Keduanya memiliki kesempatan yang sama dalam berusaha berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Jelasnya, Alqur'an tidak membedakan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan. Beberapa ayat menjelaskan hal tersebut:

“Barangsiapa yang melakukan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia mukmin, mereka akan masuk surga ...” (QS. 4:124, 40:40)

“Barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia mukmin, kami hidupkan dia dalam kehidupan yang baik ...” (QS. 16:97)

“Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beriman diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan ...” (QS. 3:195)

“Tidaklah boleh bagi mukmin laki-laki dan perempuan merasa keberatan bila Allah telah memutuskan sesuatu perkara ...” (QS. 33:36)

“Orang-orang beriman laki-laki dan perempuan satu sama lain saling melindungi. Mereka sama-sama menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mentaati Allah dan Rasul-Nya. Allah menyayangi mereka ...” (QS. 9:71)

Begitu gamblangnya Al Qur'an memperhatikan makhluk perempuan, selain ayat-ayat diatas yang menunjukkan tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan dalam hubungannya dengan pekerjaan, amal dan tindakan, Al Qur'an juga memberikan kepada kita penjelasan tentang beberapa tipologi perempuan, dimana bisa dikatakan, bahwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu dan diabadikan dalam Al Qur'an agar menjadi pelajaran bagi kaum mukminin yang perempuan khususnya dan laki-laki pada umumnya. Karena, sekali lagi, masalah yang berhubungan dengan perempuan yang terjadi di muka bumi ini, hampir selalu terkait dengan kaum laki-laki.

Oleh karena itu, menjadi penting untuk memperhatikan beberapa tipe perempuan yang pernah diterangkan Allah dalam Al Qur'an. Dimana Al Qur'an secara khusus membicarakan jenis-jenis perempuan berdasarkan amalnya. Untuk jenis perempuan ideal yang patut diteladani, seringkali Al Qur'an menyebut nama jelas. Namun untuk melukiskan perempuan “buruk” Al Qur'an tidak menyebut nama secara langsung.

Tipe pertama adalah type wanita saleh yang diwakili oleh Maryam. Nama Maryam disebut beberapa kali dalam ayat-Nya selain juga menjadi salah satu nama Surat dalam Al Qur'an. Ia adalah type perempuan saleh yang menjaga kesucian dirinya, mengisi waktunya dengan pengabdian yang tulus kepada Rabb-nya. Karena kesalehahannya itulah ia mendapat kehormatan menjadi ibu dari kekasih Allah, Isa alaihi salam, tokoh terkemuka di dunia dan akhirat (QS. 3:45).

“Dan Maryam putra Imran, yang menjaga kesucian kehormatannya. Kami tiupkan roh Kami dan ia membenarkan kalimah Tuhan-Nya dan kitab-kitab-Nya dan ia termasuk orang yang taat” (QS. 66:16).

Maryam adalah tipe perempuan saleh. Kehormatannya terletak dalam kesucian, bukan dalam kecantikan. Tentu masih banyak deretan nama-nama perempuan saleh baik yang tersebut dalam hadits-hadits Nabi maupun dalam sejarah.

Al Qur'an juga menerangkan tipe-tipe perempuan pejuang untuk menjadi contoh bagi para muslimah. Tipe yang kedua ini dicontohkan dengan sempurna oleh Asiyah binti Mazahim, istri Fir'aun yang hidup dibawah kekuasaan suami yang melambangkan kezaliman. Asiyah dengan teguh memberontak, melawan dan mempertahankan keyakinannya apapun resiko yang diterimanya.

Semuanya ia lakukan karena ia memilih rumah di Surga, yang diperoleh dengan perjuangan menegakkan kebenaran, ketimbang istana di dunia, yang dapat dinikmatinya bila ia bekerja sama dengan kezaliman. “Dan Allah menjadikan teladan bagi orang-orang yang beriman perempuan Fir'aun, ketika ia berdo'a: Tuhanku, bangunkan bagiku rumah di surga. Selamatkan aku dari Fir'aun dan perbuatannya. Selamatkan aku dari kaum yang zalim.” (QS. 66:11).

Al Qur'an memuji perempuan yang membangkang kepada suami yang zalim. Pada saat yang sama Al Qur'an juga mengecam perempuan yang menentang suami yang memperjuangkan kebenaran, seperti istri Nabi Nuh alaihi salam dan istri Nabi Luth alihi salam. Dalam kaitannya dengan hal ini, Al Qur'an juga menambahkan satu contoh perempuan yang mendukung kezaliman suaminya (sebagai contoh lawan dari Asiyah) yakni, istri Abu Lahab.

Selain Asiyah, ada pula contoh-contoh perempuan pejuang meski suami-suami mereka bukanlah orang-orang zalim, melainkan para pejuang kebenaran. Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Nusaibah binti Ka'ab, adalah contoh nama-nama yang bersama suami mereka bahu-membahu memperjuangkan agama Allah.

Tipe ketiga yang dijelaskan dalam Al Qur'an adalah tipe perempuan penggoda. Jelas untuk yang satu ini diwakili oleh Zulaikha penggoda Nabi Allah Yusuf alaihi salam. Dalam kisah Zulaikha menggoda Yusuf inilah, Al Qur'an menunjukkan kepandaian perempuan dalam melakukan makar dan tipuan. Manakah tipe anda dari ketiga tipe tersebut? Wallahu a'lam bishshowaab.

Suami Mencintai Istri

Suami kepada istri di awal pernikahan demikian mesra bergaul. Kata-katanya pun diatur sedemikian rupa agar tidak menyinggung perasaan sang primadona. Setiap benda atau simbol maknawi dikomunikasikan dengan bahasa lubuk hati. Rasa kasih namanya.

Begitu pula sang istri menanggapi tutur dan sikap kasih suami dengan penuh sentimentil. Yang berbicara bukan lagi logika tapi lubuk kalbu. Oh, betapa indahnya hidup ini.

Inilah gambaran hidup sang pengantin baru. Mungkinkah kasih sayang tertambat abadi dalam lubuk hati yang dalam ?

Bagi pasangan muslim, gambaran cinta mesra adalah suatu yang sakral. Ia perlu dipertahankan, menutupi ketidaksukaan suami kepada kelemahan istri menjadi suatu kewajiban nilai. Bukan sekedar ungkapan di bibir. "Dia tidak pernah mencela suatu makanan, jika dia suka ia makan, dan jika dia benci dia meninggalkannya" (HR Bukhari Muslim)

Kisah Aisyah dengan Rasulullah menjadi buah ibroh (pelajaran) teladan. Betapa Rasulullah menjaga cinta kasih dengan Aisyah selama mata belum berkatup. Ketika kaum Habsyi bermain tombak di masjid, Rasulullah bersikap duhai mesra. Beliau mendedahkan kain sebagai hijab berlobang, agar Aisyah bisa menonton pertunjukan heroik tersebut. Aisyah melihat pertunjukan dari balik leher/tengkuk, agar sesekali bisa bersentuhan dengan dada Rasulullah.

Kisah lain, betapa Rasulullah bermain mesra. Lomba berlari. Sesekali Rasulullah berlari dengan lambat tapi pasti mengalahkan Aisyah. Sesekali beliaupun mengalah demi suka ria Aisyah, demi membahagiakan istri.

Inilah gambaran hidup ideal dan nyata. Rasulullah melaksanakannya dengan istri-istrinya. Kadang Aisyah pun iri pada sikap Rasul yang membanggakan Khadijah. Istri pertama beliau ini memberi kehangatan hidup, membela lahir dan batin, dikala rumah tangga jihad bergelombang. Khadijah lebih banyak mendapat duka dalam liku-liku pembentukan Qo’idah Ash-Sholbah.

Suami Qona’ah (sederhana)

"Tidak ada pada kami kecuali cuka, lalu Rasul minta cuka itu sebagai lauk. Lalu makanlah beliau berlaukkan cuka", demikian tutur salah seorang istri Rasul. (HR Muslim)

Rasul selau qona’ah (tidak neko-neko). Barangkali inilah salah satu kebanggaan para istri Rasul akan kepribadian beliau. Selain, beliau tampan, hangat, juga menyejukkan.

Tidak ada hati para istri yang gundah gulana disebabkan tindakan Rasul. Paling-paling sikap cemburu para istri terutama Aisyah bila ada wanita yang datang kepada beliau. "Jangan-jangan wanita ini menyerahkan diri untuk diperistri," inilah ungkapan kekhawatiran Aisyah. "Tidakkah aku menarik perhatian beliau?", Aisyah berkontemplasi.

Bukan bersoalan itu yang berlaku pada Rasul. Beliau menikahi banyak wanita bukan demi nafsu duniawi, akan tetapi demi dakwah, jihad dan kelanjutan Islam.

Memang Aisyah pencemburu berat. Sulit diukur dengan neraca berapa berat tingkat cemburunya. Tetapi lebih cemburu lagi Rasulullah. Inilah ciri cinta yang masih melekat dalam dua pribadi sejarah. Cemburu bukan hal negatif. Tapi sebagai suatu yang inheren dalam cinta yang furqoni. Suami yang mempunyai rasa cinta kepada istrinya, tidak akan rela melihat istrinya diboyong atau digandeng oleh laki-laki lain. Jika sang istri ternyata dengan "suka rela" mau diperlakukan seperti itu oleh laki-laki lain, maka sang suami akan berkata, "Saya harus menceraikannya". Inilah cemburu yang hak (yang benar).

Kadang suami harus pergi jauh, lama tidak kembali, baik untuk mencari nafkah, menuntut ilmu atau menyeru kepada Islam. Dalam kisah kasih suami istri islami, istri akan mentsiqahi (percaya) pada amal suaminya. "Suamiku tidak akan menyeleweng dari Islam", hati kecil istri bicara. Istri pun di rumah menjaga kesucian dirinya. Ia tak akan menerima tamu di luar muhrim selama kepergian suami. Ia senantiasa menjaga anak-anak dan mendidiknya dengan pendidikan Islam serta menjaga segala harta dan wasiat suami. "Suamiku pasti kembali", suara hati sang istri penuh yakin. "kalau pun ia tidak kembali ke pangkuan, pasti dia kembali kepada-Nya". Sang istri yakin betul akan takdir Allah. Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dalam setiap keputusan-Nya yang hadir.

Berlapang Dada

Sebagai manusia, kadang-kadang seorang istri hanyut dalam arus kemarahan. Ia membuat sesuatu yang ganjil. Dengan sebab tertentu ia merubah sikap terhadap suaminya. Suami merasakan kemarahan tersebut. Lalu, suami menerima dengan lapang dada. Ia bersabar dan bersikap mulia. Pandangan yang dalam akan hakekat kejadian wanita membuat suami bertoleransi terhadap istri. Bahwa wanita itu dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok. Jika sang suami memaksa untuk meluruskannya, maka ia akan patah. Namun jika dibiarkan, maka ia juga akan tetap bengkok.

Sebagaimana Rasulullah pernah menunjukkan sikap beliau ketika Hafsah istri beliu berpaling semalaman dari beliau. Umar memarahi Hafsah dengan keras, karena menganggap anaknya (hafsah) berani berpaling dari Rasulullah. Umpatan Umar tersebut disampaikan kepada Rasulullah. Tapi, Rasulullah menanggapinya dengan senyum simpul.

Suami tidak layak menampilkan sosok dominasi, tidak mau kalah dalam segala hal. Kecuali hal-hal yang prinsip. Untuk hal-hal tertentu suami mau menerima keluhan rasa kesal istri. Suami menanggapinya dengan hati yang sejuk menantramkan, bukannya malah ikut-ikutan marah.

Suatu ketika, para istri shahabat mengelilingi Rasulullah, mengadukan persoalan pribadi. Pasalnya suami-suami mereka terlalu kasar (HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah) padahal dalam firman Allah "Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah). Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak". (QS 4:19)

Dalil ayat ini menyuruh para suami untuk mampu berlapang dada, menerima fitrah manusiawi wanita. Rasulullah pernah bersabda :

"Berwasiatlah kamu dengan cara yang baik kepada wanita sebab mereka dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan sesungguhnya bagian yang paling bengkok di dalam tulang rusuk itu ialah bagian paling atas. Jika anda hendak meluruskannya secara keras dan paksa niscaya engkau akan patahkan dia dan jika anda membiarkan dia demikan ia akan senantiasa bengkok. Maka berwasiatlah kamu dengan baik kepada wanita". (HR Bukhari Muslim)

Suami yang berlapang dada, sabar atau menerima beberapa kelemahan sifat manusiawi wanita akan menjadi simbol kejayaan. Ia bisa adaptif dengan berbagai kronik kehidupan keluarga. Ia tahu bagaimana mengatasi dan mengelula konflik internal dan friksi hubungan sosial dengan istrinya. Ia tahu pula bagaimana cara menyelami lubuk jiwa istrinya dengan bijak, lembut, cerdik.

