Showing posts with label geologi. Show all posts
Showing posts with label geologi. Show all posts

Mekanisme Gunungapi

Secara geologis, gunung api bertindak layaknya katup pengaman pada ketel uap raksasa. Aktivitas vulkanis—baik berupa embusan gas, gempa tremor, maupun letusan-letusan kecil hingga sedang—adalah mekanisme alami bumi untuk melepaskan akumulasi energi dan tekanan magma secara bertahap.

Jika energi di dalam bumi dilepaskan secara berangsur-angsur, dampaknya justru jauh lebih aman dibandingkan jika energi tersebut tersumbat dalam waktu yang lama. Ketika gunung api mengalami erupsi kecil atau sedang secara berkala, meminimalkan risiko terjadinya penyumbatan pipa magma yang bisa memicu ledakan raksasa.

Indonesia dan Gunungapi

Sebuah keniscayaan bahwa wilayah Indonesia terdiri dari kepulauan dengan banyak gunungapi aktif akibat dari pertemuan beberapa lempeng tektonik. Berdasarkan data resmi Badan Geologi Kementerian ESDM dan MAGMA Indonesia, saat ini terdapat 127 gunung api aktif di Indonesia. Jumlah ini mencakup sekitar 13% dari total seluruh gunung berapi aktif yang ada di dunia. 

Dari total 127 gunungapi aktif tersebut, PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) membaginya ke dalam 3 tipe karakteristik berdasarkan catatan sejarah letusannya: 

Tipe A (76 Gunung): Gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600 hingga sekarang (termasuk Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru). 

Tipe B (30 Gunung): Gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600, tetapi masih menunjukkan kegempaan vulkanik aktif. 

Tipe C (21 Gunung): Gunung api yang tidak memiliki catatan sejarah letusan, namun masih menunjukkan jejak manifestasi energi bawah permukaan seperti embusan gas/belerang.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, ada 69 gunung api yang dipantau secara super intensif selama 24 jam penuh oleh Badan Geologi.