Kebahagiaan istri secara psikologi dalam keluarga adalah mendapatkan "rewards" positif untuk hal-hal yang positif, dan bila suami bersikap konsisten antara ucapan dan tidakannya.

Pemimpin Yang Baik

"Kaum lelaki adalah pemimpin (qowwam) bagi wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka". (QS 4:34)

Kecerdikan dan sikap menerima kekurangan istri, akan meningkatkan pamor suami di hadapan istri. Dalam memperbaiki kekurangan itu ia berusalah dengan cara lemah lembut. Kebencian atau yang menyakitkan istri akan timbul, bila istri dimarahi di khalayak ramai.

Pemimpin yang baik (suami) dalam keluarga adalah keteladanan dan tanggung jawah yang panuh akan amanah yang diberikan kepadanya.

"Kamu semua adalah pemimpin dan semua pemimpin bertanggung jawab atas semua kepemimpinannya. Dan setiap penanggungjawab adalah pemimpin, dan lelaki adalah pemimpin atas kapasitas keahliannya, dan wanita adalah penjaga suami dan anak-anaknya, maka semua kamu adalah pemimpin yang bertanggungjawab atas rakyatnya”. (HR Bukhari Muslim)

Jadi Islam menuntut kaum laki-laki agar bergaul ihsan (baik) dengan istri. Sebaliknya Islam juga menyuruh istri agar patuh dan taat setia kepada suaminya dalam batas-batas halal. Dengan demikian kisah kasih cinta suami istri senantiasa dalam batas rahmat. Insya Allah akan tetap langgeng. Amin.

FAKTA TENTANG MALAYSIA

1. Pengakuan secara jujur dari Datuk Anwar Ibrahim pada NewYork Times, bahwa sebagian besar pemimpin Malaysia terlalu pongah dan sombong meskipun sebenarnya Malaysia adalah negara lemah dan korup sehingga tidak bisa menghargai negara-negara tetangganya.

2. Terbatasnya akses informasi dari media informasi (surat kabar, televisi dan lain-lain) bagi rakyat Malaysia sehingga hanya sedikit saja informasi mengenai negara-negara tetangga yang dipunyai. Hal ini menyebabkan hidup rakyat Malaysia seperti katak dalam tempurung. Akibatnya, mereka merasa pintar padahal sesunggunya hidup dalam kemalasan dan kebodohan yang teramat sangat. Nilai-nilai demokrasi yang dicapai oleh negara tetangganya tidak banyak diketahui oleh rakyat Malaysia. Hal ini memang disengaja oleh pemerintah mereka agar rakyat tetap bodoh sehingga tidak membahayakan kekuasaan mereka.

3. Menurut analisis Robert C. Lie (Times magazine, June 2007), fenomena yang berlaku di Malaysia ini dalam istilah psikologi merupakan mekanisme pertahanan diri. Intinya, adanya kelemahan, kebodohan, serta kegagalan bangsa Malaysia mengaktualisasikan diri sebagai suatu bangsa yang bisa dihormati oleh bangsa lainnya menyebabkan mereka berusaha sekuat tenaga membalik penilaian tersebut dengan memberikan stigma yang lebih jelek terhadap negara tetangganya.

4. Analisis dari Dinas Rahasia Russia (2006) terhadap fenomena teroris Dr. Azahari dan Nurdin M. Top, menyatakan bahwa kedua orang tersebut adalah merupakan kaki tangan/agen rahasia Malaysia bekerjasama dengan CIA disusupkan ke Indonesia untuk mencegah fenomena kebangkitan Islam moderat di Indonesia. Seperti Analisis dari CIA, keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia yang diikuti dengan kebangkitan Islam di Indonesia akan menjadikan Indonesia sebagai negara besar dan maju di regional Asia Pasifik. Kondisi ini jelas tidak menguntungkan bagi Malaysia yang berupaya menjadi pemimpin di wilayah ini namun tidak memiliki kemampuan sama sekali. Kepentingan USA terhadap wilayah ini juga akan terganggu bila Indonesia berhasil muncul menjadi negara besar dan maju di kawasan ini.

5. Dalam era globalisasi dewasa ini, peperangan bukan lagi menjadi suatu kunci bagi memenangi suatu persaingan. Justru saat ini yang dibutuhkan adalah soft power. Keunggulan budaya salah satunya. Dalam banyak hal ini jelas sekali keunggulan budaya Indonesia atas Malaysia. Lagu-lagu Indonesia banyak membanjiri Malaysia, bahkan menjadi top chart di negara mereka. Belum lagi hasil-hasil budaya lainnya seperti film, kerajinan, pencak silat, kebudayaan tradisional, dan lain-lain. Arsitektur misalnya, sudah menjadi pengetahuan umum bila menara kembar Petronas mencontek dari desain Candi Prambanan di Indonesia. Fenomena ini diakui oleh budayawan serta banyak artis Malaysia, salah satunya adalah Amy yang begitu gundah atas membanjirnya produk budaya dari Indonesia ke Malaysia.

6. Tidak ada satupun kurikulum mancanegara yang memasukkan mata pelajaran bahasa Malaysia kedalam kuliahnya, satu-satunya turunan dari bahasa melayu yang dijadikan kurikulum pendidikan bahasa asing adalah bahasa Indonesia.(University di Australia, Belanda, Rusia, China, Jepang, Eropa, USA). Hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang berpotensi semakin besar pemakaiannya di dunia (UNESCO).

Israel dan Serangan 11 September

BAGAIMANA TERORISME ISRAEL DAN SUBVERSI AMERIKA MENYEBABKAN SERANGAN 11 SEPTEMBER
Oleh: David Duke
(Presiden Nasional European-American Unity and Rights Organization)
www.davidduke.com

Apabila Osama bin Laden adalah pelaku di balik serangan yang menyebabkan kematian ribuan warga Amerika pada 11 September, maka saya seperti sebagian besar warga Amerika menghendakinya menjalani hukuman mati atas kejahatan yang dilakukannya.
Tidak satupun orang atau bangsa yang melakukan kegiatan terorisme atas negara Amerika akan terhindari dari tindakan penghukuman.

Akan tetapi sekarang saya akan membuat sebuah pernyataan dimana dapat membuat Anda shock mendalam. Apabila Anda setuju bahwa mereka yang melakukan tindak terorisme terhadap Amerika harus dihukum, maka Amerika
harus menempatkan Israel di posisi teratas dari daftar target itu karena pada artikel ini saya akan membuktikan Israel telah melakukan tindakan terorisme dan subversi secara sadar atas rakyat Amerika.


Tindakan terorisme dan subversi Israel terhadap Amerika tidak hanya berlangsung tanpa penghukuman tetapi juga dipuji oleh para politisi yang telah mengkhianati bangsa Amerika.

Saya akan mengungkapkan data dan informasi bahwa Israel telah melakukan kegiatan terorisme jauh lebih terus menerus pada setengah abad terakhir daripada bangsa-bangsa lainnya di atas bumi ini. Kemudian, saya akan mengungkapkan tindakan terorisme dan suberversi Israel terhadap Amerika Serikat. Pada akhirnya saya akan membuka fakta yang membuat shock dimana membuktikan Israel secara sengaja berupaya menimbulkan kematian kepada warga Amerika pada tanggal 11 September 2001.

Mengapa Amerika Diserang?

Tidak seorangpun akan berbeda pendapat bahwa apapun motivasinya, bila Osama bin Laden berada di balik horor serangan WTC, maka dia pantas dihukum untuk pembunuhan begitu banyak warga sipil. Pada waktu bersamaan, kita begitu tahu mengapa bin Laden dan jutaan orang lainnya di seluruh dunia begitu membenci Amerika. Mengapa begitu banyak orang yang ingin mengambil resiko atau bahkan mengorbankan jiwanya untuk menyerang kita? Saya sangat berharap tidak satupun akan membaca fenomena ini begitu naïf dengan meyakini tumbuhnya jutaan orang yang membenci Amerika karena kita adalah “masyarakat bebas”. Berbagai bentuk rumor harus merupakan pengertian yang paling jelek yang dijual kepada rakyat Amerika sejak demam musik melanda Amerika.

Untuk mengakhiri ancaman terorisme terhadap rakyat Amerika, maka kita harus mengetahui alasan yang sebenarnya mengapa kita begitu dibenci. Teknologi modern membuat pembunuhan massal dan tindakan terorisme begitu mudah dilakukan sehingga setiap orang dapat melakukannya. Hal ini tidak dapat dihentikan dengan kekuatan militer. Bahkan dengan kekuatan yang dahsyat yang kita gunakan di Afghanistan dengan tujuan untuk menumpas teror - sudah menunjukkan tanda-tanda berkobarnya kebencian di seluruh dunia terhadap Amerika untuk membangkitkan seribu anggota teroris baru untuk setiap satu teroris yang kita dapat bunuh.

Saya juga bertanya seberapa besar rasio pembunuhan di Afghanistan itu. Apakah satu anggota dari jaringan Al-Qaida dibunuh untuk setiap 10 tentara dan warga sipil Afghanistan yang berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka seperti kita. Atau apakah 1 orang teroris untuk 100 orang Afghanistan. Saya curiga angka riil bahkan lebih besar, seperti 100 kematian non-teroris untuk nyawa 1 teroris sebenarnya yang bahkan dapat mengusik eksistensi Amerika.

Agaknya kita seharusnya mempunyai cukup keberanian untuk mempertimbangkan berbagai alasan yang mungkin mengapa begitu banyak orang membenci kita. Hanya bila kita punya seluruh fakta yang ada, kenyataan ini agaknya lebih dari pernyataan klise seperti “Mereka sedang menyerang kebebasan,” maka kita dapat memutuskan cara terbaik yang kita dapat lakukan untuk melindungi rakyat Amerika di masa depan.

Oleh karena itu, bagaimana kita mendefinisikan suatu “serangan atas kebebasan Amerika?” Saya dapat katakan “serangan yang sebenarnya atas kebebasan” adalah meruntuhkan Bill of Rights dan Konstitusi Amerika Serikat. Ten Amendments adalah inti kebebasan Amerika sebenarnya. George Bush dan Kongres Amerika Serikat dengan corong baru Amerika UU Patriot Act, secara tidak terbatas telah mencabut kebebasan Konstitusi daripada yang dapat lakukan oleh Osama bin Laden.

Alasan Riil Kita Mengalami Tindakan Terorisme dengan serangan atas WTC sangatlah sederhana. Terlalu banyak politisi Amerika telah mengkhianati rakyat Amerika dengan sepenuh hati mendukung bangsa teroris utama di permukaan bumi ini: ISRAEL, negara Zionis Yahudi.

Media massa dan pemerintah Amerika tidak dapat kedua-duanya. Apabila mereka termotivasi untuk menyerang Afghanistan karena memberikan bantuan dan wilayah bagi para teroris, maka sebagian rakyat Palestina sebenarnya mempunyai motivasi yang sama untuk menyerang Amerika karena memberikan bantuan dan bahkan dukungan militer atas Israel, sebuah bangsa yang telah melakukan tindakan terorisme yang terus menerus atas mereka.

Para pengkhianat bangsa Amerika Serikat telah memungkinkan sebuah bangsa asing teroris mengontrol Pemerintahan Amerika Serikat. Sebagian pembaca mungkin menganggap suatu yang tidak masuk akal saya menyatakan sebuah bangsa asing mengontrol bangsa Amerika. Tetapi, dengan mempertimbangkan fakta yang ada mantan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat, William Fulbright, berkata tentang hal ini dengan tepat. Dia menegaskan di program televisi nasional ABC, Face the Nation bahwa “Israel Mengontrol Senat Amerika Serikat.”(1) Dan, Senator Fulbright bukanlah boneka dimana namanya diabadikan dalam program beasiswa “Fulbright” bagi para mahasiswa yang berotak brilian. Tidak hanya Senator Fulbright membuat tuduhan seperti ini, tetapi juga mantan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, George Brown dan tokoh-tokoh lainnya menyatakan pada dasarnya hal yang sama.

Kita dapat katakan kita tidak mungkin percaya melihat Kongres begitu mendukung sebuah program Israel seperti ini. Dan mereka berkata jangan kuatir dengan Kongres. Kita akan urus Kongres ini. Kongres ini sosok dari negara lain. Tetapi mereka dapat melakukan hal ini. Mereka memiliki, seperti Anda ketahui, bank-bank di negara ini, surat kabar. Coba lihat dimana uang bangsa Yahudi itu. - (2) (Jenderal George S. Brown, mantan Kepala Staf Gabungan)

Tentunya, Jenderal Brown agaknya meremehkan kontrol Yahudi atas media massa Amerika. Yang benar mereka mengontrol surat kabar yang paling berpengaruh di Amerika Serikat: The New York Times, the Washington Post dan the Wall Street Journal. Mereka juga memiliki tiga majalah berita utama Time, Newsweek dan U.S. News and World Report. Tetapi, bahkan lebih penting lagi, mereka secara keseluruhan mendominasi media televisi dan penyiaran Amerika, dua konglomerat terbesar - Time-Warner dan Disney, dan dominasi Yahudi mencakup jaringan eksekutif berita di tiga jaringan utama: ABC,CBS dan NBC. Kontrol media oleh partisan pro-Israel adalah subjek lain; tetapi apabila akan melihat data yang lebih lengkap, harap lihat situs saya www.davidduke.com dan lihat bab dari My Awakening dengan judul “Who Runs the Media.” Sikap media massa pro-Israel yang sangat berat sebelah adalah mengapa sebagian besar rakyat Amerika begitu mengabaikan catatan tindakan teroris Israel. Yang harus dilakukan oleh artikel ini adalah menusukkan peniti di balon propaganda Israel karena hal ini akan tepat menghantam jatuh balon kebohongan di sekitar propaganda Israel.

Saya akan memperlihatkan kepada Anda bukti bahwa selama 50 tahun terakhir Israel telah melakukan lebih banyak tindak terorisme pembunuhan daripada bangsa-bangsa lainnya di atas permukaan dunia ini; dan dengan mendukung perilaku kriminal Israel, Amerika sekarang ini menanggung kebencian fanatik ratusan juta orang di seluruh permukaan bumi ini. Dukungan atas terorisme Israel secara langsung mengarah kepada tindakan terorisme yang sekarang ini terjadi terhadap bangsa Amerika Serikat. Sebagian besar rakyat Amerika bahkan tidak menyadari besar dan luas tindakan terorisme Israel karena kontrol media massa Yahudi yang disebutkan oleh Jenderal Brown. Sebuah contoh kekuatan media massa Yahudi itu adalah kemampuan untuk membuat propaganda Kebohongan Besar (Big Lie) bahwa serangan atas WTC sama sekali tidak berkaitan dengan Israel; para penyerang kamikaze dan rakyat Amerika yang diserang karena bangsa Amerika adalah “bangsa yang memperjuangkan kebebasan”.

Kebohongan Besar

Media massa Amerika yang didominasi Yahudi dan para politisi yang dikontrol Israel tidak menghendaki bangsa Amerika untuk sepenuhnya menyadari harga yang begitu mahal yang harus dibayar oleh bangsa Amerika karena dukungan membabi buta kepada Israel. Setelah serangan pada 11 September 2001, bahkan Presiden Bush berulang-ulang menyatakan kebohongan yang absurd ini dengan menuduh serangan WTC itu karena mereka membenci fakta bahwa bangsa Amerika adalah bangsa yang memperjuangkan kebebasan. Apabila, seperti yang media katakan, Osama bin Laden berada di balik tindakan terorisme ini, maka mereka tahu serangan ini terjadi bukan karena dia membenci kebebasan. Hanya tiga tahun lalu, televisi ABC dan PBS Frontline mewawancarai Osama bin Laden selama masa pemerintahan Clinton. Bin Laden dengan tegas menyatakan mengapa dia menentang Amerika:

Mereka (bangsa Amerika) menyerahkan dirinya kepada belas kasihan sebuah pemerintahan yang tidak loyal .Israel berada di dalam tubuh bangsa Amerika. Dengan mengambil kursi berbagai kementerian yang sensitif, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan dan CIA, Anda dapat lihat bahwa bangsa Yahudi mempunyai kekuatan kontrol yang kuat atas bangsa ini. Mereka mempergunakan Amerika untuk melanjutkan rencana-rencana mereka di atas dunia ini .”
Selama lebih dari setengah abad, umat Muslim di Palestina telah (oleh bangsa Yahudi) dibantai, diserang dan dirampok kehormatan dan harta bendanya. Rumah-rumah mereka telah diledakkan, hasil pertanian mereka dihancurkan.

Inilah pesan saya kepada bangsa Amerika: mencari sebuah pemerintah yang serius dimana menyikapi dengan hati-hati kepentingan bangsa ini dan tidak menyerang tanah air atau kehormatan rakyat bangsa lainnya .”(3))

Walaupun dengan tuduhan kejahatan atas dirinya, Osama bin Laden dalam seluruh hidupnya tidak pernah mengucapkan kata menentang Demokrasi! Media massa Yahudi menciptakan kebohongan tentang penyerangan atas Demokrasi untuk menyembunyikan kebenaran riil; bahwa bangsa Amerika sedang diserang sebagai balasan atas dukungan pemerintah Amerika atas berbagai kebijakan teroris Israel di Timur Tengah. Kebulatan suara media massa dalam mempropagandakan kebohongan besar ini tanpa perlawanan seharusnya membuat setiap orang yang berpikir curiga bahwa bangsa Amerika tidak mendpatkan seluruh kebenaran dari media massa yang ada.

Pertama, kita akan membahas tindakan terorisme Israel atas bangsa Palestina Israel: Pelaku Pembunuhan Massal sebagai Kepala Negara PM Israel, Ariel Sharon, adalah salah seorang teroris berdarah dingin di dunia ini. Dia bertanggungjawab atas pembantaian berdarah dingin atas 1500 pria, wanita dan anak-anak di kamp-kamp pengungsi di Beirut, Chatila dan Sabra. Bahkan sebuah komisi resmi Israel menemukan Sharon secara pribadi bertanggungjawab atas pembunuhan massal di Lebanon. (4)

Pada tahun 1982, sebagai menteri pertahanan Israel, Sharon memimpin invasi ke Lebanon dan melakukan pemboman dan penghancuran kota Beirut (Di Lebanon lima kali lebih banyak wanita dan anak-anak meninggal daripada dalam serangan September di New York). Pemboman teror ini dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan mempergunakan pesawat tempur dan bom-bom yang disuplai oleh Amerika Serikat.

Setelah penghancuran dan pendudukan militer Israel, Sharon secara paksa mengusir para pejuang perlawanan Palestina dari Lebanon. Banyak wanita, anak-anak dan orang lanjut usia ditinggalkan di kamp-kamp pengungsi dekat Beirut. Amerika Serikat secara terbuka menjamin keselamatan mereka dan berjanji mereka secepatnya akan disatukan kembali dengan orang-orang yang dicintainya. Ketika Sharon memplot pembunuhan atas mereka, dia tidak hanya merencanakan tindakan terorisme berdarah atas para pengungsi ini; dia mengetahunya hal ini sebuah tindakan subversi terhadap Amerika Serikat yang akan menimbulkan kebencian yang mendalam terhadap bangsa Amerika.

Pada malam 16 September 1982, Sharon mengirim skuad pembunuh milisi Phalangist ke dalam dua kamp pengungsi Palestina, Sabra dan Shatila. Dengan tank-tank dan tentara Israel yang menutup seluruh kamp ini untuk mencegah warga Palestina dari upaya menyelamatkan diri, maka skuad pembunuh dengan senjata mesin, bayonet dan pemukul membantai rakyat Palestina sepanjang malam, hari berikutnya dan malam berikutnya;kemudian, ketika bangsa Israel yang mengelilingi kamp ini mendengar gembira tembakan senapan mesin dan jeritan yang datang dari dalam kamp-kamp itu. Kemudian, Sharon mengirim buldozer untuk menyembunyikan sebanyak mungkin kekejaman yang dapat dilakukannya.

Sekurang-kurangnya 1500 pria, wanita dan anak-anak Palestina dibantai, dan mungkin sebanyak 2500 jiwa. (Sebuah investigasi resmi pemerintah Lebanon menyebutkan angka 2500 jiwa). Bahkan setelah upaya buldozer Sharon, banyak warga Palestina tidak terkuburkan dan para pekerja Palang Merah menemukan seluruh keluarga-keluarga itu, termasuk ratusan anak-anak dan orang lanjut usia, dengan leher terpotong atau keluar isi perutnya. Jumlah wanita dan anak gadis yang tidak terhitung jumlahnya diperkosa sebelum mereka dibantai.

Ariel Sharon dicari untuk diadili oleh Hague Tribunal, badan yang sama ini berhasil mengekstradisi mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic atas tuduhan berbagai kejahatan kemanusiaan di Kosovo. Sharon tidak akan pergi ke Belgia karena takut ditangkap oleh International Court for the massacre.(5)

Walaupun dia dicari karena pembunuhan massal di kamp pengungsi Sabra dan Chatila, tetapi Sharon dapat diadili oleh puluhan korban pembantaian lainnya yang dilakukan selama karir cemerlangnya, kejahatan terhadap kemanusiaan yang sekurang-kurangnya dapat ditarik hingga tahun 1953. Harian Israel, Ha'aretz, menyebutkan Sharon yang memimpin sebuah pembunuhan massal di desa Kibya pada tahun 1953, “Tentara Mayor Ariel Sharon membunuh 70 warga Palestina dalam serangan balasan dendam, sebagian besar mereka adalah anak-anak dan wanita (6)

Amerika dimana menuntut kepada Hague Tribunal untuk menangkap dan mengadili Milosevic, berpura-pura tidak menyadari pembunuhan massal yang dilakukan Sharon. Dengan tidak mengeluarkan surat penahanan kepada Sharon karena pembunuhan massal dan menempatkannya dalam penjara yang sepantasnya dia jalani, sebaliknya Presiden Bush menyambut secara terbuka Ariel Sharon dengan jabatan tangan dan rangkulan! Bagaimana dunia harus mentertawakan keanehan ini bila Bush berunding dengan Sharon tentang “cara-cara memerangi terorisme.”

Apabila Presiden Bush benar-benar serius untuk menghukum bangsa-bangsa yang mendukung sarang teroris,maka dia harus memulainya dengan ISRAEL, sebuah bangsa yang terpilih menjadi salah satu teroris dan pembunuh massal terburuk di dunia sebagai Kepala Negaranya. Apakah Senat Amerika yang dikontrol Amerika dapat menghukum Israel karena menjadi sarang teroris? Jawabnya, Tidak. Sebaliknya, kita mensuplai para teroris mereka dengan milyaran dolar uang wajib pajak Amerika dan senjata-senjata yang sangat canggih dengan itu mereka akan melakukan pembunuhan!

Pembunuhan massal Israel atas para pengungsi Palestina setelah Amerika Serikat secara terbuka menjamin keselamatannya tidak hanya suatu kejahatan atas kemanusiaan, tetapi juga salah satu tindakan subversi terhadap bangsa Amerika. Sharon dan orang-orang yang terlibat itu sepenuhnya menyadari janji yang diberikan secara terbuka oleh pemerintah Amerika atas keselamatan para pengungsi itu.

Pembunuhan Massal di Kamp Pengungsi Sabra dan Chatila di Beirut adakah motivasi utama serangan pemboman bunuh diri di Lebanon yang membunuh 241 Marinir Amerika di Beirut kurang dari setahun kemudian, dan hal ini dengan jelas bagaimana dukungan Amerika atas tindakan terorisme Israel menyebabkan konsekuensi yang pahit bagi Amerika Serikat. Harian The Los Angeles Times, dalam diskusi sebuah buku yang mengungkapkan misteri ini oleh seorang mantan agen badan intelijen Israel Mossad, mengungkapkan bahwa Mossad telah mengetahui terlebih dahulu serangan teroris itu atas barak-barak Marinir AS di Lebanon pada tahun 1983, tetapi secara subversi mereka tidak memperingatkan pihak Amerika. (7)

Di antara tuduhan yang lebih mengejutkan dari pernyataan Ostrovsky adalah Mossad tidak memberikan informasi kepada pihak Amerika data intelijen secara terinci yang dapat mencegah pembomanan bunuh diri tahun 1983 atas barak-barak Marinir di Beirut yang membunuh 241 marinir Amerika;.

Israel: Negara yang Didirikan dengan Teror atas Inggris dan Bangsa Palestina

Dalam upaya untuk mengambil alih kontrol atas tanah Palestina dari Inggris, para pendukung gerakan Zionis melakukan kampanye teror yang terus menerus, termasuk pemboman King Daving Hotel, dimana membunuh 93 orang. Mereka membunuh para pejabat dan tentara Inggris. Pendukung gerakan Zionis ini membunuh setiap orang yang menghalangi jalannya, termasuk mediator PBB, Count Folke Bernadotte, yang berani mengungkapkan kepada dunia tentang kampanye teror dan pembunuhan Zionis. Sebuah taktik favorit gang teroris Zionis, Irgun dan Stern, adalah menculik tentara Inggris dan secara perlahan-lahan menyiksa mereka hingga meninggal. Israel juga bangsa pertama yang mempergunakan teknik teroris modern, yaitu bom surat; dan selama bertahun-tahun mereka mengirimkan ratusan surat, membunuh puluhan musuhnya dan banyak pejalan kaki di seluruh dunia. Tindakan terorisme pengiriman surat yang terinfeksi Antrax hanyalah salah satu cara bom surat itu.

Teror Deir Yassin

Rakyat Palestina tentunya korban terbesar selama setengah abad teror Israel ini. Sebenarnya Israel merencanakan terornya dengan mengeluarkan rakyat Palestina melalui kebijakan teror massal. Dengan metode ini, Israel mengusir 800.000 di antara rakyat Palestina dari rumah, tempat usaha dan lahan pertanian mereka(9). Dalam bukunya, The Revolt (10), mantan PM Israel, Menachem Begin, membanggakan perannya dalam pembunuhan massal atas 254 rakyat Palestina di Deir Yassin. (Sebagian besar korban adalah orang lanjut usia, wanita dan anak-anak yang tinggal di desa yang diduduki Israel). Dalam bukunya itu, Begin menyatakan Deir Yassin dan pembunuhan massal lainnya menyebabkan kepanikan di antara penduduk Palestina, menyebabkan mereka melarikan diri karena teror terhadap rumah-rumah mereka. Teror massal yang direncanakan ini memungkinkan pendukung gerakan Zionis untuk mengambil kontrol atas tanah air Palestina. Juga perlu ditegaskan, para pengungsi masih tidak diizinkan untuk kembali ke rumah setelah lebih dari setengah abad!

Apa yang dilakukan para teroris Zionis ini di Deir Yassin dan di desa-desa lainnya yang menyebabkan rakyat Palestina melarikan diri? Seorang dokter Palang Merah, Jacques de Reynier, kepala wakil Komite Internasional Palang Merah di Jerusalem memberikan laporan yang mengejutkan tentang pembunuhan massal dalam laporan resminya. (11)

De Reynier tiba di desa ini pada hari kedua dan melihat “tindakan pembersihan oleh tentara,” karena salah seorang anggota teroris Israel memperlihatkan kepadanya. Pembunuhan massal ini dilakukan dengan senjata mesin, kemudian granat dan diakhiri dengan tubuh-tubuh korban disayat pisau. Bangsa Yahudi itu memenggal sebagian kepala korban dan secara fatal memotong anggota tubuh 52 anak di depan ibu-ibu mereka. Mereka merobek rahim-rahim 25 wanita hamil dan membantai bayi-bayi di depan ibu-ibu mereka.

Orang-orang Israel yang berada di Deir Yassin telah memperkuat fakta pembunuhan massal ini. Setelah pensiun tahun 1972, seorang perwira Haganah, Kolonel Meir Pa'el, menyatakan hal berikut ini tentang Deir Yassin di Yediot Ahronot, sebuah terbitan Yahudi yang terkemuka:

Para anggota Irgun dan LEHI keluar dari persembunyian dan mulai melakukan 'pembersihan' rumah-rumah warga Palestina. Mereka menembaki siapapun yang mereka lihat, termasuk wanita dan anak-anak, para komandan tidak berupaya menghentikan pembunuhan itu . mereka dibawa ke lubang pembantaian yang terletak di antara Deir Yassin dan Giv'at Shaul, kemudian dibunuh secara kejam... (12)

Komandan unit Haganah yang mengontrol wilayah Deir Yassin setelah pembantaian massal itu, Zvi Ankori,membuat pernyataan ini dalam harian Israel, Davar: “Saya memasuki enam hingga delapan rumah warga Palestina. Saya melihat alat kelamin yang dipotong dan perut-perut wanita Palestina yang dirobek-robek. Menurut tanda-tanda penembakan di tubuh-tubuh korban, hal ini adalah pembunuhan langsung.” (13)

Pernahkah Anda melihat film dokumenter televisi atau film-film Hollywood tentang teror Israel di Deir Yassin atau ribuan tindakan teror Israel lainnya terhadap rakyat Palestina? Anda telah mendengar banyak cerita tentang korban-korban warga Yahudi oleh Hitler, tetapi pernahkah Anda mendengar suara wanita-wanita di Deir Yassin dimana bayi-bayi mereka dipotong dari rahim-rahim mereka oleh para pendukung Supremasi Kaum Yahudi? Pernahkah Anda mendengar suara-suara salah satu dari ribuan korban rakyat Palestina lainnya oleh Begin, Shamir, Barak dan Sharon? Sesuai dengan catatan panjang tindakan terorisme Israel terhadap rakyat Palestina, Israel mempunyai kebiasaan keji memilih dan mengangkat pelaku teror dan pelaku pembunuhan massal yang paling kejam sebagai Kepala Negaranya.

Amerika Serikat memiliki divisi Departemen Kehakiman ang mempunyai kemampuan untuk memburu orang-orang Nazi yang telah melakukan berbagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Ketika Amerika secara bersungguh-sungguh mengejar para tersangka pelaku kejahatan perang Jerman, presiden-presiden Amerika mengadakan jamuan malam kenegaraan untuk menghormati presiden-presiden bangsa Yahudi!

Mr. Bush begitu giat berbicara tentang pemberantasan para teroris jahat, tetapi bukan pembunuhan massal, seperti Deir Yassin yang terlihat gamblang sebagai sebuah tindakan kejahatan yang sempurna?

Seperti Begin ungkapkan dalam bukunya, The Revolt, teror terhadap bangsa Palestina merupakan sebuah faktor penting dalam pendirian negara Israel. Tindakan teror ini merupakan fondasi pendirian negara Yahudi dan sudah berlangsung selama setengah abad berbagai bentuk tindakan teror atas rakyat Palestina itu.

52 Tahun Teror Terhadap Rakyat Palestina

Sejak tahun 1948, rakyat Palestina menghadapi tindakan terorisme secara terus menerus dari pihak Israel. Ratusan perkampungan telah dihancurkan dan secara literal dihapuskan dari atas peta. Puluhan ribu rumah telah dibom, dibuldoser atau didinamit selama proses perdamaian! Puluhan ribu pria, wanita dan anak-anak telah dibunuh. Bahkan jumlah yang lebih banyak telah dibutakan, dibuat cacat, dibunuh dan dipotong anggota tubuhnya. Ratusan ribu telah dipenjarakan dan atau disiksa. Yang terjadi setelah gerakan perlawanan Palestina atas pendudukan Israel, Israel tidak pernah malu melakukan pemboman atas kamp-kamp pengungsi yang dipenuhi anak-anak dan wanita. Tank-tank, helikopter dan bahkan pesawat tempur Israel digunakan untuk menjatuhkan bom-bom atau menembakkan rudal ke dalam jantung pemukiman Palestina dan kamp-kamp pengungsi yang didiami wanita dan anak-anak. Senjata-senjata ini tidak dapat membedakan di antara orang yang diduga sebagai seorang teroris atau seorang anak kecil yang berusia delapan tahun. Sebuah senjata dapat membunuh seorang anak sama pastinya dengan membunuh musuh-musuh negara Israel itu.

Rakyat Palestina yang dicurigai secara aktif melakukan perlawanan atas pendudukan Israel di Tepi Barat atau Jalur Gaza, mendapatkan serangan dari laras-laras tank, rudal-rudal atau bom-bom Israel ke rumah-rumah dan keluarga-keluarga tersangka. Dan setelah tersangkanya dibunuh atau dipenjarakan, maka tentara Israel membuldozer atau mendinamit rumah-rumah keluarganya. Ribuan rumah telah dihancurkan dengan cara ini.

Israel juga telah membunuh ratusan pemimpin Palestina dengan pembunuhan dan serangan teroris. Berbagai serangan ini acapkali membunuh pejalan yang tidak berdosa yang berada di tempat kejadian. Banyak mereka yang dibunuh tidak pernah terkait dengan tindakan teror atau kekerasan apapun juga; mereka hanya pengarang, penulis atau ulama yang dengan kata-kata mereka telah menginspirasi rakyat Palestina untuk berjuang membebaskan bangsa dan negaranya. PM Israel sebelum Ariel Sharon adalah Ehud Barak. Pada tahun 1972, selama masa perdamaian antara Israel dan Lebanon, ia memimpin sebuah skuad pasukan komando pencabut nyawa ke kota Beirut, Lebanon dimana dia secara pribadi membunuh penulis Palestina Kamal Edwan. Di tengah malam itu, dengan mempergunakan senjata-senjata semi-mesin otomatis dengan peredam suara, dia dan timnya, membunuh Edwan ketika korban sedang tidur pulas. Ketika PM Israel yang baru terpilih, Ehud Barak, berkunjung ke New York dan Washington, media massa yang dikontrol Yahudi memperlakukan pembunuh ini, seolah-olah sebagai seorang pahlawan perang.

Kebijakan standar ganda ini agaknya tidak pernah berakhir. Ketika seorang pejabat kabinet Israel, Rechavam Zeevi, dibunuh warga Palestina pada bulan Oktober 2001, Sharon dan sejumlah pejabat Amerika Serikat menyatakan tindakan ini sebagai “terorisme.” Apabila penembakan Zeevi memang tindakan terorisme, maka apa yang seharusnya kita ingat bertahun-tahun tindakan pembunuhan Israel atas ratusan pemimpin politik, akademisi, ulama dan pengarang Palestina? Mengapa media massa tidak mengungkapkan bahwa Zeevi sendiri seorang pendukung Supremasi Bangsa Yahudi yang menyebut warga Palestina yang tinggal dan bekerja secara ilegal di Israel sebagai “kuman” dan “kanker di tengah-tengah bangsa Yahudi.(14)” Zeevi sendiri seorang teroris yang menyerukan pengusiran paksa seluruh warga Palestina dari wilayah pendudukan dan pembunuhan seluruh mereka yang menentang pendudukan Israel. Dia bahkan secara terbuka menyerukan pembunuhan Yassir Arafat. Namun, media massa yang sama yang menyebutkan pembunuhannya “terorisme” tidak pernah menyebutkan Zeevi pro-pembunuhan seorang teroris atau bahkan seorang pendukung Supremasi Bangsa Yahudi. Pembunuhan Zeevi sendiri merupakan respons langsung terhadap pembunuhan rejim Israel atas seorang pemimpin Palestina beberapa minggu sebelumnya.

Pada tahun 1991, di sebuah pertemuan kabinet Israel, Zeevi berkata bahwa Presiden George Bush, dengan menekan Israel untuk masuk dalam pembicaraan perdamaian, adalah “musuh Israel” dan “Amerika sedang memplot Holocaust Kedua bagi bangsa Yahudi.(15)” Dengan sebuah “negara sekutu seperti ini”, apakah Amerika harus menghadapi begitu banyak musuh-musuhnya?

Kekuatan bangsa Yahudi di media dunia telah menutup-nutupi ratusan teror dan pembantaian yang dilakukan oleh rejim Israel. Sebenarnya bahkan sebelum serangan teror WTC di bulan September, BBC menginstruksikan para reporternya untuk melaporkan pembantaian musuh-musuh Israel sebagai “target pembunuhan” daripada sebenanrya apa yang mereka lakukan: pembantaian. (16) Akan tetapi, BBC (seorang staf eksekutifnya pro-Yahudi) menyebutkan pembunuhan Zeevi sebagai pembantaian (assassination) dan bukan sebuah “target pembunuhan.” Fenomena Israel yang berkembang di masyarakat telah didistorsi oleh media massa selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, hanya segelintir orang Inggris dan bahkan lebih sedikit lagi orang Amerika menyadari catatan terorisme Israel. Oleh karena itu, saya tidak dapat mengutuk sebagian besar pemerintah Amerika atas pengabaian terorisme Israel.

Teror Penyiksaan Israel: Jatuh Korban Sekitar 150.000 Jiwa

Penyiksaan brutal atas ribuan musuh-musuh sebuah negara harus diklasifikasikan sebagai bentuk terorisme yang paling kejam. Puluhan ribu rakyat Palestina telah disiksa di penjara-penjara Israel. Sebuah kelompok pejuang HAM di Israel dalam laporan setebal 60 halaman melaporkan sekitar 85% tahanan Palestina mengalami penyiksaan.(17) Dan tidak salah lagi; banyak penyiksaan yang dialami oleh korban Palestina ini lebih dari mimpi paling buruk. Penyiksaan Israel mencakup dari menyumbat para korban dengan air seni dan kotoran manusia di kantong-kantong yang di ikat di atas kepalanya hingga mempergunakan alat cemeti listrik untuk perkosaan anal dan pemotongan bagian-bagian tubuh. Israel juga tidak pernah mengakui siapa yang ditahannya hingga tindakan pembunuhan atau penyiksaan seorang warga Palestina yang menyebabkan kematian korban, maka jasadnya tidak pernah ditemukan atau diklaim mati dalam pertempuran dengan pihak polisi Israel sebelum ditangkap. Puluhan ribu warga Palestina dan Lebanon meninggal ketika dalam tahanan Israel.

Sebuah artikel feature yang ditulis Joel Greenburg di harian pro-Israel New York Times mengungkapkan rejim Israel menyiksa 500 hingga 600 warga Palestina setiap bulan.(18) Angka yang kemungkinan besar begitu rendah itu karena berasal dari harian pro-Israel New York Times, berarti bahwa setiap tahun dari sebenarnya paling sedikit 6000 orang Palestina disiksa Israel. Penyiksaan ini telah berlangsung sejak tahun 1948 (53 tahun terakhir). Apabila angka ini setengah dari pengakuan Greenburg dan berlangsung setiap tahun - maka sekurang-kurangnya 150.000 jiwa telah disiksa di penjara-penjara Israel sejak berdirinya negara Yahudi ini.

Untuk mengatasi berbagai masalah humas Israel karena legalisasi penyiksaan negeri Yahudi ini, pada tahun 1999 Mahkamah Agung Israel menetapkan sebuah undang-undang dengan niat yang kabur dimana kebijakan penyiksaan Israel ini kadang-kadang suatu bentuk kebijakan ilegal, tetapi kelompok HAM Israel dan Palestina memberikan banyak bukti bahwa undang-undang itu hanyalah suatu gincu hubungan kemasyarakatan. Mereka memberikan bukti bahwa kebijakan penyiksaan terus menerus dilakukan seperti sebelum undang-undang itu ditetapkan. (19)

Di belakang kebijakan penyiksaan Israel ini, sekarang para wartawan Yahudi mulai menyerukan penggunaan penyiksaan di Amerika! Sebuah artikel di Newsweek berjudul 'Time to think about torture' dan para tahanan yang selamat perlu merasakan teknik lama yang agaknya sudah tidak dipertanyakan lagi.” (20) Bahkan pembela kebebasan hak-hak sipil pendukung Yahudi, Alan Dershowitz, sekarang ini menyerukan penggunaan penyiksaan. (21)

Victor Ostrovsky, mantan agen Mossad Israel, menulis dua buku mengenai teror Israel terhadap musuh-musuhnya. Pada salah satu bukunya, dia membahas nasib warga Palestina yang secara ilegal menyeberangi tapal batas untuk mencari pekerjaan di Israel. Puluhan ribu orang-orang muda ini hampir sama sekali tidak terdengar lagi setelah ditangkap oleh tentara Israel. Sebagian mereka yang tertangkap dibawa ke fasilitas penelitian ABC dimana mereka akan mengalami tindakan teror kimia, nuklir atau perang biologi yang sangat kejam.

Fasilitas ABC didirikan untuk penelitian atom, bakteriologi dan kimia.

Para ahli epidemologi Israel mengembangkan berbagai mesin perang paling modern ini seharusnya untuk sebuah perang total dimana jenis senjata ini sangat dibutuhkan; tidak ada celah untuk kesalahan sedikitpun. Para infiltrator Palestina akan menjadi kelinci percobaan mesin ini. Sebagai guinea pigs manusia, mereka dapat memastikan senjata yang sedang dikembangkan para ahli bekerja dengan baik dan dapat memverifikasi seberapa cepat dan jauh lebih efisien mesin perang ini berfungsi. (22)

Teror atas Rakyat Lebanon
Selama invasi dan pendudukan Israel di Lebanon (1978-2000), sekitar 15.000 warga sipil meninggal. Contoh teror itu adalah pembomanan secara sengaja PBB center di Qana, Lebanon yang terjadi hanya lima tahun lalu. Artikel berikut ini tidak ditulis oleh seorang Palestina, Arab atau bahkan seorang Muslim, tetapi seorang warga Inggris, Robert Fisk, salah seorang wartawan Inggris yang paling dihormati dimana bekerja di Timur Tengah. Dia menulis untuk harian London, The Independent. Apabila seorang warga Amerika mau memahami kebencian yang dilakukan Israel terhadap bangsa Amerika, maka dia harus berani membaca laporan ini dan berani untuk melihat secara mendalam gambaran yang memperlihatkan realitas teror Israel tersebut.

Qana, Lebanon Selatan - Ini sebuah pembunuhan massal. Tidak hanya sejak pembunuhan massal di kamp pengungsi Sabra dan Chatila saya melihat warga sipil yang dibantai seperti ini. Wanita, anak-anak dan pria pengungsi Lebanon tergeletak tidak bernyawa dalam tumpukan-tumpukan dengan telapan tangan, lengan atau kaki korban-korban hilang, dipotong atau disayat. Ada lebih dari ratusan jumlahnya. Seorang bayi tergeletak di tanah tanpa kepala. Rudal-rudal Israel telah mencabik-cabik mereka ketike berlindung di bunker PBB, yang dipercaya aman di bawah perlindungan dunia. Seperti umat muslim di Srebrenica, anggapan umat muslim di Qana juga tidak benar.

Di depan sebuah gedung yang terbakar dimana menjadi markas besar batalion PBB asal Fiji, seorang anak perempuan menggotong tubuh di kedua tangannya, tubuh seorang pria yang rambutnya sudah beruban dimana kedua matanya menerawang ke anak perempuan itu, dan dia mengunjang-gunjangkan tubuh pria itu ke depan dan ke belakang, bersimpuh, menangis dan berteriak dengan kata yang sama berulang-ulang: “Ayah saya, ayah saya.” Seorang tentara PBB asal Fiji berdiri di tengah lautan tubuh-tubuh yang sudah tidak bernyawa dan tanpa dapat berkata apa-apa, mengangkat tubuh seorang anak tanpa kepala.

.Ketika saya berjalan ke arah tubuh-tubuh yang tidak bernyawa itu, saya terjatuh di atas potongan lengan manusia...

Pembantaian massal Israel atas warga sipil dalam serangan ofensif selama 10 hari yang kejam - 206 orang tewas sekitar malam terakhir - dengan begitu biadab dan kejam, tidak satupun seorang rakyat Lebanon akan melupakan pembunuhan massal ini. Sebuah mobil ambulans diserang pada hari Sabtu, kakak beradik yang terbunuh di Yohmor hari sebelumnya, seorang anak berusia dua tahun hancur kepalanya oleh sebuah rudal Israel empat hari kemudian. Dan kemarin pagi, tentara Israel membantai sebuah keluarga yang terdiri dari 12 jiwa - paling muda bayi berusia empat hari - ketika pilot-pilot Israel menembakkan rudal ke dalam rumah mereka. Tidak lama kemudian, tiga jet Israel menjatuhkan bom-bom hanya 250 meter dari sebuah konvoi PBB dimana saya sedang melaju di atas sebuah kendaraan, menghancurkan sebuah rumah dan kepingan rumah itu terbang hingga 30 kaki di depan mata saya. Ketika pulang ke Beirut untuk menulis laporan saya tentang pembunuhan Qana untuk harian Independent malam itu, saya melihat dua kapal bersenjata Israel menembaki mobil-mobil warga sipil di jembatan sungai di utara kota Sidon .

Seorang tentara PBB asal Perancis menggumamkan janji kepada dirinya ketika dia membuka sebuah tas dimana dia menjatuhkan kaki-kaki, jari-jari, potongan lengan-lengan manusia .

Kami tiba-tiba bukan menjadi tentara PBB maupun wartawan tetapi orang-orang Barat, sekutu Israel, sasaran kebencian dan kemarahan. Seorang pria bercambang dengan kedua matanya berkaca-kaca memandang kepada kami, wajahnya kelam karena kemarahan yang mendalam. “Anda orang Amerika “, dia berteriak kepada kami. “ Amerika itu anjing. Anda lakukan ini. Amerika itu anjing.”

Presiden Bill Clinton telah menjadikan dirinya sekutu Israel dalam perang terhadap “terorisme” dan bangsa Lebanon dalam kesedihan yang mendalam tidak melupakan kenyataan ini. Ekspresi duka Israel secara resmi menumpahkan garam di atas luka mereka. “Saya ingin menjadi bom hidup dan meledakkan diri saya di tengah tentara Israel”, kata seorang pria tua .(23)

Apabila setiap orang Amerika membaca artikel Robert Fisk di atas, maka laporan ini dapat membantu mereka memahami mengapa Amerika dibenci dan mengapa sekarang kita menghadapi kamikaze teroris. Apabila Anda ingin mengetahui motivasi riil para teroris seperti Osama bin Laden, maka majalah The Nation, ketika melakukan sebuah wawancara dengannya pada 12 September 1998. Hal ini menjelaskan reaksinya terhadap pembunuhan massal Israel di Qana.

Ketika pada akhirnya saya melihat Osama bin Laden, dia masih terobsesi dengan pembunuhan massal Israel atas 107 pengungsi Lebanon yang berlindung di bawah kamp PBB di Qana pada bulan April 1996. Israel mengklaim hal ini sebagai 'kesalahan,' PBB mengakui sebaliknya dan Presiden Clinton menyebut ini hanya sebuah 'tragedi'-seolah-olah sebuah bencana alam. Hal ini, kata bin Laden, sebuah tindakan 'terorisme internasional.' Oleh karena itu, harus ada keadilan, katanya dan persidangan bagi para pelaku kejahatan Israel. Clinton mempergunakan hampir pernyataan yang sama tentang bin Laden dan para pendukungnya pada bulan Agustus. Akan tetapi, orang tuli biasanya berbicara dengan orang tuli.” (24)

Sebagian besar orang Amerika tidak pernah akan melihat laporan seperti Laporan Robert Fisk tentang pembantaian massal di Qana. Kontrol Israel atas media massa dan pemerintahan Amerika Serikat berhasil mengaburkan sebagian besar cerita yang berkembang tentang terorisme Israel terhadap rakyat Palestina. Sekarang ini saya akan mengungkap bahwa mereka juga mampu menutupi tindakan perang dan terorisme yang berlumuran darah terhadap Amerika Serikat.

Terorisme Israel terhadap Amerika

Pada tahun 1954, pemerintah Israel menggelar sebuah operasi teror rahasia terhadap Amerika Serikat dengan sandi Operation Suzannah. Operasi ini memplot membunuh warga Amerika dan meledakkan berbagai instalasi Amerika di Mesir. Rencana Israel adalah meninggalkan barang bukti yang keliru bahwa rejim Mesir melakukan sabotase ini sehingga Amerika di belakang Israel berperang dengan Mesir. Agen-agen Yahudi berhasil meledakkan sejumlah kantor pos dan perpustakaan Amerika di Kairo dan Alexandria. Ketika akan meledakkan bioskop Amerika, Metro-Goldwyn-Mayer Theater, bom agen Israel meledak premature. Oleh karena itu, baik Mesir dan Amerika berhasil mengungkap dan menghentikan plot ini pada tahap-tahap awal.

Karena penangkapan agen-agen Israel itu, dunia tahu tentang tindakan subversi Israel dan Menlu Israel, Pinhas Lavon, kemudian dipaksa untuk mengundurkan diri. Seluruh episode ini menjadi terkenal sebagai Lavon Affair. Pada saat ini, media massa dan penerbitan Amerika yang didominasi Yahudi secara jitu membungkus tindakan subvesi Israel ini terhadap bangsa Amerika. Sebagian besar orang Amerika tidak mengetahui sama sekali kasus ini. Misalnya, hanya sedikit sebutan Lavon Affair ditemukan dalam Encarta Encyclopedia popular. Hal ini berada dalam sebuah artikel tentang Ben Gurion yang ditulis oleh Bernard Reich yang pro-Yahudi. Dengan cara ini, penulis artikel ini mengilustrasikan sebuah pola media yang khas. Walaupun warga Amerika menganggap mereka sedang membaca laporan Encyclopedia atau majalah berita yang berpandangan jenih, tetapi lebih sering lagi mereka membaca laporan yang distorsif yang ditulis oleh para pendukung Yahudi.

Ben-Gurion kembali ke panggung politik pada tahun 1955 untuk menggantikan Menhankam Israel, Pinhas Lavon-yang mengundurkan diri setelah suatu upaya yang gagal untuk mensabotase hubungan Mesir dengan Barat. (25)

Yang perlu dicatat di sini adalah bagaimana artikel ini secara halus menulis, 'sebuah percobaan yang gagal untuk mensabotase hubungan Mesir dengan Barat.” Apa artinya? “Mensabotase hubungan” berarti seolah-olah Israel mengatakan ada kebusukan di balik hubungan bilateral Mesir dan Amerika Serikat. Pemutarbalikan fakta secara sengaja yang digunakan dalam artikel ini oleh penulis Yahudi ini merupakan ciri khas distorsi pemberitaan media massa yang berlangsung terus menerus.

Satu alinea dalam Encarta Encyclopedia popular itu seharusnya dibaca:

“-- orang yang dipaksa untuk mengundurkan diri setelah Israel tertangkap basah melakukan pengeboman teroris terhadap Amerika Serikat untuk memicu dengan cara memfitnah Amerika berperang melawan musuh Israel.”

Penulis yakin sembilan puluh persen mereka yang membaca artikel ini tidak pernah mendengar kasus ini. Sebagian pembaca mungkin berpikir saya mengarang semua cerita ini. Baiklah, bila Anda masih ragu bahwa Israel telah melakukan tindakan teroris ini terhadap Amerika di Mesir, maka di bawah ini ada sebuah kutipan dari artikel terbaru yang terbit di majalah Yahudi, Moment, yang ditulis oleh Samuel Katz dan berarti ditujukan kepada sejumlah kecil sidang pembaca Yahudi. Artikel ini lebih maju walaupun tidak mempergunakan kata provokatif, terorisme, sebuah kata yang digunakan pihak Israel bila para pejuang Palestina meledakkan perpustakaan-perpustakaan dan biosko-bioskop.

Dan kegagalan sama lazimnya dengan keberhasilan spektakuler. Pada pertengahan tahun 1950-an, A'man (Badan Pertahanan Yahudi) mengalami kemunduran yang serius selama “Operation Suzannah” yang terkenal itu ketika agen-agen Israel memprovokasi orang-orang Yahudi di Mesir untuk menyerang target-target Amerika dan Mesir dan membangkitkan sentimen anti-Barat. Banyak orang Yahudi ditangkap dan sebagian di antaranya dieksekusi. Operasi yang gagal ini suatu tamparan berat bagi pemerintahan PM David Ben-Gurion dan Menhankam Pinhas Lavon(26)

Dengan demikian, dalam Lavon Affair ini kita belajar bagaimana “teman baik” Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah,” Israel, membalas dukungan militer dan moneter yang tanpa syarat kepada Amerika Serikat: dengan melakukan terorisme terhadap bangsa Amerika! Perlu Anda ketahui sebagian besar rakyat Amerika tidak pernah mendengar mengenai serangan teroris Israel ini terhadap bangsa Amerika.

Apabila pemerintah Mesir berada di balik teror terhadap Amerika, maka kita berhak menganggap serangan ini sebagai sebuah isyarat perang dan kita mungkin sudah menyerang balik Mesir, seperti yang kita telah lakukan terhadap bangsa Afghanistan. Dan media massa; corong Yahudi ini pasti akan mendesak serangan ini seperti tuntutan mereka dengan serangan terhadap bangsa Afghanistan. Sebenarnya kita menyerang Afghanistan dengan alasan yang jauh lebih tidak dapat diterima daripada yang kita alami dari serangan Israel tersebut. Belum ada bukti pasti bahwa Afghanistan terbukti atau bahkan mengetahui segala sesuatu tentang serangan terhadap gedung kembar World Trade Center; tetapi dalam kasus Lavon Affair, pemerintah Israel melakukan sebuah tindakan perang langsung terhadap bangsa Amerika Serikat. Tentu, kita tidak membom Tel Aviv sebagai tindakan pembalasan. Kita tidak memutuskan hubungan diplomatis. Bahkan kita tidak mengakhiri bantuan militer dan moneter yang bernilai milyaran dolar tersebut!

Setiap pejabat pemerintah Amerika Serikat yang telah memberikan bantuan kepada bangsa Jepang setelah serangan terhadap Pearl Harbor akan dihukum sebagai seorang pengkhianat terhadap bangsa Amerika Serikat.

Sungguh sama sekali saya tidak mengerti. Orang-orang Amerika di jajaran pemerintahanan yang terus menerus memberikan dukungan terhadap Israel setelah negara Yahudi itu melakukan tindakan teroris terhadap rakyat Amerika - jelas melakukan pengkhianatan terhadap bangsa kita.

Apabila para pemimpin Amerika, setelah serangan teroris Israel terhadap bangsa Amerika dalam kasus Lavon Affair, akan menghentikan bantuan pengkhianatan mereka terhadap Israel, maka tidak akan ada tindakan teror berikutnya terhadap bangsa Amerika, seperti serangan terhadap World Trade Center dan Pentagon.

Serangan Teroris Israel terhadap USS Liberty

Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel juga melakukan tindakan teroris yang serius terhadap Amerika Serikat. Pada tanggal 8 Juni, Israel mempergunakan pesawat tempur dan kapal-kapal torpedo tanpa identitas untuk melancarakan serangan satu setengah jam terhadap kapal AL Amerika Serikat, USS Liberty yang mengakibatkan tewas 34 orang dan 171 lainnya luka-luka.(27) Israel pertama-tama menyerang tower radio USS Liberty agar Armada Keenam Amerika Serikat tidak mengetahui bahwa pihak Israel adalah pelaku penyerangan ini. Setelah pesawat-pesawat tempur Israel yang tanpa identitas itu dengan gencar membom dan menyerang USS Liberty, kemudian Israel mengirim kapal-kapal torpedo untuk menuntaskan misi ini. Mereka bahkan menembaki dengan senjata mesin perahu-perahu penyelamat yang sudah diturunkan dalam upaya untuk memastikan tidak satupun yang selamat (para saksi) yang dapat mengungkapkan pelaku serangan tersebut.

Hanya karena heroisme dan kemampuan kapten dan kru kapal USS Liberty membuat rencana Israel itu gagal total. Mereka mampu mempertahankan kapal itu tetap mengapung dan juga mengkontak dan memberi tahu Armada Keenam bahwa pihak Israel daripada Mesir yang telah menyerang kapal tersebut. Mengetahui rencanannya telah terungkap, Israel menarik mundur dan dengan diam-diam mengklaim serangan itu merupakan kasus salah identifikasi. Pihak Israel menyatakan mereka salah mengira USS Liberty adalah sebuah kapal perang Mesir.

Menlu Amerika Serikat pada waktu itu, Dean Rusk, dan Kepala Staf Gabungan AS, Laksamana Thomas Moorer, keduanya menyatakan serangan itu bukanlah kecelakaan, Israel secara sengaja menyerang USS Liberty. Misalnya, hari itu langit sangat cerah dan kecepatan angin normal serta USS Liberty memasang bendara Amerika yang berukuran besar dan nomor identitas internasional yang ditulis dalam ukuran besar di lambung kapal tersebut. Pesawat-pesawat tempur Israel melintas di atas kapal USS Liberty lama sebelum serangan itu dilakukan, terbang sangat dekat sehingga anggota kru USS Liberty bahkan dapat melihat lambaian tangan-tangan mereka ketika melintas. Seperti dalam kasus Lavon Affair, Israel berharap menyalahkan tindakan perang ini kepada musuhnya, Mesir. Pada kesempatan ini, hanya keberanian dan kemampuan kru USS Liberty mencegah serangan siluman berikutnya.

Media massa Amerika yang didominasi Amerika tidak mengungkapkan kemarahan atas serangan itu dan secara tersamar menerima alasan Israel atas kasus ini. Walaupun menteri luar negeri dan kepala staf gabungan Amerika Serikat keduanya menyatakan serangan Israel itu disengaja, tetapi lobi Yahudi dapat mencegah penyelidikan formal Kongres atas serangan itu. Sebaliknya, kapal perang se-tipe USS Liberty, yaitu USS Pueblo, ditangkap oleh Korea Utara pada tahun berikutnya (1968) dengan korban hanya satu orang, tetapi dalam waktu satu tahun Kongres Amerika Serikat melakukan penyelidikan formal atas serangan itu.

Komandan USS Liberty, Kapten William McGonagle, menerima medali America's highest honor, medali kehormatan kongres karena keberaniannya selama Israel tersebut. Tetapi, pemberian medali itu diselenggarakan dalam sebuah upacara tersembunyi di US Navy Yard dan bukan di Gedung Putih (sebagaimana biasanya), agar tidak mencoreng citra musuh utamanya yang membunuh 34 tentara Amerika dan melukai 174 lainnya di atas USS Liberty!

Bagaimana para pemimpin politik Amerika Serikat merespons tindakan perang Israel ini terhadap bangsa Amerika? Apakah Amerika membom Israel sebagaimana yang dilakukannya atas Kabul, Afghanistan? Tidak, pemerintah Amerika yang dikontrol Israel bersama dengan media masa yang dikontrol Yahudi melakukan tindakan subversi terhadap bangsa Amerika dengan menutup-nutupi serangan teroris yang jahat itu dan terus menerus mengirimkan milyaran dolar pajak Amerika dalam bentuk bantuan moneter dan militer ke Israel.

Saya juga ingat kasus Pearl Harbor. Setiap pejabat pemerintah Amerika yang memberikan bantuan atau bersimpati kepada Jepang setelah serangan pada tahun 1941 akan dihukum sebagai seorang pengkhianat bangsa Amerika Serikat. Saya menuding bahwa para pejabat pemerintah Amerika yang berkolaborasi dengan lobi dan media Yahudi dengan terus menerus mendukung Israel setelah serangan negeri Yahudi ini terhadap kapal perang Amerika USS Liberty - adalah para pengkhianat bangsa Amerika Serikat!

Apabila, setelah serangan subversif Israel terhadap kapal perang Amerika, kita dapat menghentikan secara subversi dukungan negara teroris Israel; dengan demikian, kita pasti tidak akan mengalami tindakan terorisme 11 September 2001.

Israel: Bangsa yang Memata-matai Amerika dan Menjual Informasi Rahasia Kita kepada Musuh-musuh Amerika Serikat

Pada tahun 1980-an, Israel merekrut seorang Yahudi Amerika, Jonathan Pollard, untuk memata-matai bangsa Amerika Serikat. Setelah Pollard ditahan, para pejabat Israel pertama-tama mengklaimnya sebagai “agen rahasia yang tidak dapat dipercaya,” tetapi kemudian mengakui Pollard itu bekerja untuk negara Israel sejak awal. Walaupun mata-mata Yahudi, Ethel dan Julius Rosenberg menyerahkan informasi rahasia bom atom Amerika kepada Uni Soviet, tetapi tidak satupun mata-mata yang telah menyebabkan kerusakan lebih besar kepada negara ini daripada yang dilakukan oleh mata-mata Israel: Jonathan Pollard.

Informasi Pollard yang digunakan oleh Israel tidak hanya menghancurkan kegiatan operasi intelijen Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah; informasi ini di lapangan menghancurkan perangkat intelijen Amerika di Uni Soviet dan Blok Timur.(28) Banyak agen terbaik Amerika Serikat dan begitu loyal di dunia komunis dieksekusi karena Israel menjual atau membarter informasi ke pihak Uni Soviet.(29)

Sebagaimana artikel di bawah ini yang ditulis oleh Eric Margolis, “sekutu dan teman dekat Amerika Serikat ini” Israel bahkan tidak akan mengizinkan pihak Amerika Serikat menginterogasi agen-agen Mossad yang menangani kegiatan mata-mata Pollard agar dapat menentukan kerusakan yang diderita Amerika Serikat dan bahaya yang mungkin dialami agen-agen Amerika di luar negeri.

Sebagian rahasia paling sensitif yang dicuri oleh Pollard mungkin telah dijual atau dibarter oleh pihak Israel ke Uni Soviet.

Sejumlah agen kunci CIA di Blok Timur diduga dieksekusi sebagai akibat kegiatan mata-mata Pollard. KGB kemungkinan besar mendapatkan akses ke kode-kode Amerika Serikat yang sangat rahasia - baik secara langsung dari Israel atau melalui kegiatan mata-mata dalam pemerintahan Israel. Dengan kata lain, tindakan subversi Pollard menyebabkan salah satu bencana keamanan paling buruk dalam sejarah modern Amerika Serikat .

Dengan demikian, Israel yang menerima milyaran dolar bantuan Amerika, secara subversif telah memata-matai dan membahayakan keamanan Amerika Serikat. Untuk memperlihatkan lebih lanjut kebencian mereka kepada bangsa Amerika, mereka bahkan membarter informasi yang sangat rahasia dimana mereka telah curi dari kita - kepada musuh Amerika. Bahkan setelah public relations Israel meminta maaf atas kasus kegiatan mata-mata Pollard, negeri Yahudi ini terus menerus melakukan kegiatan mata-mata atas Amerika Serikat.

Harian Los Angeles Times pada tahun 1997 melaporkan bahwa seorang Yahudi Amerika bernama David A. Tenenbaum “mengakui menyerahkan informasi rahasia kepada Israel.”(30) Mengutip artikel harian Los Angeles Times itu, “Seorang insinyur sipil yang bekerja di fasilitas komando Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dekat Detroit telah mengakui menyerahkan informasi militer rahasia kepada para pejabat Israel selama 10 tahun terakhir.”

Bahkan setelah Israel terbukti keinginannya untuk memata-mata kita dan secara kritis merusak kegiatan operasi intelijen Amerika, Presiden Clinton menunjuk seorang Yahudi Zionis yang penuh dedikasi untuk menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional, posisi intelijen tertinggi di Gedung Putih. Bahkan harian Israeli, Maariv, menyebut Berger sebagai seorang “Yahudi yang bersahabat,” berarti dia mengabdi pertama-tama kepada Israel.(31) Dengan menunjuk Berger sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional setelah Kasus Mata-mata Pollard merupakan kegilaan.

Kenyataan Israel dapat melakukan tindakan kekerasan ini terhadap Amerika Serikat tanpa mengalami serangan media massa atau bahkan pengakhiran bantuan kepada Israel, menunjukkan kekuatan Israel yang begitu besar terhadap negara dan bangsa Amerika dan tindakan subversif yang telah menancap dalam hingga eselon paling tinggi dalam birokrasi pemerintahan Amerika Serikat. Oleh karena itu, dapat dipastikan Ariel Sharon dapat mengeluarkan pernyataan berikut ini kepada Simon Peres yang menyatakan Israeldapat kehilangan bantuan Amerika bila negeri ini tidak menghentikan berbagai serangan terakhirnya. Sharon menjawab:

“Setiap waktu kita melakukan sesuatu Anda mengatakan kepada saya Amerika akan melakukan ini dan itu . . . Saya tegaskan kepada Anda: Jangan kuatir dengan tekanan Amerika kepada Israel. Kita, bangsa Yahudi, mengontrol Amerika dan bangsa Amerika tahu hal ini” ---Ariel Sharon, 3 Oktober 2001 (32)

Tidak hanya Jonathan Pollard melakukan pengkhianatan terhadap bangsa Amerika. Seluruh mereka yang berada di dalam pemerintahan Amerika yang akan terus menerus memberikan dukungan secara militer dan moneter kepada sebuah bangsa asing yang memata-matai kita dan melakukan kerusakan secara parah terhadap operasi intelijen kita (dan menyebabkan kematian agen-agen Amerika) telah melakukan pengkhianatan kepada bangsa Amerika Serikat. Merespons terhadap tindakan subversi yang terus menerus terhadap Amerika Serikat, sebuah Pemerintahan Amerika yang patriotis akan (paling minimal) mengakhiri dukungan kita kepada Israel. Mendukung sebuah bangsa asing setelah negara tersebut dengan sengaja melakukan tindakan subversi terhadap bangsa Amerika adalah bentuk pengkhianatan.

Serangan atas World Trade Center

Dengan demikian, catatan ini sudah jelas. ISRAEL adalah NEGARA TERORIS yang paling buruk di muka bumi. Israel dan para pemimpin terorisnya seperti Begin, Shamir dan Sharon telah melakukan pembersihan etnik, pemboman, penembakan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina selama setengah abad terakhir. Israel juga telah melakukan berbagai tindakan subversi dan terorisme terhadap Amerika Seriakt seperti kasus Lavon Affair.

Israel juga telah melakukan berbagai tindakan subversi dan terorisme terhadap bangsa Amerika Serikat sebagaimana saya dengan jelas mengungkapkan dalam dokumentasi kasus Lavon Affair, Skandal Mata-mata Pollard dan Serangan terhadap kapal perang USS Liberty.

Karena kekuatan Israel yang begitu besar di media massa dan pemerintahan, para pengkhianat terhadap negara Amerika Serikat terus menerus mendukung, dengan sedikit rasa takut untuk dihukum, bangsa teroris yang paling kejam ini.

Sebenarnya para pengkhianat terhadap negara Amerika Serikat mensuplai Israel dengan berbagai senjata canggih yang digunakan untuk melakukan serangan teroris atas Kebebasan!

Walaupun berbagai upaya Yahudi dan para pengkhianat lainnya terhadap Amerika Serikat, pemerintah Amerika telah mengungkapkan kebijakan luar negeri yang berulang-ulang mengkhianati kepentingan dasar bangsa Amerika. Dukungan moneter dan militer Amerika telah memungkinkan Israel melanjutkan serangan terorisme yang terus menerus terhadap warga Palestina. Dukungan pengkhianat Amerika atas teror Israel menyebabkan kebencian yang mendalam atas Amerika Serikat, terutama kepentingan strategis dan ekonomi Amerika dan termasuk benih terorisme yang sekarang ini berkembang biak terhadap negara Amerika.

Para pengkhianat yang menjual Amerika kepada Israel sama salahnya dengan menyebabkan melayangnya 5000 nyawa orang Amerika pada 11 September seperti mereka yang membajak dan menabrakkan pesawat-pesawatnya ke gedung kembar World Trade Center dan Pentagon.

Israel menginginkan tindakan terorisme Arab melawan bangsa-bangsa Barat.

Selama dua tahun terakhir, Israel mengalami bencana hubungan masyarakat yang paling buruk dalam sejarahnya. Terpilihnya pelaku pembunuhan massal, Ariel Sharon sebagai perdana menteri Israel merupakan upaya terakhir bagi jutaan orang yang berpikir lugu di seluruh dunia. Konferensi PBB tentang Rasisme, dimana menyebut Israel sebagai sebuah “Negara Apartheid,” juga menandakan semakin tumbuhnya sikap berseberangan dengan Israel. Kemudian, tiba-tiba serangan atas World Trade Center telah merubah sikap berseberangan dunia atas Israel. Apakah hal ini hanya suatu kebetulan bagi Israel?

Sebagaimana saya ungkapkan di artikel ini, para pemimpin Israel telah meluncurkan sejumlah serangan teroris terhadap bangsa Amerika dengan menuding sebagai serangan Arab, karena mereka tahu setiap serangan teroris Arab terhadap negara Amerika akan mengusung kepentingan Israel sendiri. Mereka sepenuhnya sadar bahwa lebih besar serangan terhadap Amerika; semakin banyak pembunuhan massal, maka lebih baik lagi bagi Israel. Ariel Sharon mempelajari sebuah pelajaran penting di Beirut. Agaknya lebih dari melakukan tindakan subversi secara langsung terhadap Amerika seperti kasus Lavon Affair dan serangan atas kapal perang USS Liberty, maka jauh lebih mudah dan lebih aman bagi Israel untuk terus melakukan tindakan subversif, seperti di kamp pengungsi Sabra dan Shatila atas rakyat Arab agar dapat mendorong musuh-musuh Islam mereka melakukan tindakan terorisme atas Barat. Apa yang terjadi dalam pemboman balas dendam atas Marinir Amerika dan Pasukan Para Perancis di Beirut, dan teror Israel yang telah memotivasi serangan atas Gedung Kembar WTC.

Apakah Peran Israel dalam Serangan WTC?

Harian Washington Times menurunkan sebuah artikel pada 10 September 2001 mengenai kajian 68 halaman yang dikeluarkan oleh U.S. Army School for Advanced Military Studies (SAMS). Kajian ini yang dikeluarkan oleh sekolah pasukan khusus Amerika Serikat, menjelaskan secara terinci kemungkinan bahaya kekuatan pendudukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Di bawah ini komentar artikel tentang pandangan kajian ini atas Mossad Israel:

Tentang Mossad, dinas intelijen Israel, para perwira SAMS berkata: “Bengis, licik dan sukar ditebak. Dinas rahasia ini mempunyai kemampuan menyerang pasukan tempur Amerika Serikat dan menjadikan Amerika dan menjadikannya seperti tindakan mereka atas rakyat Palestina/Arab.”

Yang ironis, dalam waktu 24 jam dari penerbitan artikel itu, gedung kembar World Trade Center dan Pentagon diserang. Dapatkah “Mossad yang sukar ditebak dan licik itu,” seperti penjelasan para Perwira Angkatan Bersenjata Amerika itu, secara rahasia berada di belakang serangan itu?

Mossad adalah ORGANISASI TERORIS yang paling kejam di seluruh dunia. Dinas intelijen Israel ini juga salah satu organisasi intelijen yang paling besar dan canggih. Tidak satupun negara mendekati luas dan kekuatannya di wilayah Timur Tengah. Dinas rahasia ini membanggakan dirinya karena mampu menginfiltrasi setiap organisasi militan Arab dan Palestina di dunia ini. Dengan mengetahui fakta ini, dapat dipastikan Mossad telah mempenetrasi secara mendalam salah satu organisasi teroris Arab yang paling berbahaya dan paling luas di dunia; Al Qaida di bawah bin Laden.

Kemudian, FBI dan CIA dengan jelas menyatakan serangan atas Gedung WTC dan Pentagon adalah operasi rahasia berskala besar dengan mempergunakan jaringan internasional sekurang-kurangnya seratus teroris lintas tiga benua. Dapatkah agen-agen Mossad di Al-Qaida maupun jaringan ribuan infiltrator dan informan Mossad tidak mengetahui tentang operasi teroris Arab yang paling luas dan ambisius ini dalam sejarah itu?

Tentunya sangat sulit untuk membuktikan peranan yang tepat dari sebuah organisasi luar negeri dan rahasia itu, seperti Mossad, dalam sebuah tindakan teroris; mereka tidak mau mengungkapkan seluk-beluk ini di Internet. Tetapi, bukti-bukti yang kuat terlihat bahwa pihak Israel telah mengetahui sebelum serangan 11 September atas Amerika itu. Dan apabila mereka sebelumnya mengetahui tindakan terorisme ini - dan kemudian dengan mentalitas berdarah dingin tidak memperingatkan Amerika Serikat karena mereka melihat pembunuhan massal ribuan warga Amrika sebagai hal yang baik bagi Israel - oleh karena itu, mereka tidak merasa punya tekanan sebenarnya menghasut dan secara tersamar membantu rencana teroris ini melalui agent provocateurs negara Zionis ini. Coba lihat berbagai bukti kuat yang mengindikasikan Mossad mengetahui sebelumnya serangan 11 September tersebut.

Bukti Tindakan Subversif Mossad dalam Serangan WTC

Hari setelah serangan atas Gedung World Trade Center, harian Israel Jerusalem Post, melaporkan 4000 orang Israel hilang dalam serangan di WTC. Kementerian Luar Negeri Israel mengumpulkan jumlah korban itu dari para keluarga Israel yang dalam beberapa jam pertama setelah serangan itu, mengontak Kementerian Luar Negeri Israel dan memberikan nama-nama teman dan saudara yang bekerja di Gedung Kembar WTC atau yang mempunyai kegiatan bisnis yang dijadwalkan di gedung tersebut atau gedung-gedung sekitarnya. Bahkan tanpa membaca artikel ini di Jerusalem Post itu, akal sehat kita dapat mengungkapkan bahwa akan ada ratusan, bila tidak ribuan orang Israel di gedung WTC pada waktu serangan itu berlangsung.

Keterlibatan Yahudi internasionall dalam bidang perbankan dan keuangan sudah menjadi legenda. Misalnya, dua firma terkaya di New York adalah Goldman-Sachs dan Solomon Brothers; dan keduanya berkantor di Gedung Kembar WTC itu. Banyak eksekutif di kedua firma itu secara regular pulang pergi Israel. New York adalah pusat kekuatan keuangan Yahudi yang terbesar di dunia dan Gedung World Trade Center berada di pusat kekuatan Yahudi itu. Dapat diduga jumlah kematian orang Israel akan begitu besar. Harian Jerusalem Post dengan pasti memperkirakan pada 12 September 2001. Di bawah ini permulaan dari artikel tersebut:

Ribuan Warga Israel Hilang dekat Gedung Kembar WTC,Pentagon

Kementerian Luar Negeri Israel di Jerusalem sejauh ini telah menerima nama-nama 4000 warga Israel yang diyakini berada di area Gedung Kembar World Trade Center dan Pentagon pada waktu serangan itu terjadi. (Headline dan kalimat pertama pada artikel yang terbit di harian Jerusalem Post) (33)

Ketika George Bush membuat pernyataannya di depan Kongres, dia membuat kesalahan yang mendalam selain menyatakan bahwa para penyerang WTC melakukan hal ini “karena membenci kebebasan”. Bush juga membuat pernyataan selain ribuan warga Amerika, 130 Israel meninggal di WTC. Mendengar jumlah 130 warga Israel yang meninggal, terlihat begitu rendah bagi penulis. Apabila 4000 warga Israel berada di Gedung WTC dan jumlah korban WTC sekitar 4500 (sekitar 10 persen dari 45.000 orang yang umumnya bekerja di gedung ini pada waktu itu), maka jumlah korban warga Israel secara statistik seharusnya sekitar 400 dan bukan 130 jiwa.

Sebagai pusat kegiatan bisnis dan gedung perkantoran, Gedung Kembar World Trade Center bukanlah jenis gedung semacam MacDonald atau gedung bagi para pekerja berupah rendah; gedung ini ditempati para pegawai eksekutif dan jenis pekerjaan berlevel tinggi dan teknologi tinggi serta bergaji tinggi, terutama dalam bidang keuangan, perbankan dan saham. Saya bertanya pada diri sendiri bagaimana hanya dapat ada 130 warga Israel yang meninggal, sedangkan 199 warga Kolombia dan 428 warga Filipina meninggal.

Pada berbagai artikel penulis lainnya tentang teror 11 September, penulis tidak mengungkapkan kecurigaan ini karena saya selalu berupaya tidak menulis segala sesuatu yang saya tidak dapat dengan tegas meyakininya. Tetapi, ketika meneliti artikel tentang terorisme Israel terhadap Palestina dan Amerika, saya menemukan fakta yang sangat mencengangkan dari yang saya telah lihat selama bertahun-tahun melakukan penelitian dan penulisan. Saya menemukan fakta sederhana dengan implikasi yang begitu mendalam berkenaan dengan serangan teror September tersebut.

Penelitian atas ratusan artikel yang mencoba melacak jumlah sebenarnya warga Israel yang meninggal itu, saya menemukan sebuah berita di harian New York Times yang mengklarifikasi bahwa jumlah yang tepat warga Israel yang meninggal dalam serangan atas Gedung World Trade Center. Artikel ini mengungkapkan bahwa di antara 130 warga Israel yang diklaim Presiden Bush mati di Gedung World Trade Center, sekitar 129 di antaranya masih hidup. Hanya satu warga Israel sebenarnya meninggal. Saya tidak percaya. “Tuhan Yang Maha Baik,” kata saya dalam hati, hanya satu orang Israel meninggal!” Berikut ini cuplikan dari artikel di harian di New York Times tersebut:

Tetapi berbagai wawancara dengan banyak pejabat konsulat Israel, hari Jum'at lalu, mengungkapkan daftar orang-orang yang sudah dikumpulkan dari berbagai pihak. Misalnya, kota ini telah menerima berbagai laporan tentang banyak warga Israel yang diperkirakan hilang di tempat kejadian dan Presiden Bush dalam pidato kenegaraannya ke seluruh negeri pada hari Kamis malam menyebutkan sekitar 130 warga Israel mati dalam serangan WTC tersebut.

Tetapi hari Jum'at lalu, Alon Pinkas, konsul general Israel di sini, mengatakan daftar orang-orang yang hilang mencakup laporan dari orang-orang yang telah menelepon ke konsultan ini karena, misalnya, saudara-saudaranya di New York tidak menjawab sambungan telepon dari Israel. Namun, pada kenyataan hanya ada tiga orang Israel yang diyakini mati: dua orang di pesawat terbang yang ditabrakan dan satu yang sedang mengunjungi Gedung Kembar WTC ini untuk urusan bisnis dan sudah diidentifikasi dan dikuburkan. (New York Times, 22 September) (34)

Total tewas 130 jiwa yang begitu rendah mengungkapkan sejumlah orang Israel di Gedung Kembar WTC telah diberi peringatan sebelum serangan berlangsung. Ketika saya menemukan kebenaran hanya satu warga Israel mati, maka dapat dipastikan ada peringatan sebelumnya bagi banyak warga Israel. Dengan hanya korban satu warga Israel di antara 4500 orang yang tewas di WTC suatu ketidaklaziman secara statistik. Bahkan apabila kementerian luar negeri Israel dan harian Israel Jerusalem Post memperkirakan jumlah warga Israel di Gedung Kembar WTC, misalnya, 3000 orang (400 persen), maka seharusnya ada sekitar 1000 warga Israel pada waktu serangan itu berlangsung. Kemudian, apabila hanya beberapa ratus warga Israel ada pada waktu serangan itu, hanya satu warga Israel yang mati, maka secara statistik realitas itu suatu yang sangat tidak masuk akal. Tanggal 11 September mesti merupakan sebuah hari libur bagi kaum Yahudi atau sejumlah warga Israel telah diberi peringatan terlebih dahulu tentang serangan yang akan terjadi.

Peringatan Dini bagi Warga Israel

Poin berikutnya yang penulis teliti adalah melihat apabila ada konfirmasi peringatan dini terhadap warga Israel sebelum serangan 11 September itu. Penulis menemukan sebuah artikel di Newsbytes, sebuah layanan berita dari harian Washington Post, berjudul “Instant Messages To Israel Warned of WTC attack.”(35) Harian Israel, Ha'aretz, juga mengkonfirmasi peringatan dini bagi Israel dan menegaskan FBI sedang menginvestigasi berbagai peringatan dini tersebut.(36) Artikel ini menjelaskan bahwa sebuah firma jasa pemberi kabar Israel, Odigo, dengan kantor di Gedung Kembar WTC dan Israel, menerima sejumlah peringatan dini ini tepat dua jam sebelum serangan tersebut terjadi.

Instant Messages To Israel Warned Of WTC Attack

Sejumlah direktur perusahaan Yahudi Odigo, firma jasa pemberi kabar, mengkonfirmasi hari ini bahwa dua pegawainya menerima telegram peringatan tentang sebuah serangan di Gedung Kembar World Trade Center dua jam sebelum para teroris menabrakkan pesawat-pesawat terbang komersial ke gedung ciri khas kota New York itu.

Tetapi Alex Diamandis, wakil presiden pemasaran dan penjualan, mengkonfirmasi bahwa para pegawai di kantor litbang dan penjualan internasional perusahaan Odigo di Israel menerima sebuah peringatan dari seorang pelanggan Odigo sekitar dua jam sebelum serangan pertama terjadi. (Dari Newsbytes harian Washington Post)

Oleh karena itu, sekarang kita mempunyai bukti yang sangat jelas dan meyakinkan dari sumber-sumber yang tidak diragukan bahwa Israel sudah mengetahui sebelumnya tentang serangan ini. Pertama, tanpa peringatan dini, tidak mungkin hanya jatuh korban satu orang Israel di Gedung Kembar World Trade Center. Kedua, ada konfirmasi yang jelas bahwa sebuah perusahaan dengan kantor-kantor baik di Israel dan WTC menerima berbagai peringantan tepat sebelum serangan itu berlangsung.

Siapa yang mungkin telah memberikan peringatan dini kepada warga Israel tentang serangan yang akan berlangsung, mungkinkah bukan Mossad Israel? Kenyataan menunjukkan pemerintah Israel telah mendapatkan informasi sebelumnya tentang serangan ini dan telah memperingatkan warga Israel yang kemungkinan besar menjadi korban, tetapi kemudian secara sadar membiarkan ribuan warga Amerika meninggal - membuat warga Israel sama bertanggungjawabnya dalam tindakan pembunuhan ini seperti para penyerang Arab terhadap gedung WTC tersebut.

Apa yang baik bagi Israel buruk bagi Amerika

Anda dapat pastikan tumbuh berkembang rasa suka cita dalam hati-hati seluruh teroris Israel ketika menyaksikan keluarnya awan putih dari gedung kembar tersebut. FBI bahkan menahan lima warga Israel di sebuah atap gedung dekat gedung jangkung tersebut ketika men-videotape-kan dan bergembira ria dengan seluruh peristiwa tersebut.(37) Mereka tahu bahwa bangsa perlawanan dunia dan Amerika terhadap Supremasisme dan terorisme Israel itu keliru dengan runtuhnya gedung kembar tersebut. Agaknya, pernyataan yang paling tepat adalah ketika seorang reporter harian NY Times mengajukan pertanyaan kepada mantan PM Israel, Benjamin Netanyahu, seorang pemimpin yang sama radikalnya dengan Ariel Sharon. Berikut ini pernyataan yang mengejutkan dari mantan PM Israel tersebut:

Ketika ditanya malam itu tentang apakah serangan itu punya makna dalam hubungan antara Amerika dan Israel, Benjamin Netanyahu, mantan perdana menteri itu, menjawab “Sangat baik sekali.” Kemudian dia meralat sendiri pernyataannya itu: “Baik, tidak sangat baik, tetapi peristiwa ini akan menumbuhkan rasa simpati. (38)

Gedung Kembar World Trade Center Attack jelas sangat baik bagi Israel; sebenarnya Israel itu satu-satunya bangsa yang mendapatkan manfaat dari peristiwa tragis ini. Catatan tindakan terorisme Israel yang terus menerus selama lima puluh tahun terakhir menjadi sama sekali terselubungi dan tertutupi oleh horor dan gambaran visual serangan teroris yang luar biasa ini. Ketika media massa Amerika yang didominasi Yahudi berulang-ulang mengungkapkan beberapa warga Palestina yang lama menderita serangan ini merayakan serangan itu, rakyat Palestina digambarkan secara kurang adil di balik teror gedung WTC ini, walaupun setiap organisasi Palestina mengutuk serangan tersebut dan tidak satupun warga Palestina terbukti terkait dengan peristiwa ini.

Tentunya bangsa Amerika Serikat yang paling menderita dari semua hal ini, dengan korban hampir mencapai 5000 jiwa, kehancuran ekonomi dan reaksi paling buruk terhadap kebebasan Konstitusi dalam sejarah Amerika. Kasus Lavon Affair, Serangan terhadap kapal perang USS Liberty dan kegiatan mata-mata Jonathan Pollard serta pembunuhan 5000 warga Amerika dalam serangan 11 September - seluruhnya baik bagi Israel, tetapi begitu buruk bagi Amerika Serikat.

Kapan Amerika Serikat akan sepenuhnya memahami apa yang baik bagi negara teroris Israel suatu yang destruktif dan bahkan mematikan bagi bangsa dan negara Amerika Serikat?

Kapan kita akan menghentikan sama sekali agen mata-mata Israel dan para pengkhianat Amerika yang telah mendukung selama 50 tahun tindakan terorisme Israel dan 50 tahun tindakan subversi terhadap bangsa dan negaranya sendiri?

Dedikasi hidup saya dipersembahkan bagi sebuah bangsa dan negara Amerika yang bebas, aman dan berdaulat, seorang anak bangsa Amerika yang berdedikasi kepada rakyat dan kepentingan Amerika sendiri; bukan untuk berbagai tujuan kriminal dari sebuah bangsa teroris.

Berapapun biaya yang akan ditanggung oleh saya secara pribadi, saya akan terus berjuang di jalan ini.

Saya berharap Anda akan bergabung dengan saya. Saya berharap Anda tidak membeli keamanan Anda dengan mengorbankan kebebasan dan kehormatan Anda.

Marilah dengan berani menyebarkan informasi artikel ini kepada orang-orang Amerika lainnya dan bagian dunia lainnya. Berikanlah informasi tentang sebuah bangsa teroris yang paling buruk di atas permukaan bumi ini: Israel. Dengan demikian, Anda akan membantu menyelamatkan tidak hanya rakyat Palestina, tetapi juga jiwa dan kebebasan rakyat Amerika.

David Duke (Mantan Anggota DPR Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat. www.davidduke.com)

Biografi Singkat David Duke:

Mendapat gelar BA dalam bidang Sejarah tahun 1974 dari LSU. Mendapat ROTC Outstanding Basic Cadet Award di LSU mengalahkan 3000 saingan lainnya. Mencapai nilai tertinggi untuk setiap mata pelajaran dasar.

Bekerja di Deplu Amerika Serikat di Laos selama Perang Vietnam dimana dia menginstruksikan para perwira militer anti komunis Laos.

Dia mendapat “Most Respected Instructor Award.” Juga sukarelawan pada misi Air America untuk mensuplai pasukan anti-komunis.

Mendapatkan beasiswa belajar di Goethe Institute di Salzburg, Austria.

Mengajar di berbagai universitas di Amerika dan luar negeri, termasuk Oxford dan Cambridge di England, Harvard, USC, Vanderbilt.

Dia terpilih baru-baru ini sebagai Ketua Republican Parish Executive Committee di Louisiana.